Wednesday, February 29, 2012

Disudutkan di Sidang Nazar, Anas: Jaka Sembung Naik Ojek

Kamis, 01/03/2012 08:09

Jakarta - Dalam persidangan kasus wisma atlet dengan tersangka M Nazaruddin, nama Ketu Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, kerap disebut-sebut. Misalnya saja Anas disebut pernah menerima US$ 1 juta dari Grup Permai. Apa Komentar Anas?

"Itu bukan kesaksian. Itu dagelan dan dusta yang telanjang," kata Anas kepada detikcom, Kamis (1/3/2012).

Menurut dia, tuduhan-tuduhan kepada dirinya yang muncul di persidangan sangat tidak nyambung. "Dari
logika paling simpel pun tidak nyambung. Jaka sembung naik ojek," cetus Anas.

Heri Sunandar, sopir operasional di bagian keuangan Grup Permai, dalam sidang pada Rabu (29/2) di Pengadilan Tipikor menyatakan pada bulan Maret 2011 Anas dikirimi uang sebesar US$ 1 juta.

Sementara mantan sopir Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis, Hidayat, dalam sidang memberikan kesaksian pernah mengantar langsung mobil-mobil mewah ke kediaman Anas di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Mobil itu dibeli oleh Permai Group. Anas disebut sebagai pimpinan Permai Group.

Hidayat juga menyebut Anas pernah membelikan rumah seharga Rp 1,2 milliar untuk Yulianis. Menurut Hidayat, Anas membelikan rumah untuk Yulianis pada April 2011, beberapa saat sebelum terjadinya penangkapan Sesmenpora Wafid Muharam. Dia mengetahui informasi tersebut langsung dari Yulianis.

sumber : detik

Sunday, February 19, 2012

Belasan Preman Datangi Kamar 2701 Saat Ayung & John Kei Bertemu

Minggu, 19/02/2012 20:19

Jakarta - Bos Bos PT Sanex Steel, Ayung alias Tan Hari Tantono mendatangi kamar yang diduga bernomor 2701, Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat, seorang diri. Saat bertemu dengan John Kei, belasan orang yang diduga sebagai kaki tangan John Kei mendatangi kamar tersebut.

Dalam rekaman CCTV yang didapatkan detikcom, Minggu (19/2/2012), pada 26 Januari pukul 22.30 WIB, sekitar belasan orang pria memasuki kamar 2701, tempat Ayung dan John Kei bertemu. Belasan pria itu  masuk bersama seorang pria yang masuk pertama kali bersama John kei beberapa jam sebelumnya.

Tidak hanya itu, CCTV juga menunjukkan beberapa orang tetap berjaga-jaga di depan kamar hotel sambil terlihat mondar-mandir dan mengecek beberapa pintu kamar hotel yang bertetangga dengan kamar 2701.

Pukul 22.38 WIB, John Kei meninggalkan kamar 2701 bersama beberapa rekannya, termasuk pria yang mengenakan kacamata dan bertampang oriental yang juga sempat masuk ke dalam kamar. Pukul 22.40 WIB
belasan preman yang diduga sebagai kaki tangan juga ikut keluar dari kamar.

Sayangnya, dalam rekamanan itu, tidak terlihat Ayung ikut keluar dari dalam kamar. Sementara itu, di dalam lift, beberapa preman langsung menuju ke lantai bawah dan bahkan salah satunya terlihat membuka baju dan memakainya secara terbalik.

Seperti diketahui, pada rekaman CCTV hotel berdurasi 2.20 menit itu, terlihat John Kei langsung menuju ke salah satu kamar di Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat. Tidak jelas terlihat nomor kamar dalam rekaman itu. Diduga kamar yang dimasuki oleh John Kei adalah kamar 2701, tempat di mana jenazah Ayung ditemukan.

Pada pukul 21.28 WIB, John Kei datang ke hotel bersama ketiga orang temannya. John Kei datang dengan mengenakan jaket hitam dan bertopi merah.

sumber : detik

Thursday, February 16, 2012

Pencabulan Berkedok Agama, Ketika Kepercayaan Publik Dikhianati

Jumat, 17/02/2012 15:49

ilustrasi
Jakarta - Golongan habib dipercaya sebagian kalangan, derajatnya lebih tinggi dibanding manusia lainnya. Itu makanya, ucapan habib dipercaya banyak kalangan. Sayangnya, di beberapa kasus, pemuka agama yang dipercaya publik malah mengkhianati kepercayaan publik.

Seperti kasus pencabulan Habib H yang menjadi pembicaraan akhir-akhir ini. 11 Pria yang mengaku menjadi
korban pencabulan Habib H melaporkan pelecehan asusila yang dialaminya.

"Sangat disayangkan seseorang dengan menggunakan topeng agama, dengan berbagai modus, melakukan sesuatu untuk mendapatkan uang tidak halal atau memenuhi nafsu birahinya. Dengan bertopeng agama berdalih bisa mengobati dan sebagainya. Mereka beraksi dengan menyalahgunakan kepercayaan publik," ujar sosiolog Musni Umar, dalam pembicaraan dengan detikcom, Jumat (17/2/2012).

Karakteristik sebagian masyarakat Indonesia yang mudah percaya dimanfaatkan oleh seseorang yang bertopeng agama untuk mendapatkan keuntungan. Biasanya kabar dari mulut ke mulut pun dipercayai kebenarannya oleh masyarakat, dan malah mengabaikan logika. Hal ini bisa terjadi jika korbannya memiliki tingkat pendidikan dan pemahaman agama yang tidak terlalu baik.

"Pelaku memanfaatkan masyarakat kita yang religius. Tapi ini tidak dominan di satu agama saja. Ada habib, kiai, tapi ditemukan juga pastur yang melakukannya," sambung akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Selain memanfaatkan kepercayaan, biasanya pelaku juga mengancam korban agar tidak mengungkap apa yang dialami. Selain itu pelaku juga menanamkan doktrin kepada korbannya agar pasrah menerima apa yang dialaminya.

"Kasus terungkap ketika ada cukup berani mengungkap. Ini disayangkan, merusak moral," ucap Musni.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hari ini mengundang kehadiran Habib H untuk mengklarifikasi mengenai tudingan pencabulan. Hal ini dilakukan KPAI menyusul aduan pengikut Habib H yang mengaku telah dicabuli.

Habib H diadukan beberapa eks jemaatnya terkait dugaan pencabulan yang terjadi sejak 2002. Korban melaporkan H kepada Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2011 dengan nomor laporan polisi LP/4432/XII/2011/PMJ/Dit.Reskrimum. Korban sudah diperiksa demikian juga H. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Korban H yang dahulu masih remaja kini sudah berusia dewasa. Mereka baru memiliki keberanian untuk melakukan pengaduan. Sejumlah korban yang masih berusia 20-an tahun ini juga sudah meminta perlindungan LPSK.

Sementara itu pengacara habib, Sandy Arifin, yang dikonfirmasi detikcom membenarkan bahwa dirinya sudah ditunjuk sebagai kuasa hukum habib sejak Desember lalu. Namun dia akan berkonsultasi dahulu dengan habib untuk memberikan penjelasan yang benar.



sumber : detik

Sunday, February 12, 2012

6 Orang Tewas Mendadak

Senin, 13 Februari 2012 02:49

ist
LANDAK - Diduga karena keracunan makanan, enam orang meninggal mendadak. Berdasarkan informasi awal dari Komandan Kodim 1201 Mempawah, Letkol Inf Parlindungan Sirait, berawal dari seorang anak yang keracunan dan meninggal.

"Informasinya dari anggota di lapangan, berawal dari seorang anak berusia lima tahun, di Kecamatan Jelimpo, Dusun Tamahar, Kabupaten Landak," jelas Parlindungan Sirait, kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (12/2/20212).

Dikatakannya, Sabtu (11/2/2012) sore sekitar pukul 15.00 Wib, anak berusia lima tahun tersebut memegang bangkai tikus disungai, dan kemudian setelah itu, dia pun makan nangka, tak lama kemudian anak tersebut
kejang, dan meninggal dunia.

"Malam harinya, Sabtu (11/2/2012), malam keluarga korban mengadakan acara adat untuk pemakaman anak itu esok harinya, Minggu (12/2/2012), dan keluarga dan kerabat yang membesuk, sewaktu makan dirumah itu, juga mengalami kejadian serupa dan meninggal dunia, jadi total enam orang yang meninggal," tandasnya.




sumber : tribun

Saturday, February 11, 2012

Saya Tidak Perkosa, Kami Berbuat Karena Suka Sama Suka

Minggu, 12 Februari 2012 | 10:29

ist
MAUMERE --- "Apa yang dilaporkan kalau saya melakukan tindakan perkosaan itu tidak benar. Saya dan Anggrek (Bukan Nama Sebenarnya-Red) melakukan tindakan itu karena suka sama suka. Saya jujur pak. Bukan baru kali ini tapi sudah berulang kali kami berbuat begitu. Saya sudah salah tapi saya ingin sampaikan kalau kami berbuat begitu karena ada suka sama suka. Sudah setahun kami melakukan perbuatan. Semua kami lakukan itu di kebun saat suami Anggrek tidak ada,"

Demikian penjelasan MB, terlapor kasus dugaan perkosaan yang dilaporkan Anggrek ke Polres Sikka, Sabtu (11/2/2012) siang di Mapolres Sikka.

MB, Sabtu (11/2/2012) pagi telah dijemput polisi Polres Sikka untuk dimintai keterangan.

MB menjelaskan, kejadiannya tidak seperti yang dilaporkan kalau dirinya mengancam Anggrek dengan
parang. Yang sebenarnya, saat itu suami Anggrek yang mengancam dengan parang usai melihat peristiwa.

"Saya tidak ada Anggrek dengan parang malah suaminya yang ancam saya dengan parang sehingga saya lari sore itu dan berlindung di rumah kakak saya di Pomat. Jadi, tidak benar kalau saya melakukan tindakan perkosaan terhadap Anggrek," kata MB,di depan Penyidik Polres Sikka.


MB menegaskan, dirinya siap memberikan keterangan kepada penyidik atas kejadian tersebut sehingga tidak terkesan kalau ia melakukan tindakan perkosaan.

"Apa yang saya sampaikan ini benar. Saya tidak berbohong karena saya sudah salah. Saya siap diproses. Saya juga minta kalau bisa diselesaikan secara hukum adat. Saya sudah hubungi keluarga untuk selesaikan kasus ini secara adat melalui tua adat di kampung," ujar MB, bapak delapan anak ini.

Sebelumnya, tua-tua keladi makin tua makin menjadi-jadi. Pepatah ini cocok untuk menggambar dugaan kekerasan yang terjadi du Duun Aimitat,Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

HS, seorang warga Dusun Aimitat, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Rabu (8/2/2012) sore sekitart pukul 15.00 Wita menangkap basah istrinya sebut saja Anggrek (45) sedang diperkosa MB (45) di kebun mereka di Aimitat.

MB mengancam Angrek menggunakan parang jika tidak melayani nafsu bejatnya. Karena ketakutan korban pun mengikuti keinginan pelaku.

Saat sedang melakukan tindakan itu, HS, suami Anggrek ke kebun dan melihat istrinya diperlakukan tidak baik oleh ML. Atas kejadian itu, MB dilaporkan ke Polres Sikka atas sangkaan melakukan tindak pidana perkosaan oleh Anggrek, Kamis (9/2/2012) malam.

Polisi kini tengah mengusut kasus tersebut guna dengan memeriksa para saksi dan akan memanggil MB guna dimintai keterangan.


sumber : tribun

Saturday, February 4, 2012

Tobat, 20 PSK di Surabaya Jadi Wiraswasta

Minggu, 5 Februari 2012 09:09

Ilustrasi/ Petugas saat Operasi Yustisi di Dolly
SURABAYA - Sebanyak 20 pekerja seks komersil (PSK) dan mucikari di beberapa lokalisasi di Surabaya, melakukan tobat bersama.

Puluhan PSK dan mucikari ini berasal dari Dolly, Bangunsari, dan Moroseneng, dikumpulkan di balai Rw 04, Bangunsari, Surabaya. Mereka diantarkan pulang ke daerah asalnya masing-masing oleh Ikatan Da�i, Dinas Sosial serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Sebelum dikembalikan ke daerah asalnya, mereka dibekali keterampilan dan diberi modal usaha sebesar 3 juta rupiah. Dinsos dan MUI berharap bekas PSK ini
bisa berwiraswasta.

Salah seorang PSK, Fia (21) mengaku dirinya bahagia bisa keluar dari dunia hitam. "Setahun yang lalu saya dijebak oleh temannya diajak ke lokalisasi Bangunsari," ujarnya, Sabtu (4/2/2012).

Menurutnya faktor ekonomi keluarga yang serba kekurangan juga membuatnya tak berdaya dan pasrah bergelut didunia kelam. Namun begitu dirinya kemudian menemukan lelaki yang mau menjadi suami, dan memilih kembali ke kampung asalnya di Pati, Jateng.

Selain itu, puluhan PSK ini harus terlebih dulu menandatangani MoU yang juga diteken para ulama dan kepolisian setempat, sehingga keberadaan mereka dapat dipantau jika sewaktu-waktu kembali lagi.

Pemulangan mantan PSK dan mucikari ini, sudah kelima kalinya dilakukan Ikatan Da'i area lokalisasi, MUI Jatim dan Dinsos. Sebelumnya sebanyak 45 PSK dan dua mucikari lebih dulu dipulangkan ke kampung halamannya.


sumber : okezone

Mantan PSK Bangunsari Dipulangkan

Sabtu, 4 Februari 2012 | 17:39

Pengurus Ikatan Dai Area Lokalisasi (Idial) Jatim memberikan santunan modal usaha kepada mantan PSK yang akan dipulangkan, Sabtu (4/2
SURABAYA - Sebanyak 20 orang mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari di kawasan lokalisasi Bangunsari Surabaya dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. Kepada 20 PSK tersebut diberikan santunan masing-masing Rp 3 juta untuk membuka usaha. Kepulangan mereka dilepas pengurus Ikatan Dai Area Lokalisasi (Idail) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim di Balai RW IV Kelurahan Dupak Bangunsari, Kecamatan Krembangan Surabaya usai pelantikan Pengurus Idail Jatim, Sabtu (4/2/2012).

Ketua Idail Jatim, Sunarto mengaku tidak mudah mengarahkan para PSK untuk meninggalkan pekerjaannya selama ini, sampai mereka memilih pulang dan memulai kehidupan baru di kampung halaman. ''Butuh proses
yang sangat panjang berupa pendekatan personal dan religius,'' katanya.

Menurutnya, pemulangan 20 PSK ini adalah yang kelima kali sejak lima tahun terakhir. Pemulangan itu membuat jumlah PSK Bangunsari berkurang dari 274 orang menjadi 153 orang menurut catatan Biro Kesra Pemprov Jatim. Pembinaan kepada para PSK di lokalisasi yang konon terbesar sebelum adanya lokalisasi Dolly itu sebenarnya kata Sunarto sudah sejak tahun 1990 dilakukan, dengan menggelar pengajian rutin bagi PSK di Balai RW atau di Gedung Bioskop. '

'Kami bersyukur akhirnya banyak pihak yang mendukung sampai akhirnya terbentuk pembinaan secara melembaga,'' tambah Pembantu Dekan Fakultas Dakwah, IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Di Jatim setidaknya terdapat 47 titik lokalisasi dengan titik lokalisasi terbesar berada di Surabaya. Pemprov Jatim bersama MUI dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) bertekad memberantas lokalisasi tersebut secepatnya.

''Tahun lalu sudah ada tiga titik lokalisasi yang sudah kita bebaskan, tiga titik di Blitar, dan satu di Malang,'' ujar Kepala Biro Kesra Pemprov Jatim, Indra Maulana.

Para PSK dilatih dan diarahkan untuk menciptakan praktik ekonomi baru yang lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya. Sebelum dipulangkan secara kolektif, para mantan PSK membubuhkan tanda tangan perjanjian untuk tidak lagi kembali terjun ke praktik prostitusi.


sumber : kompas

Thursday, February 2, 2012

Stephen Oppenheimer: Indonesia Mungkin Benua Atlantis yang Hilang

Kamis, 02/02/2012 19:09


Benua atlantis
Jakarta - Ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris, Stephen Oppenheimer mengatakan bahwa Asia Tenggara merupakan pusat peradaban di masa lalu. Namun apakah benar Indonesia dan kawasan Asia Tenggara merupakan benua atlantis yang hilang, Oppenheimer belum berani memastikan.

"Saya belum melihat piramida di Garut, saya tidak mengomentarinya. Saya belum melihatnya. Tapi mungkin bahwa Indonesia adalah atlantis yang hilang, tapi saya tidak tahu bukti yang kuat untuk itu," ujar Oppenheimer usai bertemu presiden SBY di kantor presiden, Jl  Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Dalam bukunya Eden in The East, Oppenheimer seolah memutar sejarah dunia. Bila selama ini sejarah mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia, maka Oppenheimer punya tesis sendiri.

Hasil penelitiannya, nenek moyang dari manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sundaland atau Indonesia.

"Poin saya adalah, tanpa pertanian, domestikasi dan tanaman tumbuh dan peternakan, anda tidak akan memberi makan banyak orang. Kota ini tergantung pada petani, Indonesia memiliki banyak petani. Anda perlu banyak petani untuk memberi makan orang-orang di kota untuk membangun monumen besar, dasar
peradaban di ladang, peternakan. Buku saya benar-benar adalah tentang bukti awal domestikasi atau akar peradaban ketimbang monumen," jelasnya panjang lebar.

Menurut Oppenheimer, di masa lalu Asia Tenggara merupakan sebuah benua yang solid dan tidak tercerai berai seperti saat ini.

"Jika Anda membuka Atlas, anda akan melihat laut dangkal. Jika anda melihat Laut Cina Selatan, Laut Jawa, itu lahan kering yang menghubungkan Kalimantan, Jawa, Bali, Sumatera, semenanjung Malay sekaligus dalam satu benua," tuturnya.



Dre@ming Post______
sumber : detik