Saturday, March 10, 2012

Anak Terjerat Narkoba, Rano Karno Siap Tanggung Risiko

Minggu, 11 Maret 2012 | 09:29

Wakil Gubernur Banten, Rano Karno (kanan), menunjukkan foto putranya, Raka Widyarma, yang disimpan di ponsel kepada para wartawan dalam jumpa pers di kediamannya di kawasan Cinere, Sabtu (10/3/2012) malam. Didampingi ayah kandung Raka, Piter Hidayat (kiri), Rano menceritakan perihal peristiwa penangkapan Raka oleh polisi terkait kepemilikan pil ekstasi.
JAKARTA - Wakil Gubernur Banten, Rano Karno, menyatakan dirinya siap menanggung risiko apapun karena anaknya, Raka Widyarma, tersangkut kasus narkoba. Ia tak menyesal anaknya menjadi pengguna narkoba, karena ia merasa salah satu penyebabnya karena kesibukan yang membuat ia tak mengawasi anaknya.

"Mungkin karena saya sibuk sehingga tak bisa memantau anak saya selama 24 jam. Apa pun konsekuensinya, bagi saya sudah cukup. Apa yang saya hasilkan ini, cukup untuk anak istri saya, walau tidak sempurna. Tetapi
saya selalu berusaha secara maksimal," ujar Rano dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Sabtu (10/3/2012) malam.

Ia juga mengatakan agar anaknya tak perlu minta maaf padanya atas kejadian ini. Ia hanya berharap anaknya dapat mengambil hikmah atas apa yang terjadi.

"Saya juga mengatakan tidak usah merasa bersalah pada saya. Saya yang harus minta maaf, karena mungkin saya kurang beri waktu pada dia," kata Rano.

Rano menyatakan, sebagai bagian dari pemerintahan, ia mengikuti proses hukum yang akan dihadapi anaknya. Namun ia tetap berharap polisi dapat memberi kesempatan pada Raka untuk menjalani rehabilitasi.

"Ini masalah saya secara pribadi. Saya dalam posisi sebagai seorang ayah. Saya berharap anak saya sembuh dengan rehabilitasi. Anak saya sudah mengalami depresi ini bertahun-tahun," pungkas Rano.

sumber : kompas

Tuesday, March 6, 2012

Waduhh ... Korban Pencabulan Habib Jadi 13 Orang

Rabu, 7 Maret 2012 | 08:39

Pimpinan Majelis Taklim Nurul Musthofa, Habib Hasan bin Ja'far Assegaf
Jakarta - Dua orang remaja yang mengaku diduga telah dicabuli oleh pimpinan Majelis Taklim Nurul Musthofa, Habib Hasan bin Ja'far Assegaf mendatangi Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.

"Ia ini kami bawa dua lagi korban baru Habib H, usianya masih muda," ucap Edy Wahidi, konseling dari para korban saat ditemui di Mapolda Metro Jaya Selasa (6/3/2012).

Dengan adanya pengakuan dua remaja 16 tahun itu, maka jumlah korban bertambah menjadi 13 orang. Edy
mengatakan dua korban ini berinisial F dan A yang keduanya berusia 16 tahun.

"Kini, keduanya sedang di BAP di Polda Metro," ucap Edy.
Lebih lanjut, Edy menambahkan kejadian yang dialami oleh F dan A terjadi pada 2010 lalu.

Untuk diketahui, kasus dugaan pencabulan oleh Habib H dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2011 lalu dengan nomor laporan TDL/4432/12/2011/pmj/Dit.Reskrim 2011.

Dalam laporan itu, pelapor mengajukan 11 saksi yang juga mengaku menjadi korban. Korban berusia 12 hingga 22 tahun.

Selain itu, tujuh orang korban lainnya sudah menjalani pemeriksaan psikologis di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta (P2TP2A) di Pulogadung, Jakarta Timur. Pemeriksaan tersebut baru pertama kali dilakukan oleh Polda.

"Para korban menjalani pemeriksaan psikologi selama tiga jam di P2TP2A. Untuk korban lainnya akan menyusul. Hasil pemeriksaan kali ini akan keluar dua minggu ke depan," jelas Edy.

Saat dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto membenarkan adanya pemeriksaan itu. "Iya, tadi tujuh orang korban diperiksa psikologisnya di Pulo Gadung," kata Rikwanto.

sumber : seruu

Sunday, March 4, 2012

Sani Berpasangan dengan Foke?

Minggu, 4 Maret 2012 | 16:09

Bang Sani
JAKARTA - Posisi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana atau Bang Sani dalam bursa calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI hingga kini masih belum terbaca. Pasalnya, Sani masih enggan mengumumkan pencalonannya nanti sebagai cagub atau bukan. Kabar yang beredar, Sani yang didukung penuh Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta justru merapat ke gubernur petahana Fauzi Bowo.

Sejumlah pertemuan antara pengurus PKS DKI dengan Foke, sapaan akrab Fauzi, dikabarkan juga sudah dilakukan. Terkait hal ini, Sani tidak membantahnya. Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut hasil pertemuan antara Foke dengan dirinya. "Kami sudah ketemu semua orang dari berbagai parpol," ujar Sani, Minggu (3/3/2012) di Sport Mall Kelapa  Gading, Jakarta Utara.

Sani hanya menyiratkan bahwa dirinya dan partai akan mengambil sebuah keputusan besar pada masa-masa akhir pendaftaran cagub-cawagub pada 19 Maret 2012 nanti. "Nanti di detik-detik terakhir akan ada kejutan," ujarnya penuh rahasia.

Sambil menunggu deklarasi final itu, Sani masih bersikap terbuka terhadap partai-partai yang menjalin
komunikasi politik. Hal ini juga dilakukan lantaran Sani perlu menggalang dukungan dari partai lain.

Jauh-jauh hari, PKS sudah menyatakan akan berkoalisi dengan partai lain dalam pemilihan daerah DKI Jakarta kali ini. Mereka tidak mau mengulangi kesalahan pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2007 di mana pasangan Adang Darajatun-Dani Anwar yang hanya diusung PKS dikalahkan oleh pasangan Foke-Prijanto yang didukung seluruh partai.

Terkait optimisme dalam menyongsong pilkada, Sani menyatakan dirinya sangat percaya diri mampu meraih hati warga Jakarta. "Saya lihat di beberapa media, popularitas saya meningkat dari hari ke hari hampir mencapai 65 persen," ujarnya.

Masa pendaftaran cagub-cawagub yang diusung partai politik akan berlangsung pada 13-19 Maret 2012. Dari seluruh partai yang ada, hanya dua partai yang bisa mengusung calonnya sendiri tanpa perlu berkoalisi karena sudah mencukupi kuota kursi di DPRD. Dua partai itu adalah Partai Demokrat (32 kursi) dan Partai Keadilan Sejahtera (18 kursi).

Partai Demokrat hingga kini juga belum mengusungkan pasangan resmi. Namun, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sudah mengalirkan dukungannya kepada Nachrowi Ramli selaku Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta.


sumber : kompas

Wednesday, February 29, 2012

Disudutkan di Sidang Nazar, Anas: Jaka Sembung Naik Ojek

Kamis, 01/03/2012 08:09

Jakarta - Dalam persidangan kasus wisma atlet dengan tersangka M Nazaruddin, nama Ketu Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, kerap disebut-sebut. Misalnya saja Anas disebut pernah menerima US$ 1 juta dari Grup Permai. Apa Komentar Anas?

"Itu bukan kesaksian. Itu dagelan dan dusta yang telanjang," kata Anas kepada detikcom, Kamis (1/3/2012).

Menurut dia, tuduhan-tuduhan kepada dirinya yang muncul di persidangan sangat tidak nyambung. "Dari
logika paling simpel pun tidak nyambung. Jaka sembung naik ojek," cetus Anas.

Heri Sunandar, sopir operasional di bagian keuangan Grup Permai, dalam sidang pada Rabu (29/2) di Pengadilan Tipikor menyatakan pada bulan Maret 2011 Anas dikirimi uang sebesar US$ 1 juta.

Sementara mantan sopir Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis, Hidayat, dalam sidang memberikan kesaksian pernah mengantar langsung mobil-mobil mewah ke kediaman Anas di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Mobil itu dibeli oleh Permai Group. Anas disebut sebagai pimpinan Permai Group.

Hidayat juga menyebut Anas pernah membelikan rumah seharga Rp 1,2 milliar untuk Yulianis. Menurut Hidayat, Anas membelikan rumah untuk Yulianis pada April 2011, beberapa saat sebelum terjadinya penangkapan Sesmenpora Wafid Muharam. Dia mengetahui informasi tersebut langsung dari Yulianis.

sumber : detik

Sunday, February 19, 2012

Belasan Preman Datangi Kamar 2701 Saat Ayung & John Kei Bertemu

Minggu, 19/02/2012 20:19

Jakarta - Bos Bos PT Sanex Steel, Ayung alias Tan Hari Tantono mendatangi kamar yang diduga bernomor 2701, Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat, seorang diri. Saat bertemu dengan John Kei, belasan orang yang diduga sebagai kaki tangan John Kei mendatangi kamar tersebut.

Dalam rekaman CCTV yang didapatkan detikcom, Minggu (19/2/2012), pada 26 Januari pukul 22.30 WIB, sekitar belasan orang pria memasuki kamar 2701, tempat Ayung dan John Kei bertemu. Belasan pria itu  masuk bersama seorang pria yang masuk pertama kali bersama John kei beberapa jam sebelumnya.

Tidak hanya itu, CCTV juga menunjukkan beberapa orang tetap berjaga-jaga di depan kamar hotel sambil terlihat mondar-mandir dan mengecek beberapa pintu kamar hotel yang bertetangga dengan kamar 2701.

Pukul 22.38 WIB, John Kei meninggalkan kamar 2701 bersama beberapa rekannya, termasuk pria yang mengenakan kacamata dan bertampang oriental yang juga sempat masuk ke dalam kamar. Pukul 22.40 WIB
belasan preman yang diduga sebagai kaki tangan juga ikut keluar dari kamar.

Sayangnya, dalam rekamanan itu, tidak terlihat Ayung ikut keluar dari dalam kamar. Sementara itu, di dalam lift, beberapa preman langsung menuju ke lantai bawah dan bahkan salah satunya terlihat membuka baju dan memakainya secara terbalik.

Seperti diketahui, pada rekaman CCTV hotel berdurasi 2.20 menit itu, terlihat John Kei langsung menuju ke salah satu kamar di Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat. Tidak jelas terlihat nomor kamar dalam rekaman itu. Diduga kamar yang dimasuki oleh John Kei adalah kamar 2701, tempat di mana jenazah Ayung ditemukan.

Pada pukul 21.28 WIB, John Kei datang ke hotel bersama ketiga orang temannya. John Kei datang dengan mengenakan jaket hitam dan bertopi merah.

sumber : detik

Thursday, February 16, 2012

Pencabulan Berkedok Agama, Ketika Kepercayaan Publik Dikhianati

Jumat, 17/02/2012 15:49

ilustrasi
Jakarta - Golongan habib dipercaya sebagian kalangan, derajatnya lebih tinggi dibanding manusia lainnya. Itu makanya, ucapan habib dipercaya banyak kalangan. Sayangnya, di beberapa kasus, pemuka agama yang dipercaya publik malah mengkhianati kepercayaan publik.

Seperti kasus pencabulan Habib H yang menjadi pembicaraan akhir-akhir ini. 11 Pria yang mengaku menjadi
korban pencabulan Habib H melaporkan pelecehan asusila yang dialaminya.

"Sangat disayangkan seseorang dengan menggunakan topeng agama, dengan berbagai modus, melakukan sesuatu untuk mendapatkan uang tidak halal atau memenuhi nafsu birahinya. Dengan bertopeng agama berdalih bisa mengobati dan sebagainya. Mereka beraksi dengan menyalahgunakan kepercayaan publik," ujar sosiolog Musni Umar, dalam pembicaraan dengan detikcom, Jumat (17/2/2012).

Karakteristik sebagian masyarakat Indonesia yang mudah percaya dimanfaatkan oleh seseorang yang bertopeng agama untuk mendapatkan keuntungan. Biasanya kabar dari mulut ke mulut pun dipercayai kebenarannya oleh masyarakat, dan malah mengabaikan logika. Hal ini bisa terjadi jika korbannya memiliki tingkat pendidikan dan pemahaman agama yang tidak terlalu baik.

"Pelaku memanfaatkan masyarakat kita yang religius. Tapi ini tidak dominan di satu agama saja. Ada habib, kiai, tapi ditemukan juga pastur yang melakukannya," sambung akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Selain memanfaatkan kepercayaan, biasanya pelaku juga mengancam korban agar tidak mengungkap apa yang dialami. Selain itu pelaku juga menanamkan doktrin kepada korbannya agar pasrah menerima apa yang dialaminya.

"Kasus terungkap ketika ada cukup berani mengungkap. Ini disayangkan, merusak moral," ucap Musni.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hari ini mengundang kehadiran Habib H untuk mengklarifikasi mengenai tudingan pencabulan. Hal ini dilakukan KPAI menyusul aduan pengikut Habib H yang mengaku telah dicabuli.

Habib H diadukan beberapa eks jemaatnya terkait dugaan pencabulan yang terjadi sejak 2002. Korban melaporkan H kepada Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2011 dengan nomor laporan polisi LP/4432/XII/2011/PMJ/Dit.Reskrimum. Korban sudah diperiksa demikian juga H. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Korban H yang dahulu masih remaja kini sudah berusia dewasa. Mereka baru memiliki keberanian untuk melakukan pengaduan. Sejumlah korban yang masih berusia 20-an tahun ini juga sudah meminta perlindungan LPSK.

Sementara itu pengacara habib, Sandy Arifin, yang dikonfirmasi detikcom membenarkan bahwa dirinya sudah ditunjuk sebagai kuasa hukum habib sejak Desember lalu. Namun dia akan berkonsultasi dahulu dengan habib untuk memberikan penjelasan yang benar.



sumber : detik

Sunday, February 12, 2012

6 Orang Tewas Mendadak

Senin, 13 Februari 2012 02:49

ist
LANDAK - Diduga karena keracunan makanan, enam orang meninggal mendadak. Berdasarkan informasi awal dari Komandan Kodim 1201 Mempawah, Letkol Inf Parlindungan Sirait, berawal dari seorang anak yang keracunan dan meninggal.

"Informasinya dari anggota di lapangan, berawal dari seorang anak berusia lima tahun, di Kecamatan Jelimpo, Dusun Tamahar, Kabupaten Landak," jelas Parlindungan Sirait, kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (12/2/20212).

Dikatakannya, Sabtu (11/2/2012) sore sekitar pukul 15.00 Wib, anak berusia lima tahun tersebut memegang bangkai tikus disungai, dan kemudian setelah itu, dia pun makan nangka, tak lama kemudian anak tersebut
kejang, dan meninggal dunia.

"Malam harinya, Sabtu (11/2/2012), malam keluarga korban mengadakan acara adat untuk pemakaman anak itu esok harinya, Minggu (12/2/2012), dan keluarga dan kerabat yang membesuk, sewaktu makan dirumah itu, juga mengalami kejadian serupa dan meninggal dunia, jadi total enam orang yang meninggal," tandasnya.




sumber : tribun