Wednesday, March 30, 2011

Surat Terbuka Melanie Subono, ''AKIBAT ITUNYA DIPAKAI SEMBARANGAN'' ???


Surat untuk Yth Bpk Tifatul Sembiring membaca dan memberikan komentar.

Dengan hormat,

Dengan menjaga segala bentuk sopan santun yang bisa saya pikirkan, saya ingin menyampaikan surat ini kepada Bapak, dan akan terus mencoba sampai Bapak membaca dan memberikan komentar
.

Sebagai orang yang berpendidikan dan mempunyai jabatan, saya rasa bapak pasti akan memberikan jawaban
kepada saya, yang notabene adalah rakyat Indonesia biasa, pendidikan seadanya, tapi minimal saya punya hati nurani.

Bapak yang baik,

Saya ingin menanyakan satu hal yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Bukan terlambat, tapi saya sebagai orang beragama dan berpendidikan, diajarkan untuk mendinginkan diri dulu, bicara tanpa emosi dan menggali data dengan benar sebelum bertanya. Sehingga jangan sampai ada kalimat sembarangan keluar dari mulut saya dengan emosi.

Bapak yang baik,

Ingatkah bapak bahwa beberapa saat yang lalu anda berbicara mengenai AIDS di twitter dan mengatas namakan penyebabnya adalah: ''AKIBAT ITUNYA DIPAKAI SEMBARANGAN'' ???

Kalau bapak lupa, bisa saya ingatkan karna tidak lama kemudian bapak kembali mengulang hal itu saat melakukan wawancara dengan Detik.

Bapak yang baik,

Kapankah terakhir kalinya bapak menginjak bangku sekolah?

Andaikan terlalu jauh untuk Bapak mengerti mengenai penyebab - penyebab penyakit tersebut, pernahkah bapak mendengar yang namanya Hak Azazi, sopan santun ,empati dan PERASAAN?

Bapak yang baik,

Di mata orang awam seperti saya, Andalah orang yang harusnya bisa memberikan saya info dan masukan dan bimbingan. Tapi tidak masalah kalau memang ternyata anda tidak pernah diajarkan dimanapun atau tidak pernah menemukan akses untuk bisa mendapatkan data tentang AIDS.

Marilah kalau begitu, saya yang memberikan anda sedikit masukan .

1. Sebutlah mereka ODHA , Orang dengan HIV/AIDS .

2. Sebutlah mereka sahabat Pak, karena mereka adalah sahabat.

3. Itunya itu apa, Pak ? Mulutnya dipakai sembarangan? Oh maaf. Kita tidak sedang membicarakan Anda.

4. Saya mempunyai beberapa orang teman yang hidup sebagai ODHA, dan mereka perawan, Pak. Saya sharing info sedikit, hal tersebut bisa kita dapatkan dari orang tua kita. Bukan dari ITU!

5. Saya punya banyak teman ODHA dan masih perawan juga Pak, justru dengan persentase lbh besar, mereka tertular melalui jarum suntik, Pak, bukan dari ITU !!!

6. Apakah Anda tahu bahwa kita bisa berciuman sekali pun dengan ODHA, dan tetap tidak tertular selama kita tidak ada luka terbuka?

7. Apakah Anda tahu bahwa kita bisa berhubungan badan dengan seorang ODHA dan berkurang risiko tertularnya dengan benda yang disebut sebagai kondom?

8. Tahukah Anda bahwa ada banyak cara lain tertular selain melalui ITU?? Ataukah cuma itu yang ada di kepala Bapak?

Banyak sekali lembaga di luar sana yang sangat terbuka untuk memberikan info mengenai HIV/AIDS.

Bapak yang baik,

Apakah pembicaraan ini tabu dan haram untuk Anda? Seharam menyentuh seorang wanita kecuali itu adalah ibu negara dari negara adi daya?

Bapak yang baik,

Pernahkah Anda berpikir bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kecuali memakan kepala sendiri?  Pernahkah Anda berpikir bahwa suatu hari , salah satu anggota keluarga Anda mungkin saja mengalami hal ini?

Pernahkah Anda bayangkan rasanya di saat itu, orang menunjuk keluarga Anda dan cuma berkata ''ITU NYA SIH DIPAKE SEMBARANGAN !!!''

Bapak yang baik,

Mengertikah Anda kata empati atau simpati ataukah Anda sama tidak mengertinya seperti Anda tidak mengerti gejala dan penyebab penyakit HIV positif?

Bapak yang baik,

Kalau mereka dianggap buruk karena tidak bisa menjaga tubuhnya , apakah bedanya mereka dengan orang lain yang tidak bervirus bakteri tapi memakan lemak setiap hari bak pejabat rakus dan harus sakit - sakitan karena kerakusannya ? Sama Pak .

Sehingga saat kita tidak menjaga tubuh , makan,  mulut dengan baik, kita sama-sama mengidap pnyakit itu dengan cara yang berbeda?

Bapak yang baik,

''Siapakah yang memberi hak kepada Anda untuk menilai orang lain , dan siapakah yang pernah menunjuk Anda atau memberikan Anda derajat yang lebih tinggi dari orang lain?''

Bapak yang baik,

Tahukah Anda bahwa baik Presiden maupun abang becak itu sama kedudukannya di mata TUHAN ??

Bapak yang baik,

Pernahkah Bapak berpikir bahwa semua orang pasti disaatnya melakukan pilihan yang salah, atau kadang tidak mempunyai pilihan sama sekali?  Sama seperti mereka yang menjadi ODHA tanpa pilihan?

Sama seperti mereka yang pernah berbuat salah dan kini sudah menyesal dan menerima tanpa harus diingatkan dan dihina lagi?  Bukankah itu makna agama?  Bukankah akar dari semua agama harusnya adalah KASIH?

Bapak yang baik,

Satu pesan yang diajarkan orang tua, keluarga, suami, sahabat, dan agama saya adalah: jangan hidup bak Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Jangan mengatakan sesuatu tanpa berpikir .  Jangan pernah menganggap diri kita lebih baik dari orang lain, karna kita TIDAK lebih baik.

Bapak yang baik, terima kasih atas waktunya

Saya akan menanti komentar Bapak atau ajakan diskusi Bapak sebagai seorang pejabat, seorang Bapak, seorang yang saya harapkan bisa saya pandang di Indonesia.

Jawablah dengan cerdas.

Hormat saya

Melanie Subono


sumber : MICOM

Ruhut : Semua "Manusia-manusia yang sudah Bau Tanah", Permadi: SBY "Turun"

Kamis, 31 Maret 2011 07:02 Wib

JAKARTA - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul tidak menanggapi serius pernyataan beberapa politikus dan pensiunan militer yang tergabung dalam Dewan Penyelamat Negara (Depan) yang terus mengkritik pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Alasannya, mereka yang mengkritik adalah politikus gagal dan militer yang semasa aktif tak punya prestasi menonjol.

Hal ini dikatakan Ruhut menanggapi pernyataan Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi, Permadi dan Effendi Choirie dalam
pertemuan Depan di Jakarta, kemarin. Saurip mengatakan Presiden Yudhoyono mempermalukan militer karena tidak tegas dan lamban, sementara Effendi meminta mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla maju sebagai calon presiden, menggantikan Yudhoyono.

Adapun Permadi menginginkan Presiden Yudhoyono jatuh di tengah jalan entah melalui revolusi atau mengundurkan diri. Permadi menyebut Jusuf Kalla dan Prabowo sebagai figur yang layak menggantikan Yudhoyono.

�Enggak usah dianggap serius. Anggap saja pernyataan si bulan senja karena semua sudah senja, manusia-manusia yang sudah bau tanah,� kata Ruhut saat dihubungi di Jakarta, Rabu (30/3/2011) malam.

Menurut Ruhut semasa aktif di militer Saurip tidak pernah punya prestasi menonjol. Demikian juga dengan Permadi yang lama berkecimpung di PDI Perjuangan. �Permadi itu normal enggak, paranormal enggak, politik juga gagal,� katanya. Setali tiga uang dengan Effendi yang terakhir dipecat oleh Partai Kebangkitan Bangsa jadi anggota DPR.

�semua orang yang ngerasani Pak SBY levelnya jauh di bawah Pak SBY. Ibarat petinju, Pak SBY kelas berat mereka semua kelas bulu. Jadi apapun yang akan mereka lakukan, jangankan rakyat, kodok pun enggak percaya yang mereka katakan,� ujar Ruhut.

Dihubungi secara terpisah, Permadi tidak bisa menjelaskan apa yang dimaksud Depan dengan memililh Jusuf Kalla sebagai presiden menggantikan Yudhoyono. Saat ditanya mekanismenya seperti apa, pemilihan umum atau kudeta, Permadi menjawab, �SBY mungkin berhenti di tengah jalan jadi rakyat memilih.�

Ketika ditanya berhentinya mengapa, Permadi menjelaskan, �itu terserah MPR mau impeachment silakan, rakyat mau revolusi silakan, SBY mundur ya sialakan.�

Ruhut menilai pernyataan ini tidak jelas dan mengibaratkannya seperti kodok merindukan bulan. �Saya aja malu mengomentari,� demikian Ruhut.

 sumber : okezone

Tuesday, March 29, 2011

Pramono Anung : Eko Patrio "Makan Gaji Buta", Eko Patrio: Pramono Anung "Picik Sekali"

Rabu, 30 Maret 2011 01:59 WIB

17 Persen Anggota DPR Makan Gaji Buta

SEMARANG - Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung mengatakan sekitar 17 persen wakil rakyat di Senayan hanya makan gaji buta. Selain tidak pernah berbicara, para wakil rakyat itu juga tidak pernah menyampaikan gagasan dan ide yang sebenarnya menjadi salah satu tugasnya.

Hal itu diungkapkan Pramono dalam kuliah umum Manajemen Komunikasi Politik di Era Konvergensi, di Jurusan Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang, Selasa (29/3). Menurutnya, anggota DPR yang makan gaji buta itu sejak dilantik pada 2009 itu belum menjalankan salah satu tugasnya sebagai wakil rakyat. Politisi dari PDIP ini secara terbuka dia menyebut artis yang menjadi wakil rakyat seperti Primus Yustisio, Eko Patrio, Vena Melinda, dan lain-lain selama ini hanya duduk diam. Para artis ini dinilai dejkat dengan rakyat sebelum dilantik menjadi anggota DPR namun setelah itu lupa tugasnya.

"Padahal politik adalah berbicara. Bahkan sejago apapun politisi tidak akan punya arti apapun jika tidak bisa bicara di depan media," tandas Pramono.

Di sisi lain anggota DPR seperti Ruhut Sitompul, Bambang Soesatyo, Akbar Faisal, Sutan Bhatoegana merupakan anggota yang selalu menempatkan diri pada posisi yang tepat jika dihadapan media. "Saat ini politisi memang suka retorika sedangkan media sudah mengarah pada hiper-realitas. Akibatnya,yang tampil di televisi hanya orang yang itu-itu saja," kata Pramono.

Eko Patrio Balik Menyerang Pramono Anung

JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi PAN Eko Patrio, menilai Pramono Anung tidak punya etika dan picik saat menyebutkan bahwa terdapat 17% anggota DPR yang hanya makan gaji buta, termasuk Eko. Saya rasa Pramono hanya omong doang, tidak ada substansinya, ujar Eko saat dihubungi, Selasa (29/3).

Pernyataan Pramono, menurutnya, tidak berdasarkan parameter dan standar yang jelas. Ukuran kualitas anggota DPR tidak hanya berdasarkan pada banyak atau sedikitnya dia berbicara dalam rapat tapi pada substansi pembicaraan. Kalau omong banyak saat rapat pun tidak bisa dijadikan ukuran. Yang jadi ukuran adalah substansi yang dia bicarakan, tegasnya.

Eko menjelaskan dirinya selalu hadir di rapat-rapat DPR. Bahkan tingkat kehadirannya melebihi para politisi lainnya. Saya anggap pernyataan itu picik sekali.

Selain itu, kata Eko, Pramono Anung pun tidak bisa semena-mena menjustifikasi kinerja seseorang tanpa dasar. Semestinya, yang patut menilai kinerja Eko adalah Ketua Fraksi PAN dan Komisi X, bukan Pramono Anung yang yang berasal dari fraksi lain dan duduk di Komisi IV.Aneh kalau dia yang menilai saya yang di Komisi X. Hubungannya apa antara dia dan saya? tanya Eko.

sumber : MICOM

Monday, March 28, 2011

Presiden "Turun Tangan" atasi "Kemelut" PSSI

Senin, 28 Maret 2011 19:05 WIB

Jakarta  - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempercayakan sepenuhnya kepada Menpora Andi Mallarangeng untuk menyikapi kisruh pelaksanaan Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, mengatakan apa yang disampaikan oleh Menpora untuk merespon pelaksanaan Kongres PSSI adalah sikap resmi pemerintah.

"Intinya memang untuk PSSI dari pemerintah sudah didelegasikan, diwakilkan sepenuhnya kepada Menpora. Presiden memercayakan sepenuhnya kepada Menpora yang tentu telah melakukan penilaian dan evaluasi," tutur Julian.

Menpora, lanjut dia, tentunya secara berkala selalu melapor kepada Presiden Yudhoyono tentang perkembangan Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, 25-26 Maret 2011.

"Dirujuk saja pendapat atau pandangan Menpora karena itu pandangan resmi atau sikap pemerintah," ujar Julian.

Setelah menggelar konferensi pers di Kantor Menpora tentang sikap pemerintah mengenai Kongres PSSI di Pekanbaru, Andi pun terlihat berada di Istana Kepresidenan sekitar 30 menit.

Menpora pada Senin mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintah menunggu keputusan resmi dari FIFA terkait pelaksanaan Kongres PSSI dengan agenda pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan pengurus PSSI.

Jika hasil kongres disikapi positif oleh FIFA, maka semua tahapan pelaksanaan kongres yang dibentuk oleh 78 dari 100 pemilik suara sah PSSI itu harus dilaksanakan agar tidak terjadi keterlambatan dari jadwal yang ditetapkan FIFA.

FIFA sebelumnya telah menetapkan jika pelaksanaan kongres PSSI dengan agenda utama pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Umum serta angota Eksekutif Komite (EXCO) PSSI periode 2011-2015 harus selesai sebelum 30 April 2011.

Namun apabila FIFA tidak menerima hasil kongres PSSI di Pekanbaru, maka pemerintah dan KONI/KOI beranggapan bahwa PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Nurdin Halid dan Sekjen Nugraha Besoes tidak kompeten untuk menyelenggarakan Kongres PSSI.

Kongres PSSI di Pekanbaru 25-26 Maret 2011 dibatalkan secara sepihak oleh PSSI dengan dalih situasi keamanan tidak kondusif karena ada ancaman keselamatan terhadap pengurus PSSI yang dilakukan oleh pihak ketiga.

Dengan kondisi itu PSSI menganggap kongres yang dilakukan oleh 78 dari 100 pemilik suara tidak sah. Hanya saja pemilik suara tetap meyakini jika kongres yang digelar di Hotel Premiere Pekanbaru sah karena didukung mayoritas pemilik suara.

sumber : antara

Sunday, March 27, 2011

Malaysia Incar Budaya Kerinci! Waspadalah!

Senin, 28 Maret 2011 | 00:19 WIB 

JAMBI - Budayawan Jambi asal Kerinci, Nukman SS, mengatakan, kebudayaan dan sko (sistem matrilineal dalam upacara adat Kerinci) saat ini ibarat "gadis cantik" yang tengah diincar oleh asing, khususnya oleh Pemerintah Diraja Malaysia.

"Saya melihat ada gelagat tidak tulus dari berbagai kepedulian terhadap pemeliharaan Kebudayaan Kerinci yang dilakukan Pemerintah Diraja Malaysia belakangan ini. Boleh saja kita katakan mereka saat ini tengah mengincar
kebudayaan dan sko Kerinci untuk diklaim," kata budayawan Jambi asal Kerinci, Nukman SS, saat dihubungi di Jambi, Minggu (27/3/2011).

Gelagat itu, tambah Nukman, sebenarnya sudah terbaca jauh-jauh hari ketika semenjak awal 1990-an, peneliti-peneliti dari Malaysia mulai berdatangan dan didatangkan ke Kerinci membawa misi riset budaya. Hingga saat ini, Kerinci masih menjadi obyek riset budaya yang dominan oleh para peneliti negeri jiran tersebut.

"Di samping itu, perhatian lebih yang diperlihatkan Pemerintah Diraja Malaysia belakangan ini terhadap Kerinci terkesan ada niatan terselubung yang mesti diwaspadai pemkab dan masyarakat Kerinci," ujar Nukman.

Malaysia, imbuhnya, jelas-jelas sudah terlihat tengah mengincar sko atau produk-produk budaya warisan leluhur masyarakat Kerinci untuk nantinya mereka klaim sebagai budaya negeri mereka. Menurutnya, semua pihak perlu mewaspadai gelagat itu, jangan sampai terlena oleh manuver perhatian berlebihan dan iming-iming Pemerintah Malaysia.

Asumsi tersebut, tambahnya, tidak saja dari dugaan semata. Hal ini terasa lebih jika menilik berbagai kasus pengklaiman kebudayaan Indonesia oleh negeri jiran tersebut sebelum ini. Kesemua klaim yang pernah mereka lakukan antara lain atas kebudayaan batik, reog, rendang, lagu "Rasa Sayange", lagu "Injit-injit Semut", angklung, dan tari pendet.

Semua klaim tersebut nyata-nyata telah memunculkan protes keras dari pemerintah dan masyarakat Tanah Air karena semua yang diklaim itu adalah budaya-budaya Indonesia yang populer di mata dunia dan diakui keberadaannya sebagai kebudayaan RI oleh Unesco. Namun, sebagai negara serumpun yang memiliki akar kultural yang sama, Indonesia tetap menjadi incaran mereka dalam membangun identitas kebudayaan negaranya.

Oleh karena itulah, mereka mulai meramu rencana dan strategi baru guna mencari cara yang aman dari protes masyarakat RI dan dunia. Salah satu caranya adalah dengan mencari negeri lain di Indonesia yang tidak terlalu populer keberadaannya, kurang diperhatikan atau dipedulikan pemerintahnya, tetapi kaya tradisi dan budaya asli.

Tentu saja negeri yang dipilih adalah negeri yang dinilai memiliki kisah kedekatan dengan mereka, baik secara kultural, maupun historis.

Para peneliti akan didatangkan dan berdatangan ke negeri tersebut dengan dalih melakukan riset. Semua itu adalah cara mereka untuk mengumpulkan atau mendata kekayaan tradisi masyarakat bersangkutan.

Langkah berikutnya, mereka akan memulai tahap pendekatan seperti salah satunya memfasilitasi berbagai fasilitas dan keperluan pengembangan kebudayaan masyarakat di negeri tersebut. Contohnya, mereka akan memberikan berbagai macam hadiah dan hibah, mulai dari bantuan bangunan fisik seperti museum, bantuan hibah finansial, pengiriman cendera mata persahabatan kepada kepala daerah bersangkutan.

Lalu berikutnya bisa dipastikan bahwa mereka akan menyusul dengan pemberian atau penobatan gelar kebangsawanan kepada tokoh di negeri tersebut secara langsung oleh Raja yang Dipertuan Agung, bisa juga dari raja-raja di negara bagiannya, bahkan dari pemerintahnya.

Setelah itu, mereka akan mencoba merancang dan merekayasa rangkaian hubungan silsilah kekerabatan sosial, kultural dan historis dengan negeri tersebut dengan Malaysia, berdasarkan berbagai temuan data dan fakta riset yang telah didapatkan para peneliti yang mereka kirim sebelum-sebelumnya.

Mereka kemudian akan memulai tahap akhir yang diawali dengan kampanye tentang rekayasa yang telah mereka susun tersebut kepada publik sehingga asumsi masyarakat bergeser kepada mereka. Sebagai pemungkasnya, mereka akan mengklaim produk budaya negeri bersangkutan yang telah mereka kumpulkan dan teliti tersebut menjadi hak milik negara mereka.

"Kerinci adalah negeri baru yang mereka incar tersebut. Alasannya, Kerinci yang memiliki banyak kebudayaan asli dan masih murni hingga kini tersebut masih terbilang negeri yang masih sangat lugu dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya pemerintah pusat, dibandingkan daerah-daerah pariwisata lainnya," beber Nukman.

Terciumnya jejak sejarah kekerabatan masyarakat Kerinci dengan Malaysia telah dimulai dengan banyaknya warga Kerinci yang jadi perantauan di Malaysia. Hal ini sudah berlangsung dari zaman nenek moyang mereka dulu.

"Karena itulah, langkah pendekatan mereka kini sudah lebih meningkat ke tahap lanjutan, yakni dengan memulai menunjukkan kepedulian dan perhatian kepada Kerinci. Indikasinya adalah hadiah atau hibah bangunan Museum Kebudayaan Kerinci yang dibangun di Malaka, khusus untuk menampung kebudayaan masyarakat Kerinci. Bupati Kerinci telah diundang Diraja Malaysia untuk meresmikan keberadaan museum tersebut pada April mendatang," ungkap Nukman.

Nanti, tambahnya, keberadaan museum tersebut membuka peluang bagi mereka untuk secara aman menarik atau memindahkan keberadaan sko-sko dari Umah Gdang, rumah adat penyimpanan sko desa-desa di Kerinci, yang sebelumnya sangat tertutup dan dijaga dengan sangat ketat oleh pkaum. Berikutnya, tambahnya, bisa dilihat pada saat momentum ketika pihak pemerintah dan atau Diraja Malaysia akan memberikan cindera mata atau bahkan mungkin akan menganugerahkan gelar kebangsawanan kepada Bupati seperti langkah ketiga, untuk menyanjung sekaligus mengikat Kerinci.

Saat itu juga dipastikan akan mulai dikampanyekan mengenai bagaimana hubungan kedekatan dan kekerabatan Malaysia-Kerinci sehingga pejabat daerah Kerinci merasa sangat tersanjung dan merasa mendapat apresiasi yang selama ini tidak mereka dapatkan dari Pemerintah RI.

"Itulah strategi menuju invasi pengklaiman yang akhirnya akan mereka lakukan. Gelagat itu sudah jelas terbaca. Pasalnya, hal serupa juga sudah sering mereka lakukan tehadap daerah-daerah lain sebagai cara awal pra-pengklaiman terjadi, seperti terhadap Pemerintah Sumbar, Aceh, Sumsel, Riau, dan terakhir Jambi," sebut Nukman.

Namun, selama mereka gagal karena kuatnya proteksi kebudayaan oleh sistematika adat daerah bersangkutan, tidak ada celah bagi mereka untuk melakukan klaim. Beberapa kebudayaan memang berhasil mereka klaim, seperti motif songket Pucuk Rebung Riau yang berhasil mereka curi dan terjemahkan dalam bentuk bangunan, yakni kubah Menara Kembar tertinggi di dunia yang kini menjadi ikon Malaysia.

"Sementara itu, beberapa bentuk kebudayaan lainnya termasuk rendang dari Padang, gagal mereka klaim. Khusus untuk invasi tahap kedua yang obyeknya adalah Kerinci, sepertinya mereka berpeluang besar untuk berhasil mendapatkan klaim baru terhadap beberap sko asli masyarakat Kerinci, khususnya terhadap naskah-naskah kuno Kerinci," kata Nukman.

Oleh karena itulah, ia mengingatkan pemkab dan masyarakat Kerinci untuk mewaspadai berbagai iming-iming berbuntut tipu daya yang ditunjukkan Malaysia.

"Jangan sampai nantinya ditemukan produk budaya asli masyarakat Kerinci yang berpindah tangan ke negeri jiran yang mungkin saja jadi ikon kebudayaan mereka yang baru. Pemerintah pusat melalui Kemenbudpar juga harus turut membantu memantau gelagat tersebut. Bahkan, Budpar wajib membantu masyarakat Kerinci melestarikan dan mengembangkan kebudayaannya sehingga terproteksi dari klaim negara lain yang mengancam," tandasnya.

sumber : Kompas

Saturday, March 26, 2011

FIFA Tinggalkan Pekanbaru, "Kongres PSSI dibatalkan"

Minggu, 27 Maret 2011 00:19 WIB

Kongres PSSI Pekanbaru Kembali Ricuh

Pekanbaru - Kongres PSSI dengan agenda utama pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan di Hotel Premiere, Pekanbaru, Sabtu malam kembali ricuh.

Pemilik suara yang tergabung dalam Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) mendesak masuk ke lokasi kongres, namun dihalang-halangi oleh pasukan keamanan yang diturunkan panitia.

Akibatnya sempat terjadi aksi dorong, sehingga

pintu ruang lokasi kongres terbuka. Selanjutnya seluruh pemilik suara yang mengklaim dirinya sah untuk mengikuti kongres langsung menduduki kursi yang telah disiapkan.


Meski peserta sudah masuk ke lokasi kongres, belum ada satupun pihak pengurus PSSI selaku pelaksana kongres duduk di depan peserta kongres yang ada. Dengan demikian, kongres yang sesuai rencana dibuka pukul 19.30 WIB, hingga saat berita ini di turunkan belum dimulai.


"Kita adalah pemilik suara sah PSSI. Untuk klub yang punya hak adalah Ketua dan Sekretaris," kata salah satu pemilik suara yang juga Ketua Umum Persiba Balikpapan, Syahrir Taher, dihadapan peserta kongres.


Peserta yang datang dari pengurus provinsi PSSI, klub Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, Divisi I hingga Divisi III, tetap bertahan di lokasi kongres, meski belum satupun petinggi PSSI tiba di lokasi kongres.
  
Exco PSSI Gelar Rapat Mendadak

Jakarta  - Komite Eksekutif (Exco) PSSI menggelar rapat mendadak menyusul adanya kericuhan jelang pembukaan Kongres PSSI di Hotel Premiere, Pekanbaru, Sabtu malam.

Kongres PSSI yang agenda utama yakni pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan seharusnya berlangsung pukul 19.30 WIB.

"Melihat kondisi yang ada. Komite Eksekutif (Exco) gelar rapat, dan minta penjelasan situasi sebenarnya," kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes di Hotel Arya Duta Pekanbaru, Sabtu malam.

Exco akan gelar rapat lanjutan pada Sabtu malam ini. "Kita tunggu rapat hasil rapat Exco itu," katanya.

Sebelumnya, Kongres PSSI dengan agenda utama pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan di Hotel Premiere, Pekanbaru, Sabtu malam kembali ricuh.

Pemilik suara yang tergabung dalam Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) mendesak masuk ke lokasi kongres, namun dihalang-halangi oleh pasukan keamanan yang diturunkan panitia.

Akibatnya sempat terjadi aksi dorong, sehingga pintu ruang lokasi kongres terbuka. Selanjutnya seluruh pemilik suara yang mengklaim dirinya sah untuk mengikuti kongres langsung menduduki kursi yang telah disiapkan.

Meski peserta sudah masuk ke lokasi kongres, belum ada satupun pihak pengurus PSSI selaku pelaksana kongres duduk di depan peserta kongres yang ada. Dengan demikian, kongres yang sesuai rencana dibuka pukul 19.30 WIB, hingga saat berita ini di turunkan belum dimulai.

"Kita adalah pemilik suara sah PSSI. Untuk klub yang punya hak adalah Ketua dan Sekretaris," kata salah satu pemilik suara yang juga Ketua Umum Persiba Balikpapan, Syahrir Taher, dihadapan peserta kongres.

Peserta yang datang dari pengurus provinsi PSSI, klub Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, Divisi I hingga Divisi III, tetap bertahan di lokasi kongres, meski belum satupun petinggi PSSI tiba di lokasi kongres.
  
Panitia Batalkan Kongres PSSI

 Jakarta  - Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang seyogyanya digelar malam ini di Pekan Baru, Riau, batal, dan panitia menyatakan pembatalan karena masalah keamanan.

Dalam jumpa pers Ketua Panitia Kongres PSSI Indra Mukhlis Adnan bersama Sekjen PSSI Nugraha Besoes dan sejumlah pengurus lainnya di Pekan Baru Sabtu malam diumumkan mengenai pembatalan itu.

Menurut Indra Mukhlis, pihaknya sudah berkoordinasi dengan FIFA mengenai situasi yang berkembang di Pekan Baru yang dinilainya tidak kondusif, sehingga FIFA sepakat bahwa Kongres ditunda.

Indra mengatakan tidak berani menjamin keamanan para peserta sehingga memutuskan untuk membatalkan Kongres, meski ia sendiri mengaku belum meminta pertimbangan kepada aparat keamanan mengenai situasi di Pekan Baru.

Nugraha Besoes menyatakan tidak ingin terjadi keonaran, kerusuhan, atau pun kericuhan di Pekan Baru yang pada PON mendatang akan menjadi tuan rumah, oleh karenanya ia sepakat Kongres dibatalkan.

Ini menyangkut citra Pekan Baru yang akan menjadi tuan rumah PON mendatang, dan PSSI lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, kata Nugraha Besoes.

Dalam jumpa pers yang disiarkan langsung oleh sesuah stasiun televisi swasta itu tidak dijelaskan sampai kapan Kongres ditunda dan apakah akan tetap digelar di Pekan Baru, Riau atau di daerah lain.
  
Komite Pemilihan dan Banding PSSI Terbentuk

 Pekanbaru  - Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan pengurus PSSI periode 2011-2015 terbentuk melalui kongres yang demokratis di Hotel Premiere Pekanbaru, Sabtu.


Pembentukannya sendiri dilakukan oleh pemilik suara PSSI yang berhasil mengambil alih jalannya kongres yang sebelumnya dikendalikan oleh PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid.


Pengambilalihan dilakukan setelah mayoritas pemilik suara memaksakan dirinya masuk ke ruang kongres setelah sebelumnya tidak bisa masuk karena pintu lokasi kongres masih dalam keadaaan tertutup.


Akibat kejadian tersebut pihak PSSI melalui Sekjen PSSI Nugraha Besoes membatalkan jalannya kongres, hanya saja pembatalan tidak dilakukan di Hotel Premiere namun dilakukan di Hotel Aryaduta dimana seluruh pengurus PSSI menginap.


Dengan terbentuknya Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan selanjutnya akan berkerja untuk melaksanakan kongres pemilihan Ketua Umum dan Wakil serta anggota EXCO PSSI periode 2011-2015 yang akan digelar sebelum 30 April nanti.


Adapun personel Komite Pemilihan yang berhasil dibentuk oleh pemilik suara adalah :


  • Ketua : Harbiyansah Hanifah
  • Wakil Ketua : Wisnu Wardhana
  • Sekretaris : Hadiyandra
  • Anggota : M. Yasin
  • : Dirk Soplanit
  • : Usman Pakaubun
  • : Erizal Anwar
  • Komite Banding :
  • Ketua : Ahmad Riyadh
  • Wakil Ketua : Umuh Muchtar
  • Anggota : Rio Dinamore
  • Anggota Pengganti : Muchdar
  • : Abdulah Palla.(*)

 Perwakilan FIFA Sudah Tinggalkan Pekanbaru



Jakarta  - Perwakilan Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) Frank Van Hattum sudah meninggalkan Pekanbaru, Riau, Sabtu malam, menyusul dibatalkannya Kongres PSSI.

Pembatalan kongres sendiri dilakukan oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes yang mengaku sebelumnya telah melakukan rapat mendadak dengan perwakilan FIFA, AFC, serta seluruh anggota EXCO PSSI di Bandara Pekanbaru.

"Setelah berbicara dengan wakil FIFA, Frank Van Hattum dan wakil AFC JC Mutiah, kami sepakat membatalkan pelaksanaan kongres. Di mata FIFA ini bukan lagi soal keamanan, namun sudah menyangkut masalah keselamatan," kata Nugraha.

Menurut dia, pertemuan itu berlangsung di Bandara Syarif Kasim II sekitar pukul 20.15 WIB.

Dalam jumpa pers Sekjen didampingi Ketua Panitia Kongres PSSI Indra Mukhlis Adnan dan sejumlah pengurus lainnya di Hotel Arya Duta Pekan Baru.

Menurut Indra Mukhlis, pihaknya sudah berkoordinasi dengan FIFA mengenai situasi yang berkembang di Pekan Baru yang dinilainya tidak kondusif, sehingga FIFA sepakat bahwa Kongres ditunda.

Indra mengatakan tidak berani menjamin keamanan para peserta sehingga memutuskan untuk membatalkan Kongres, meski ia sendiri mengaku belum meminta pertimbangan kepada aparat keamanan mengenai situasi di Pekan Baru.

"Kami menggelar kongres dengan harapan agar segala masalah di tubuh PSSI bisa dituntaskan di Riau dengan cara berbudaya," katanya.

Namun, kata Indra, atas saran FIFA pihaknya tidak berani meneruskan kongres karena kondisi di lokasi tidak memungkinkan. "Saya minta agar kongres ini batal dan dikembalikan kepada PSSI. Kami sebagai pengprov PSSI Riau angkat tangan. Sejak awal memang sudah tampak tak ada silaturahmi yang baik, diantara peserta, apalagi menyangkut keamanan peserta," ujarnya.

Nugraha Besoes menyatakan tidak ingin terjadi keonaran, kerusuhan, atau pun kericuhan di Pekan Baru yang pada PON mendatang akan menjadi tuan rumah, oleh karenanya ia sepakat Kongres dibatalkan.

Ini menyangkut citra Pekan Baru yang akan menjadi tuan rumah PON mendatang, dan PSSI lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, kata Nugraha Besoes.

Sumber : Antara

Friday, March 25, 2011

Lion Air "Mengusir" Roy Suryo, "Kesalahan" Lion Air?, "Roy Siap Dikonfrontasi"

Sabtu, 26 Maret 2011 | 15:06 WIB

YOGYAKARTA - Mungkin baru kali ini pakar telematika dipermalukan oleh sebuah maskapai penerbangan. Kejadian heboh yang menjadi perbincangan ramai di Twitter terjadi
pada Sabtu (26/3/2011) pagi tadi di pesawat Lion Air. Roy Suryo, anggota Komisi I DPR, terlibat keributan dengan seorang penumpang gara-gara berebut kursi pesawat dan diusir dari pesawat.

Kejadian heboh itu berawal dari tweet seseorang dari akun @ernestprakasa. Disebutkan di situ, @ernestprakasa menumpang pesawat Lion Air pukul 06.15 menuju Yogyakarta. Tanpa ia ketahui, nomor kursinya ternyata sama dengan nomor kursi di tiket milik Roy Suryo dan istrinya.
"Pas di cek, trnyata, *jreng2* tiket Roy Suryo a/ u/ flight jam 7.45, bukan 6.15. Tapi dia kekeuh ga mo turun, pk bw2 nama dir.Lion Air," katanya di Twitter.

Di sinilah kehebohan itu terjadi karena sempat terjadi adu mulut antara Roy dan para penumpang. Perintah yang meminta Roy segera turun juga bergema di pesawat. Sang pilot bahkan disebutkan emosi akibat insiden ini. Sampai akhirnya petugas bandara mendatangi Roy Suryo dan menjelaskan persoalan sebenarnya.

Kehebohan selesai. Roy Suryo akhirnya turun dari pesawat. @ernestprakasa pun bisa duduk di kursi pesawat "miliknya" yang sudah ditinggalkan politisi Demokrat itu.

Berdasarkan pantauan di akun Twitter milik Roy Suryo setelah kejadian itu, Roy memang tidak membantah soal kejadian ini. Hanya, Roy berkilah dengan mengatakan dirinyalah yang mengalah dan menilai bahwa kesalahan justru ada di pihak Lion Air yang membuatnya bisa tercatat di kursi yang sama.

Hal itu seperti yang disebutkannya melalui akun @RMTRoySuryo, "Tweeps Yth, karena ada issue dari soal Lion Air, maka saya memang perlu klarifikasi: Yg BENAR saya justru MENGALAH atas Double seat. Tks."

Pada akun selanjutnya, Roy juga mengeluarkan pernyataan lain di @KRMTRoySuryo: "Tweeps Yth, jadi karena saya sangat tahu etika bahwa posisi selaku Wakil Masyarakat, maka saya yg MENGALAH & bahkan BERANI MINTA MAAF." 

Lion Air Cek Insiden Roy Suryo di Dalam Pesawat   

 Jakarta - Anggota Komisi I DPR Roy Suryo terlibat keributan dengan penumpang lain gara-gara rangkap kursi pesawat Lion Air. Lion Air akan mengecek hal itu.

"Saya cek dulu," ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait, kepada detikcom, Sabtu (26/3/2011).

Menurut Edward, pihaknya akan mengecek dokumen Roy Suryo dan penumpang @ernestprakasa. Oleh karena itu hingga saat ini pihaknya belum bisa mengomentari pernyataan Roy jika Lion Air-lah yang bersalah atas insiden itu.

"Kalau kita ngecek dokumen yang ada saja. Kita bicara dokumen saja. Masalah cari yang salah atau benar nanti dulu," tutur Edward.
Kisah ini awalnya muncul di situs jejaring sosial twitter oleh seseorang dengan akun @ernestprakasa. Saat itu, @ernestprakasa naik pesawat Lion Air pukul 06.15 WIB ke Yogyakarta. Namun di nomor kursi yang sama ada Roy Suryo dan istrinya.

"Pas di cek,trnyata, *jreng2* tiket Roy Suryo a/ u/ flight jam 7.45,bukan 6.15. Tapi dia kekeuh gamo turun,pk bw2 nama dir.Lion Air," tulisnya di twitter.

Sempat terjadi adu mulut antara Roy dan para penumpang. Bahkan teriakan meminta Roy segera turun pun bergema di pesawat. Sang pilot bahkan disebutkan emosi akibat insiden ini.

Khawatir terlalu gaduh, petugas bandara kemudian menghampiri Roy dan menjelaskan persoalan yang ada. Politisi Demokrat itu pun turun. Sementara @ernestprakasa bisa duduk di kursi pesawat yang ditinggalkan Roy.

Saat dikonfirmasi, Roy tidak membantah soal kejadian ini. Namun dia menilai kesalahan justru ada di pihak Lion Air yang membuatnya bisa tercatat di kursi yang sama.

Roy menolak jika dikatakan tiketnya untuk pukul 07.45 WIB. Yang jelas, dia merasa sudah meminta maaf dan mengalah atas insiden tersebut.

"Memang ada double seat, saya justru yang mengalah. Awalnya saya mau naik Garuda, tapi nggak ada. Lalu diupayakan Lion Air pukul 06.15 WIB. Ternyata kursi yang sama. Itu Lionnya yang salah, bisa diconfirm ke sana," jelas Roy saat dihubungi, pagi ini.

Roy Suryo: "Saya Siap Dikonfrontasi"

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo bersedia dikonfrontasi dengan pihak-pihak yang dianggapnya telah mendiskreditkan dirinya terkait peristiwa kehebohan di pesawat Lion Air yang ramai dibicarakan di Twitter, Sabtu (26/3/2011). Meski mengakui soal kehebohan di pesawat Lion Air itu memang tentang dirinya, anggota Komisi I DPR ini membantah telah diusir pihak Lion Air dari pesawat yang ditumpanginya Sabtu pagi dan menuding kesalahan kepada pihak Lion Air.

"Saya siap dikonfrontasi oleh semua pihak yang diceritakan oleh orang yang memiliki akun @ernestprakasa di Twitter. Memang, ada penumpang yang marah, tapi akhirnya penumpang tepuk tangan karena saya meminta maaf ke semua penumpang. Sekali lagi, saya tidak diusir dari pesawat," bantah Roy Suryo, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/3/2011). 

Roy melanjutkan, kehebohan di pesawat Lion Air itu merupakan kesalahan double seat yang dilakukan pihak Lion Air. Karena itu, kata Roy, ia mengaku tidak diusir dari pesawat, tetapi turun bersama istrinya. Pihak Lion Air pun saat itu langsung mencarikan pesawat pengganti untuk Roy dan istrinya.

"Tidak ada cerita saya dimarahi pilot di pesawat seperti yang dikatakan di akun Twitter milik Ernest itu. Dia (Ernest) mengumbar cerita kalau saya dimarahi pilot. Itu tidak benar dan mendiskreditkan saya. Kalaupun itu terjadi, pilot itu sudah salah," kata Roy.

Ihwal Kapten Vinno yang disebutkan telah memarahi Roy Suryo di Twitter, politisi asal Partai Demokrat ini mengaku justru tidak pernah bertemu dengan kapten yang bernama Vinno tersebut.

"Wong saya tidak ketemu, bagaimana dia (Vinno) marah-marah. Saya turun pesawat baik-baik kok. Setelah muncul orang bernama Pak Volta yang membantu saya check in ke Lion, kemudian saya diantar oleh Pak Buana pindah pesawat," kata Roy.

Seperti diberitakan, kejadian heboh menjadi perbincangan ramai di Twitter pada Sabtu (26/3/2011) terkait diusirnya pakar telematika Roy Suryo di pesawat Lion Air. Roy Suryo diceritakan terlibat keributan dengan seorang penumpang gara-gara berebut kursi pesawat dan diusir dari pesawat.

Kejadian heboh itu bermula dari tweet seseorang di akun @ernestprakasa. Pemilik akun @ernestprakasa diketahui menumpang pesawat Lion Air pukul 06.15 menuju Yogyakarta. Tanpa ia ketahui, nomor kursinya ternyata sama dengan nomor kursi di tiket milik Roy Suryo dan istrinya.

"Pas di cek, trnyata, *jreng2* tiket Roy Suryo a/ u/ flight jam 7.45, bukan 6.15. Tapi dia kekeuh ga mo turun, pk bw2 nama dir.Lion Air," katanya di Twitter.

Di sinilah kehebohan itu terjadi karena sempat terjadi adu mulut antara Roy dan para penumpang. Perintah yang meminta Roy segera turun juga bergema di pesawat. Sang pilot bahkan disebutkan emosi akibat insiden ini. Sampai akhirnya petugas bandara mendatangi Roy Suryo dan menjelaskan persoalan sebenarnya.

sumber : Kompas, detik

Wednesday, March 23, 2011

Megawati: Pembangunan Transportasi Tidak Jelas, Tanpa Perencanaan, Please Jangan Impor yang Kita Punya

Kamis, 24/03/2011 11:19 WIB

Megawati: Arah Pembangunan Transportasi Tidak Jelas

 Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai pembangunan infrastruktur transportasi saat ini tidak jelas. Pembangunan baru sekedar konsep megah yang tak kunjung terlaksana.

"Transportasinya tidak jelas-jelas. Kemana maunya ini," kata Megawati saat menyampaikan keynote speech dalam Seminar Nasional Pembangunan Infrastruktur Transportasi untuk Kesejahteraan Rakyat  di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3/2011).

Hadir dalam seminar antara lain, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua MK Mahfud MD, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Mantan Menhub Jusman Syafii Djamal dan mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim.

Megawati mengatakan, pembangunan infrastruktur transportasi hendaknya terus dilakukan tanpa henti. Menyitir filosofi pembangunan di India, Megawati mengatakan, betapapun sulitnya pendanaan, pembangunan infrastruktur transportasi harus terus bergerak.

"Kenapa kita berpikir maunya hebat, tapi implementasi tidak dibuat, mari kerjakan dulu apa yang ada," kata presiden kelima RI ini.

Dia mencontohkan, dalam membangun infrastruktur transportasi di daerah terisolir, janganlah dulu berpikir sulitnya pendanaan.

"Yang terpenting buka dulu desanya, yang penting ada pergerakan. Kalau ada uang buat jalan 1 km dulu, nanti punya duit lagi 2 km. Kalau mikir sulitnya uang, nanti tidak jadi-jadi," tutur Megawati.

Megawati juga mengaku kesal dengan pembangunan infrastruktur transportasi Indonesia yang tertinggal dari India dan Cina. Padahal, jumlah penduduk Indonesia jauh lebih sedikit dari kedua negara itu.

"Mohon maaf kesel, padahal kalau saya melihat jumlah (penduduk) kita cuma seperapat jumlahnya dari mereka," keluhnya.
Acara seminar yang diisi Megawati itu cukup menyedot perhatian pengunjung. Sekitar 200 orang menghadiri acara yang digelar di ruangan KK II DPR tersebut.
  
Megawati: Pembangunan Saat Ini Tanpa Perencanaan

Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini tanpa perencanaan berkesinambungan.

"Pemerintah saat ini tidak memiliki GBHN (Garis Garis Besar Haluan Negara) yang mengatur arah kebijakan negara," katanya saat menjadi pembicara kunci dan membuka seminar nasional "Pembangunan Infrastruktur Transportasi" di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Seminar nasional tersebut menghadirkaqn pembicara Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Emil Saliem, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Menteri Perhubungan Djusman Syafi`i Djamal, dan pakar geologi Surono.

Menurut Megawati, tidak adanya GBHN sehinggga mengetahui pembangunan apa yang direncanakan selama lima tahun ke depan.

Pemerintah dulu, kata dia, menerapkan GBHN yang merupakan induk dari arah kebijakan negara, tapi setelah reformasi GBHN dihapuskan sehingga perencanaan pembangunan pemerintah menjadi sangat pendek.

"Saat ini kalau kalau tidak tidak anggaran maka pembangunan menjadi terhenti," katanya.

Mantan Presiden Republik Indonesia ini mengkritik agar cara berpikir seperti itu perlu diubah, yakni tidak berforientasi pada anggaran tapi harus memanfaatkan semua potensi yang ada untuk melakukan pembangunan.

Menurut dia, pembangunan dilakukan tidak harus menunggu ada anggaran yang mencukupi, tapi harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada.

"Dalam pembangunan seharusnya jangan berpikir anggaran dulu, tapi kerjakan apa yang bisa dikerjakan," katanya.

Megawati juga menegaskan, PDI Perjuangan dulu tidak bisa menjadi seperti sekarang karena tidak ada dana, tapi PDI Perjuangan bisa karena mengerjakan apa yang bisa dikerjakan.

Putri mantan proklamator Soekarno ini menambahkan, dulu, Bung Karno ketika menjadi presiden punya konsep yang sangat konseptual yakni pembangunan semesta berencana.

"Konsep Bung Karno itu seperti jejaring laba-laba, yakni mengerjakan apa yang bisa dikerjakan," katanya.

Menurut dia, paradigma masyarakat saat ini sudah berbeda dengan masyarakat zaman dahulu.

Masyarakat saat ini, kata dia, idealismenya sudah menurun dan menjadi pragmatis.  "Paradimga bangsa Indonesia perlu diubah agar mampu melakukan apa saja dengan potensi yang ada," katanya.
(R024)

Megawati: Please Jangan Impor yang Kita Punya  

Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyayangkan banyaknya komoditi yang diimpor oleh pemerintahan saat ini. Padahal, kata dia, komoditi itu tersedia di negeri ini.

"Apa-apa dari Malaysia, apa-apa impor. Saya bukan antiimpor, tapi please apa yang tidak ada (di negeri ini) bolehlah (impor), tapi yg ada jangan. Ini yang namanya berdiri di atas kaki sendiri," kata Megawati.

Hal itu dikatakan Megawati saat menyampaikan keynote speech dalam Seminar Nasional Pembangunan Infrastruktur Transportasi untuk Kesejahteraan Rakyat  di ruang KK II Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3/2011).

Seminar dihadiri sekitar dua ratusan orang yang didominasi kader PDIP. Hadir juga antara lain, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua MK Mahfud MD, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Mantan Menhub Jusman Syafii Djamal, mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim.

Seperti diketahui berbagai komoditi diimpor oleh pemerintah saat ini. Terakhir yang menjadi kehebohan publik, yakni diimpornya ikan dari China ke negeri bahari ini.

Megawati bercerita, pernah dalam sebuah kesempatan kunjungan ke luar negeri ia ditanya orang asing tentang apa saja yang ada di Indonesia. Namun, ia balik bertanya, "Sebut saja apa yang ingin Anda ketahui, ada di Indonesia?"

"Gold ada, ikan banyak, minyak ada, sawit ada, sayuran ada, batubara ada. Apa yang tidak kita punya saudara-saudara?" seru Megawati disambut tepuk tangan para hadirin.

Megawati mengatakan, hampir semua komoditi ada di negeri ini. "Tinggal urusannya kebanggaan diri dan mau kerja nggak?" ucap Megawati yang memakai terusan batik ini.

Megawati mengaku prihatin dengan daya juang bangsa yang menurutnya tidak ada lagi. "Kita jadi orang yang sangat pragmatis. Idealisme makin hari makin menurun. Tidak ada lagi ide kreatif yang bekerja bagi negerinya," jelasnya.


sumber : detik, Antara

Tuesday, March 22, 2011

Hah..Pelaku Teror Bom "Anak Kelas 5 SD"?

Selasa, 22 Maret 2011 16:24 WIB

 BIN Sedang Dalami Teror Bom Buku

Jakarta  - Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Polisi (Purn) Sutanto mengatakan bahwa BIN sedang mendalami kasus teror bom dengan modus kiriman paket buku yang dikirimkan ke sejumlah sasaran belum lama lalu.

"Kesulitan yang dihadapi intelijen karena pelaku teror tidak akan munculkan diri, sehingga perlu dilakukan pendalaman," kata Sutanto usai menghadiri rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Intelijen Negara di Komisi I DPR RI di Jakarta, Selasa.

Sutanto menegaskan, dirinya belum bisa menjelaskan perihal teror bom buku yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya karena BIN masih melakukan pendalaman.

Mantan Kapolri ini meminta agar pers tidak menanyakan substansi pendalaman agar tidak mengganggu proses penyelidikan.

"Perkembangannya belum bisa saya sampaikan sekarang karena sedang didalami," katanya.

Ketika dikatakan, BIN kecolongan dengan munculnya teror bum buku di Jakarta dan sekitarnya, menurut dia, teror bom tidak hanya terjadi di Indonesia, di luar negeri pun terjadi teror bom.

Menurut dia, di Amerika Serikat juga ada teror ketika gedung WTC di New York ditabrak oleh pesawat pada 11 September.

Munculnya teror bom buku saat ini, kata dia, bukan berarti intelijen kecolongan, karena sejak tahun 2002 hingga sekarang sudah banyak pelaku teror yang berhasil diungkap sebelum terjadi peristiwa peledakan bom.

"BIN telah bekerja optimal mengantisipasi teror bom. Antisipasi terhadap teror di Indonesia sudah cukup cepat. Itu berarti antisipasi teror di Indonesia sudah cukup bagus," ujarnya.

Terhadap teror bom buku, menuurt dia, BIN masih terus melakukan pendalaman dan belum bisa dijelaskan saat ini.

"Kalau saya mengatkan perkembangan, sama saja saya memberi tahu," katanya. 

Polri: Kurir Pengirim Paket Bom Buku Terlacak

 Jakarta (ANTARA News) - Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kombes Pol Boy Rafli Amar, mengatakan bahwa saat ini kurir pengirim paket bom buku pada empat lokasi sudah terlacak.

"Kurir pengirim paket bom buku di beberapa tempat di Jakarta telah terlacak," katanya di Jakarta, Selasa.

Boy mengatakan, dalam waktu yang tidak lama lagi pelaku teror bom ini akan terungkap.

"Ada perkembangan yang sementara postitif," katanya.

Boy mengatakan, saat ini polisi tidak bisa banyak mengekspos hasil penyelidikan, karena dikhawatirkan mengganggu pengungkapan kasus.

Sebelumnya, pria tidak dikenal mengirimkan paket bungkusan buku yang berisi bom pada tiga lokasi yang berbeda pada Selasa (15/3).

Pengiriman paket bom ditujukan kepada pimpinan Komunitas Utan Kayu, Ulil Abshar Abdalla, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gories Mere, dan tokoh Pemuda Pancasila, Yapto S. Soeryosumarno.

Kemudian hari Rabu (16/3) ancaman paket bom ditujukan kepada musisi Ahmad Dhani.

Paket bom yang dikirim pelaku kepada Ulil, sempat meledak saat Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestro Jakarta Timur, Komisaris Polisi Dody Rahmawan, mencoba menjinakkannya.

Ledakan paket bom berupa buku itu, melukai tiga orang, yakni Kompol Dody Rahmawan, Ipda Bara Libra Sagita, serta petugas satuan pengamanan (satpam), Mulyana.
  
Pelaku Teror Bom Ternyata Murid SD

Surabaya (ANTARA News) - Pelaku teror bom pada gerai "Pizza Hut" di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, Jawa Timur (17/3), ternyata seorang siswa sekolah dasar (SD).

"Setelah dilakukan penyelidikan melalui deteksi sinyal, hasilnya mengarah di suatu lokasi. Saat kami datangi, ternyata pelakunya anak SD dan dia mengakui semua perbuatannya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo, di Surabaya, Selasa.

Bocah berinisial AN (12) itu masih duduk kelas lima SD dan tinggal di kawasan Surabaya Timur. Polisi tidak menahannya, namun mewajibkan AN untuk melapor ke polisi selama dua kali sepekan.

Ketika dimintai keterangan oleh penyidik, AN mengaku ia hanya iseng melakukan aksi ancaman akan meledakkan bom. Sambil didampingi ibunya, AN menegaskan pihaknya tidak memiliki maksud lain kecuali hanya main-main.

"Pelaku mengaku hanya iseng dan tidak ada maksud apapun," papar Anom menegaskan.

Sebelumnya dilaporkan, gerai "Pizza Hut" Surabaya menerima ancaman teror bom, Rabu (17/3) malam.

Ancaman berasal dari telepon bersuara laki-laki yang diterima salah seorang karyawan di bagian pemesanan makanan.Tentu saja ancaman tersebut membuat panik dan melaporkannya ke manajemen, dan ke aparat kepolisian.

Tim Gegana Brimob Polda Jatim langsung melakukan penyisiran di setiap gerai dan sudut ruangan.
 
sumber : antaranews

Sunday, March 20, 2011

Hindari Jalan Ampera, Baasyir "Walk Out", 140 Juta Untuk Abu Tholut?

Senin, 21 Maret 2011 | 10:41 WIB

Ada Sidang Baasyir, Hindari Jalan Ampera Raya

Jakarta - Sidang Abu Bakar Baasyir kembali digelar hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Jl. Ampera Raya, Jakarta Selatan. Pengguna jalan diimbau menghindari jalan tersebut karena dikhawatirkan terjadi kemacetan karena rawan demonstrasi.

"Hindari Jl. Ampera Raya, imbas kegiatan sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan diperkirakan menimbulkan kepadatan lalu
lintas," tulis akun twitter TMC Dit Lantas Polda Metro Jaya, Senin (21/3/2011).

Rencananya sidang Abu Bakar Baasyir akan dimulai pukul 09.00 WIB. Polisi memperkirakan ratusan pendukung Baasyir akan memadati Jl Ampera Raya. Mengingat tidak semua pendukung boleh masuk ke ruang sidang.

Seperti diketahui, pengamanan super ketat dilakukan setiap sidang Baasyir digelar. Terutama ketika kendaraan tahanan dan kendaraan lapis baja polisi mengawal Baasyir masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Belum lagi ratusan polisi dan kendaraan anti huru hara yang bersiaga di depan Kantor Pengadilan. Karena itu pembaca sebaiknya memilih jalur alternatif saja.

Selain itu, sebaiknya pembaca juga menghindari Jl Iskandarsyah arah Blok M. Karena TMC Polda Metro Jaya melaporkan adanya penyempitan jalan akibat pembangunan fly over.

Baasyir Kembali "Walk Out"

Terdakwa kasus terorisme, Abubakar Baasyir kembali "walk out" atau tak hadir di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/3/2011). Alasan Baasyir, menolak pemeriksaan saksi melalui telekonferensi. Tampak kursi yang seharusnya ditempati Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu kosong. Begitupun dengan kursi para kuasa hukum Baasyir.

Diketahui, Baasyir selama persidangan hari ini berada di ruang tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menyaksikan keterangan saksi melalui telekonferensi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Baasyir tetap menolak proses persidangan yang memeriksa enam saksi secara telekonferensi. Kuasa hukum Baasyir ketika dihubungi terpisah, Achmad Michdan, menilai, pemeriksaan saksi secara telekonferensi tidak adil bagi kliennya.

"Kami sejak awal menginginkan agar prosesnya lebih transparan. Saksi-saksi dihadapkan ke persidangan. Kalau mereka keberatan dipertemukan dengan terdakwa (Baasyir), bisa saja terdakwa di luar persidangan (ruang sidang) dan saksi diperiksa di ruang sidang. Kami ingin fairness style," katanya, saat dihubungi Kompas.com, pagi tadi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, tiga orang saksi menjalani pemeriksaan secara telekonferensi. Saksi kedua, Mujahidul Haq alias Mujahidin bin Abdul Wahab, sempat meminta dihadirkan langsung di ruang sidang. Namun, permintaannya ditolak majelis hakim.

"Kalau bisa dihadapkan hari ini saja langsung di persidangan, kalau bisa. Meskipun sudah ditandatangani telekonferensi, mohon maaf bapak hakim," ujar Mujahidul.  

Abu Tholut Akui Terima Rp 140 Juta 

Salah satu terdakwa kasus dugaan terorisme di Aceh, Imron Baihaqi atau Abu Tholut, mengatakan bahwa dirinya menerima dana Rp 140 juta dari Ubaid dan Abdul Haris untuk biaya pelatihan militer di Pegunungan Jantho, Aceh Besar. Hal itu disampaikannya saat bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Abu Bakar Baasyir melalui telekonferensi di PN Jakarta Selatan, Senin (21/3/2011).

"Saya tidak pernah meminta (uang). Tapi menerima uang. Yang pertama 40 juta, kedua 100 juta. (uang) 40 juta dari Ubaid, 100 juta dari Abdul Haris pada 2010 Januari," ujar Abu Tholut.

Menurut dia, dana Rp 40 juta dari Rp 140 juta yang diterimanya digunakan sebagian untuk dirinya, untuk Dulmatin, dan diberikan kepada Abdullah Sonata untuk keperluan survei pelatihan militer di Aceh.

"20 juta saya serahkan ke Dulmatin, itu atas permintaan Beliau untuk kepentingan transportasi, akomodasi, dan lain-lain. 10 juta saya serahkan ke Abdullah, dan 10 juta saya pegang untuk transportasi dan harian saya sendiri," paparnya.

Sedangkan dana Rp 100 juta sisanya untuk pembelian senjata api, pembayaran rumah kontrakan, uang muka membeli sebuah mobil, dan untuk dirinya sendiri.

"Sebanyak 22,5 juta untuk pembelian satu pucuk senjata api, AR 15 dan pelurunya. Kemudian yang 15 juta pembayaran pistol buatan Belgia, otomatik dari saudara Maulana (alm). 10 juta untuk membayar kontrakan di Tegal, untuk saya dan saudara Kirno, Rp 20 juta untuk uang muka mobil Xenia. Kemudian sisanya untuk keperluan saya ke sana kemari dan kontrakan di Bekasi," rinci Abu Tholut.

Abu Tholut bergabung sebagai anggota Jamaah Anshori Tauhid (JAT) pada 2008. Dia mengenal Abubakar Baasyir sebagai Amir JAT. Sebelum bergabung di JAT, Abu Tholut mengikuti pelatihan militer di Afganistan dan Filipina.

"Tahun 1985-1990 saya pernah di Afganistan, tahun 2000 di Filipina," katanya.  
sumber : Kompas, detik

Saturday, March 19, 2011

Erlinda "Sang Penabur Bom Yang Turun Kasta"?

Sabtu, 19/03/2011 13:09 WIB

Kelas Pelaku Teror Bom Menurun   

Jakarta - Pelaku teror paket bom bisa berasal dari kelompok baru atau lama. Namun siapa pun pelakunya, aksi teror tersebut menunjukkan bahwa jaringan teroris sedang turun kelas karena jangkauan dan targetnya yang mengecil dibanding sebelum-sebelumnya.

Pengamat terorisme, Noorhuda Ismail menyatakan bom yang dikirim ke sejumlah tokoh dan lembaga, hanya digunakan untuk teror. Bukan membunuh dalam jumlah massal. Ini berbeda dengan bom-bom sebelumnya.

"Mereka benar-benar kesulitan dana sekarang. Yang mereka buat, skalanya kecil. Jadi seperti turun kasta," katanya saat ditemui di rumahnya, Kawasan Tembalang, Semarang, Sabtu (19/3/2011).

Huda menjelaskan, terjadi pergeseran pola serangan teror. Tak lagi simbol-simbol internasional, melainkan tokoh-tokoh yang dianggap menghambat gerakan Islam.

Direktur Yayasan Prasasti Perdamaian ini mencontohkan, Ulil dianggap musuh karena punya tafsir Liberal atas Islam, Hendardi kerap melaporkan gerakan intoleran, Ahmad Dhani dan Yapto dianggap punya keterkaitan dengan Yahudi, dan lain-lain.

"Ini disebut near enemy (musuh dekat). Kalau dulu, mereka mengarah ke far enemy (musuh jauh), simbol-simbol internasional," jelas penulis buku "Temanku, Teroris?" ini.

Huda menyatakan, aksi "turun kasta" ini bisa jadi merupakan ruang latihan bagi generasi baru. Selanjutnya, mereka bisa melakukan aksi lebih besar. Terutama jika dukungan dana mengucur dan soliditas kelompok terbangun.

"Mereka akan terus eksis dan muncul secara sporadis, sepanjang tatanan yang mereka harapkan belum terwujud," wanti alumnus St. Andrews University  Skotlandia ini.

 Bungkusan Plastik Mencurigakan Hebohkan Medan  

 Medan - Bungkusan plastik yang ditemukan di halaman gereja di Medan membuat heboh. Karena warga khawatir bungkusan itu berisi bom, aparat polisi pun turun ke lokasi. Sejauh ini bungkusan tersebut belum diketahui apa isinya.

Kantongan plastik warna merah itu ditemukan di dalam halaman depan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Hermon Medan, Jl. Titipapan, Gg. Persatuan, Lr. Pribadi, Medan, Sabtu (19/3/2011). Petugas gereja yang menemukanya langsung melapor kepada polisi.

"Biasanya tidak pernah ada bungkusan di depan gereja itu," kata Herman, salah seorang warga.

Sejumlah aparat polisi sudah berada di lokasi, dan menunggu kedatangan tim Jihandak Brimob Daerah Sumut. Upaya pendeteksian awal sudah dilakukan. Seorang perwira polisi mendeteksi bungkusan itu dan hasilnya diduga ada benda dari logam yang berada di dalam bungkusan itu.

Benda Mencurigakan Juga Ditemukan di Pasar Minggu

Jakarta - Benda mencurigakan juga ditemukan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Polisi pun meluncur untuk mengamankan lokasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Sunarto mengatakan, benda yang diduga bom itu terbungkus plastik hitam. Benda itu tergeletak di Jalan Samali Ujung, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (19/3/2011).

"Sekitar pukul 12.00 WIB kita dapat laporan ada paket mencurigakan terbungkus plastik hitam digeletakkan di pinggir jalan dekat Komplek Elan, Pasar Minggu," kata Sunarto saat dihubungi detikcom.

Sunarto mengatakan, petugas yang meluncur ke lokasi sementara ini hanya mengamankan lokasi dengan memasang police line. "Kita baru mengamankan TKP," kata Sunarto.

Gegana Meluncur ke Lokasi Benda Mencurigakan di Pasar Minggu

Jakarta - Polisi tidak berani mengutak-atik benda dalam plastik hitam mencurigakan yang ditemukan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setelah memasang police line, petugas menunggu Tim Gegana yang sedang meluncur ke lokasi.

"Kita menunggu Gegana datang," kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Sunarto saat dihubungi detikcom, Sabtu (19/3/2011).

Sunarto pun tidak mengetahui apa isi kantong plastik tersebut. "Jadi ya kita belum tahu isinya kantong plastik itu apa. Yang penting kita mengamankan lokasi dulu," katanya.

Benda mencurigakan itu ditemukan di pinggir Jalan Samali Ujung, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dekat Komplek Elan. Belum diketahui siapa yang pertama kali menemukan benda tersebut.

Pengirim Paket untuk Rektor Muhammadiyah di Ciputat Bernama Erlinda

Jakarta - Paket mencurigakan untuk Rektor Muhammadiyah, Dr Masyitoh Chusnan, dikirim oleh Erlinda dari Gedung Tatakan, Kabupaten Pesawahan. Padahal, sang rektor mengaku tidak mengenalnya.

"Nama pengirim Erlinda. Alamat Gedung Tatakan Kabupaten Pesawahan. Kayaknya fiktif alamatnya. Tidak ada nomor rumah dan nomor HP," kata Kapolsek Ciputat, Kompol Alip, dihubungi detikcom, Sabtu (19/3/2011).

Menurut dia, staf rektorat lalu melaporkan paket mencurigakan ini kepada Polsek Metro Ciputat.

"Sudah dilakukan pengecekan. Tidak ada indikasi bom. Alat detonator, rangkaian bom juga tidak ada," ujar Alip.

Tim Gegana lalu berupaya menjinakkan paket mencurigakan tersebut di samping Gedung Rektorat. Menurut dia, tidak ada mahasiswa yang dievakuasi dari gedung itu.

"Isinya kertas. Sekarang, situasi sudah kondusif," kata Alip.   
sumber : Detik

Wednesday, March 16, 2011

Bom Buku Vandalisme?. Bukan Agama?

Kamis, 17/03/2011 01:02 WIB

Psikolog Forensik: Bom Buku Bukan Aksi Teroris, Tapi Vandalisme 

Jakarta - Jika sebagian besar masyarakat menilai aksi bom buku yang ditujukan kepada Ulil Abshar Abdala sebagai aksi terorisme, namun tidak bagi ahli psikologi forensik. Menurut Reza Indragiri Amriel, aksi tersebut hanyalah aksi vandalisme belaka.

"Ayo tiru Amerika Serikat, menyebut kejadian kemarin
sebagai aksi vandalisme. Jangan setiap ada bom, kita serta-merta pakai sebutan terorisme," ujar Reza saat berbincang dengan detikcom, Rabu, (16/3/2011).

Menurut Reza, vandalisme lebih di dorong oleh motif pribadi dengan kalkulasi seadanya. Sedangkan teror sudah terorganisasi sehingga lebih sophisticated.

"Pelakunya tidak sefanatis/semaniak aksi-aksi terdahulu. Barangkali dia sebatas terinspirasi oleh teror bom surat/paket dari Yaman di AS November lalu," tandas staf pengajar kampus Bina Nusantara, Jakarta ini.

Lebih jauh dia menjelaskan sedikitnya ada 6 fakta yang seharusnya tidak membuat masyarakat sepanik sekarang. Pertama yaitu modusnya adalah bom paket sedangkan dulunya bom bunuh diri. Kedua yaitu bahan peledak sekarang kecil sedangkan yang dulu sangat besar.

"Ketiga yaitu sasaran sekarang adalah individu sedangkan dulu bersifat massal," terang psikolog yang pernah menangani Ryan ini.

Keempat, sasaran sekarang adalah orang lokal sedangkan dulunya warga dunia. Kelima yaitu disclosure identitas langsung diketahui sebelum kejadian walau bisa saja palsu, dulunya disclosure setelah kejadian

"Yang terakhir rakitan bom sekarang sederhana, dulunya rumit," tandas Reza.

Lebih Kental Nuansa Politik, Bukan Agama
JAKARTA - Peristiwa teror bom kepada tokoh pluralisme Ulil Abshar Abdalla lebih bernuansa politik dibandingkan agama.

Sejumlah alasan dikemukakan Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid di Jakarta, Rabu (16/3/2011). 

"Terlalu transparan pengirim bom mengungkapkan identitasnya dalam surat. Ia secara jelas menyatakan siapa diri, alamat, serta latar belakangnya," papar Usman.

Padahal, lanjutnya, pelaku teror biasanya tidak ingin identitasnya diketahui. Hal ini justru menimbulkan tanda tanya karena motif agama yang merujuk pada surat masih bersifat prematur. 

"Dalam satu-dua tahun terakhir, Ulil lebih aktif dalam bidang politik," kata Usman, merujuk posisi Ulil yang juga menjadi salah satu Ketua Partai Demokrat bikinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Usman tidak menafikan kemungkinan motif mengaburkan isu pokok, semisal, kekisruhan politik berada di balik peristiwa teror bom tersebut. "Contohnya, kasus terbunuhnya Munir pada 7 September 2004 terjadi beberapa pekan sebelum pilpres putaran kedua pada 20 September 2004," jelasnya. 

Pemberitaan sensitif belakangan ini terkait masalah pemerintahan dan politik, menurutnya, bisa diduga sebagai alasan untuk mengalihkan isu. "Akhirnya, yang menjadi sorotan saat ini seolah-olah ada konflik yang menghadap-hadapkan aktivis prodemokrasi dengan kelompok garis keras agama," ungkap Usman. 

Ia menekankan pula, pilihan waktu teror bisa menegaskan siapa di balik peristiwa ini. "Namun, kita tidak boleh gegabah menuduh pihak tertentu," pungkasnya.

sumber : Kompas, detik

Monday, March 14, 2011

Presiden tidak akan Gugat The Age

Selasa, 15 Maret 2011 03:25WIB

JAKARTA: Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan menggugat dua koran Australis The Age dan Sidney Morning Herald. Meski kedua media cetak itu telah menurunkan laporan yang menyebut SBY terlibat korupsi dan menyalahgunakan wewenang.

The Age dan Sidney Moring Herald mengutip informasi dari situs wikiLeaks. Situs itu membocorkan kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta kepada pemerintah AS. Penegasan Julian itu disampaikan di Istana Bogor, Senin (14/3).

"Saya kira sudah cukup jelas, apa yang mereka akui, Dubes Amerika di Jakarta. Bahwa memang telah ada klarifikasi langsung. Sampai sejauh ini tidak ada langkah secara hukum karena ini telah membuat clear. Mereka telah menyampaikan pula secara resmi," ujarnya.

"Lembaga kepresidenan menghargai kebebasan untuk menyampaikan informasi di publik sebagaimana yang dilakukan kedua harian Australia itu. Ya tentunya itu yang dimaksud dengan demokrasi," kata Julian.

Lebih jauh Julian mengucapkan apresiasinya atas pemuatan hak jawab SBY di kedua media itu. Menurutnya, The Age dan Sidney Morning Heraldsudah menerapkan cover both side. "Itu menunjukkan mereka masih membuka ruang cover both side sebagaimana yang memang hal yang seharusnya dilakukan sesuaikode etik jurnalistik." (Nav/OL-8) 

sumber : MICOM

Saturday, March 12, 2011

Dubes AS Harus Klarifikasi, Busyro: Belum Ada Indikasi?

Sabtu, 12 Maret 2011 | 13:24 WIB

JAKARTA - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel didesak untuk segera memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan koran Australia, The Age dan The Sydney Morning Herald. Desakan diberikan oleh Wasekjen Demokrat Saan Mustofa dan Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq.

"Kedutaan AS harus klarifikasi. Kalau tak bisa dipertanggungjawabkan ini kan bisa kategori fitnah," katanya di Warung Daun Cikini, Sabtu (12/3/2011).

Menurut Anggota Komisi I DPR RI ini, masyarakat seharusnya tak langsung percaya karena pemberitaan tersebut ditulis berdasarkan informasi-informasi dari WikiLeaks.

Mahfudz menyebut informasi WikiLeaks belum didukung oleh data-data yang kuat. Oleh karena itu, tak perlu direspons dengan sangat reaktif.

Bahkan, Mahfudz mempertanyakan motif WikiLeaks melansir
informasi-informasi ini.

Oleh karena informasi yang simpang siur, Saan mengatakan Demokrat juga akan mengambil langkah mendesak Kedutaan AS untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut. "Kami dari partai akan minta Menteri Luar Negeri agar mendesak Dubes AS untuk klarifikasi. Secepatnya," tegasnya.

Demokrat, lanjut Saan, menaruh kepercayaan kepada integritas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Ani Yudhoyono. Menurutnya tak mungkin Presiden SBY melakukan tindakan seperti yang ditulis dalam artikel tersebut. 

 Busyro: Belum Ada Indikasi


YOGYAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK belum akan menindaklanjuti berita yang dimuat harian di Australia, The Age dan The Sydney Morning Herald yang memberitakan adanya dugaan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua KPK Busyro Muqodas menjawab pertanyaan wartawan sebelum tampil sebagai pembicara dalam bedah buku di kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (12/3/2011).

Pada kesepatan tersebut Busyro mengatakan dugaan tersebut masih sekadar berita dan belum ada indikasi. Karenanya belum ada alasan bagi KPK untuk menindaklanjutinya.

Busyro mengakui berita tesebut memang berita menarik, namun belum ada indikasi. Karenanya KPK masih akan menunggu perkembangan kasus tersebut.

Lebih lanjut Busyro mengatakan KPK tidak mudah terjebak untuk bersikap reaktif dalam menanggapi berita koran Australia ini. "Kami terbiasa bekerja dalam suasana yang dingin, kondusif tidak reaktif gitu lho. Jadi ini berita yang menarik, kita tunggu perkembangannya" tegas Busyro.
 Sumber : KOMPAS

Thursday, March 10, 2011

JK: Saya Kira Perlu Pembuktian

Jumat, 11 Maret 2011 | 10:25 WIB

JAKARTA - Selain menyebut Presiden Yudhoyono menyalahgunakan kekuasaan, koran The Age Australia Jumat, (11/3/2011), juga menuduh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membayar jutaan dolar untuk memenangkan suara dalam Kongres Partai Golkar pada Desember 2004.

"Saya kira perlu pembuktian," kata Jusuf Kalla ketika dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (11/3/2011).

Jusuf Kalla yang tengah berada di negeri Jepang ini pun menguak seputar kongres Partai Golkar pada 2004 lalu. Saat itu, Kalla mengaku hanya mempertanyakan perihal akomodasi transportasi peserta kongres Partai Golkar, dan bukannya
melakukan money politic untuk menuju orang nomor wahid di tubuh Golkar.

"Saya tanya kalau (peserta Kongres Golkar) hadir (mengikuti kongres) dan pulang (ke daerahnya) bagaimana untuk bayar tiket mereka. Di mana mereka menginap," ucapnya.

Dalam koran yang mengutip pesan rahasia diplomatik Amerika Serikat menyebutkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara pribadi telah campur tangan untuk memengaruhi jaksa dan hakim demi melindungi tokoh-tokoh politik korup dan menekan musuh-musuhnya serta menggunakan badan intelijen negara demi memata-matai saingan politik dan, setidaknya, seorang menteri senior dalam pemerintahannya sendiri.

Pesan diplomatik AS diperoleh dari WikiLeaks dan diperoleh secara khusus untuk The Age. Laporan tersebut menyebutkan, setelah menjadi Presiden pada tahun 2004, SBY ikut campur tangan dalam kasus yang melibatkan Taufik Kiemas, suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Taufik dilaporkan telah menggunakan kekuasaannya lewat partai yang dipimpin istrinya. Partai terbesar kedua di parlemen Indonesia itu dimanfaatkan untuk berlindung dari penuntutan yang digambarkan diplomat Amerika Serikat sebagai legenda korupsi selama Megawati memimpin.

sumber : Kompas

Monday, March 7, 2011

Perombakan Kabinet Jika Tak Pekan Ini, Reshuffle Batal

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak berbagai kalangan untuk melakukan reshuffle kabinet pada pekan ini juga. Jika tidak dilakukan pada pekan ini, lebih baik tidak usah diwacanakan lagi. Selain menyebabkan ketidakpastian bagi investor, momentum politik reshuffle juga dinilai sudah hilang. Oleh sebab itu, jika tidak dilakukan pecan ini, reshuffle memang tidak ada atau dibatalkan.

Hal itu diungkapkan secara terpisah oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Sofyan Wanandi, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hipi) Ismed Hasan Putero dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada Kompas di Jakarta, Senin (7/3).

"Pekan ini, kalau memang perlu jam ini juga jika akan dilakukan reshuffle kabinet. Kami minta supaya spekulasi politik sekarang ini segera diakhiri agar para menteri di kabinet itu dapat bekerja dengan baik kembali dan partai-partai politik di Senayan dapat berkosentrasi lagi membahas masalah rakyat," tandas Ahmad Muzani.

Menurut Ahmad Muzani, sejak awal partainya tidak pernah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan koalisi yang dipimpin Partai Demokrat. Sudah berkali-kali saya sampaikan penolakan hak angket di voting paripurna DPR kemarin itu, bukan untuk bergabung masuk dengan koalisi pemerintah. Kalau mau mengajak bergabung, kami ada syarat-syaratnya. Memang kami diajak bergabung pekan lalu, tamba hnya.

Tidak Ada "Reshuffle" Dikatakan Muzani, sampai Senin malam ini, partai Gerindra belum mengetahui sama sekali apakah syarat-syaratnya untuk seluruhnya, sebagian atau telah dimodifikasi lagi sudah dipenuhi atau belum oleh Presiden Yudhoyono.

"Jangan-jangan, kami berfikir, reshuffle kabinet itu memang tidak ada. Sebab, jika memang ada, ya, jangan diulur-ulur lagi. Mungkin saja karena belum ada kepastian PDI-Perjuangan dan belum diterimanya syarat Partai Gerindra, lanjutnya seraya menyebutkan pidato Presiden Yudhoyono baru-baru ini hanya untuk menguji loyalitas partai-partai koalisi," katanya.

Adapun Ismed Hasan Putero menegaskan, jika Presiden Yudhoyono tidak mau kehilangan momentum, sebaiknya reshuffle kabinet dilakukan pada pekan ini juga.

"Jangan sampai lewat minggu ini untuk membentuk zaken cabinet (kabinet ahli). Sebab, kinerja kementerian sekarang ini melorot mengingat menteri-menterinya yang mau diganti tidak lagi didengar oleh para eselon di bawahnya. Jadi, harus segera di-reshuffle," ujarnya.

Sementara, menurut Sofyan Wanandi, Presiden Yudhoyono jangan ragu-ragu untuk segera melakukan pergantian kabinet secepatnya hari-hari ini sesuai dengan prinsip the right man of the right place. "Kalau Presiden Yudhoyono memiliki sense of urgent, maka Presiden harus segera melakukan reshuffle kabinet," kata Sofyan. 

sumber : KOMPAS

Saturday, March 5, 2011

Memprihatinkan, Salah Kaprah Pandang Vegetarian

Sabtu, 5 Maret 2011 | 14:17 WIB
BALIKPAPAN - Salah kaprah masyarakat kala mencermati pola makan vegetarian adalah hal yang memprihatinkan. Semakin memprihatinkan ketika data-data ilmiah tentang bagusnya sayuran dan buah, telah terpapar, tetapi hanya segelintir pakar gizi dan nutrisi di Indonesia yang menyuarakannya.
Ketua Indonesia Vegetarian Society yang juga Koordinator International Vegetarian Union (IVU) Asia Pacific Susianto mengatakan, data-data ilmiah tentang kebaikan bervegetarian, telah banyak terpapar. Namun, informasi itu tak terakses.

Para ahli gizi dan nutrisi pun kurang melihatnya. Alhasil, mereka yang sudah meniadakan menu daging dan ikan dalam piring, atau juga telur dan susu-malah dianggap berpotensi kurang gizi, kurang protein, kurang lemak, kurang nutrisi, dan tidak bertenaga.   

Mengutip hasil riset pakar kanker terkenal asal negeri jiran, Malaysia Prof Chris Teo, yang juga gurunya, Susianto menyampaikan, dalam 100 gram daging ayam misalnya, hanya ada kandungan protein 14,5-23,4 gram.

Dalam 100 gram daging sapi hanya 13,6-21,8 gram protein. Tetapi, dalam 100 gram kedelai terdapat protein 34,1-34,3 gram, sedangkan setiap 100 gram kacang hijau, proteinnya 23-24,2 gram.

"Banyak yang beranggapan kalau tidak makan daging maka tubuh lemas, dan tidak bertenaga. Padahal logikanya, sumber tenaga itu berasal dari karbohidrat yang hanya ada di tumbuhan. Nggak ada karbohidrat dari hewan . Kalau kolesterol, itu malah hanya ada di daging hewan," kata Susianto.

Susianto, saat berbicara dalam Talkshow Kesehatan Hidup Sehat dengan Pola makan Vegan , di Balikpapan, Minggu (27/2) lalu, juga mengemukakan keprihatinannya ketika dampak buruk daging justru ditepikan. Aneka penyakit, misalnya, penyebabnya jelas, yakni daging, jerohan.

American Cancer Society-lembaga nonpemerintah di Amerika yang memfokuskan diri pada penanganan kanker-tahun 80-an silam telah memaparkan, 40-60 persen kanker bisa dicegah dengan bervegetarian. Selain itu, American Medical Association juga memaparkan bahwa 90-97 persen penyakit jantung bisa dihindari dengan diet vegetarian.

Banyak pihak, kata Susianto, hanya berpikir dan memfokuskan cara mengobati penyakit, bukan cara mencegah. Kanker pun selalu dilihat dari sudut pandang cara mengobati, yakni dengan kemoterapi. Padahal, kemungkinan sembuh dengan kemoterapi hanya satu persen, alias dari 100 penderita, hanya satu yang sembuh.

Tapi dunia medis memang baru bisa sebatas itu untuk mengatasi kanker. Karenanya, mengapa tidak dicoba cara mencegah dan mengobati kanker dengan pencegahan, yakni mengurangi atau malah tidak mengonsumsi daging. Cara ini lebih hemat, gampang, murah, dan simple, kata Susianto.

Ratu Ayu Dewi (apoteker, yang juga pakar nutrisi dari Universitas Indonesia), dan telah banyak berbicara tentang pentingnya bervegetarian, mengutarakan, zat karsinogenik penyebab kanker, hanya terdapat di daging.

Dalam tubuh, sel-sel kanker akan terpicu dan muncul ketika daging diolah misalnya dibakar, digoreng, atau dipanggang.   

"Bahasa gampangnya yakni, jika mengurangi konsumsi daging, potensi kanker dan penyakit-penyakit lain akan berkurang. Walau demikian, mereka yang bervegetarian juga tak bisa dibilang lepas dari penyakit. Misalnya jika kebanyakan makan gorengan," ucap Ratu Ayu.

Salah satu tanda kebanyakan asupan daging adalah anak-anak sekarang banyak yang mengalami kegemukan (obesitas). "Walau itu juga ditunjang kurang berolah raga. Obesitas saat dewasa, dipicu dari obesitas sejak anak-anak," kata Ratu Ayu.

Akhirnya, menurut Susianto, memang tak bisa dipaksakan masyarakat beralih ke pola makan nabati. Bagaimana pun pilihan apa yang akan disantap, terserah pribadi masing-masing. Tentang bervegetarian yang penting jika dilihat dari sisi kesehatan, juga hanya bisa jalan ketika sudah tercipta pola pikir yang bisa menerima sesuatu hal berdasarkan pengetahuan.

Nah, sekarang tinggal menanti pakar gizi, pakar nutrisi, dan para ahli kesehatan, untuk memaparkan hal sebenarnya tentang kebaikan daging bagi tubuh, tanpa ada yang disembu nyikan (dampaknya). Susianto dan Ratu Ayu bersedia menjawab dengan data-data dan fakta ilmiah.

sumber : Kompas