Saturday, December 31, 2011

Polisi Capek Menjaga Warga?, Warga Syiah Diancam Agar Kembali ke Sunni

Minggu, 1 Januari 2012 09:39

SURABAYA- Tim Pengacara Ahlulbait Indonesia menuding kepolisian bekerja tidak sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi). Polisi yang bertugas memberikan keamanan malah mengancam para warga Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, Madura.

"Polisi malah minta agar warga Syiah untuk kembali ke Sunni. Jika tidak polisi mengancam akan meninggalkan
warga. Alasannya polisi capek menjaga warga," kata Ketua Tim Pengacara Ahlul Bait Indonesia, Muhammad Hadun Hadar kepada okezone, Sabtu (31/12/2011).

Hadun menyayangkan sikap aparat kepolisian yang enggan memberikan pengamanan tapi malah menebar ancaman. Padahal, Polisi tidak punya kapasitas itu. Selain itu, persoalan ini, menurutnya adalah persoalan keyakinan.

Lebih lanjut Hadun mengungkapkan, atas kasus perseteruan Sunni-Syiah ini, pihak kejaksaan negeri (Kejari) Sampang melakukan pemanggilan terhadap Ustadz Tajul Huluk. Menurutnya, pemanggilan itu tidak akan  dipenuhi.

"Jangankan Kejari, panggilan Kejagung pun tidak akan kami datangi meskipun ada surat resmi. Karena sampai hari ini belum ada langkah yang tegas dari aparat terkait aksi pembakaran dan pengrusakan. Pemanggilan itu pada hari Selasa mendatang," tegasnya.

Jika memang dipanggil dengan kapasitas sebagai saksi tentunya tidak masuk akal. Sebab, saat kejadian yang bersangkutan tidak berada di lokasi. "Kami minta pelaku dan otak kasus ini diusut tuntas," tegasnya.

Dia menjelaskan, kondisi warga Syiah di Desa Nangkernang saat ini masih terancam. Beberapa warga yang tidak ikut mengungsi rumahnya dirampok dan dijarah oleh orang tak dikenal. "Pelaku pengrusakan dan pembakaran belum diusut tuntas apalagi penjarahan dan perampokkan ini," tegasnya.

sumber : okezone

Thursday, December 29, 2011

14 Daerah Bisa Jadi Bom Waktu Konflik Besar

Jum'at, 30 Desember 2011 15:19

ilustrasi
JAKARTA � Politikus PDI Perjuangan, TB Hasanuddin mengatakan, ada14 daerah yang rawan menjadi konflik besar bila tidak diselesaikan sedini mungkin. 14 daerah itu bakal menjadi bom waktu layaknya kasus Mesuji di Lampung, dan insiden Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat.

"Sengketa lahan yang kini masih terjadi, sewaktu-waktu bisa meledak. Bisa meledak seperti di Bima dan Mesuji," ujar TB Hasanuddin, Jumat  (30/12/2011).

14 daerah yang bisa menjadi bom waktu konflik besar itu antara lain:
  1. Masalah lahan sawit di Belitang Hilir kabupaten Sekadau Kalimantan Barat
  2. Masalah lahan tanah yang dirampas oleh pemerintah untuk pembangunan wilayah wisata di Gilitrawangan Selatan, Nusa Tenggara Barat
  3. Masalah sengketa tanah antara TNI AU dengan rakyat di Garut selatan dan Rumpin, Bogor, Jawa Barat
  4. Sengketa tanah antara rakyat dengan TNI AD di Kebumen, Jawa Tengah
  5. Sengketa lahan rakyat dengan PT Permata Hijau Pasaman, di Jorong Maligi,Kanagarian Sasak Ranah Pesisir, Sumatera Barat.
  6. Sengketa lahan sawit PT JMB dengan rakyat di Separi Tenggarong Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.
  7. Sengketa lahan sawit di Muara Tae Kutai Barat, Kalimantan Timur.
  8. Sengketa lahan sawit di Wanasalam/Malingping Kabupaten Lebak, Pandeglang, Provinsi Banten.
  9. Sengketa lahan PT Medco di Tiaka Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah
  10. Sengketa di Donggi Sinorak di Kab Luwu,Banggai, Sulawesi Tengah
  11. Sengketa Lahan sawit PT Sonokeling di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah
  12. Sengketa lahan PT Citra Palu Mineral di Toli-toli, Sulawesi Tengah.
  13. Sengketa lahan PT CPM di Paboya, Palu, Sulawesi Tengah.
  14. Beberapa daerah di Sumatera Utara.

sumber : okezone

Wednesday, December 28, 2011

PDI-P Beri Abraham Samad Waktu 6 Bulan

Rabu, 28 Desember 2011 | 21:49

Abraham Samad
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menaruh harapan besar kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Bahkan, partai berlambang banteng bermoncong putih ini akan gencar menyoroti kinerja KPK di bawah kepemimpinan Abraham Samad.

Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR Fraksi PDI-P, Trimedya Panjaitan, dalam diskusi yang bertajuk "Catatan atas Penegakan Hukum Tahun 2011" di Mario Place, Cikini Raya, Jakarta, Rabu (28/12/2011).

"Kami memberikan batas waktu selama enam bulan ke depan agar KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bisa menuntaskan kasus-kasus besar yang selama ini menjadi sorotan publik," ujarnya.

KPK, kata Trimedya, merupakan satu-satunya lembaga yang memiliki kewenangan lebih memberantas korupsi. Oleh karena itu, PDI-P berharap Abraham dan kawan-kawan dapat menjalankan tugasnya dengan
sebaik-baiknya tanpa ada tebang pilih.

"Kami berharap semua dapat diatasinya (KPK) tanpa adanya tebang pilih penuntasannya," kata Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia PDI-P tersebut.

sumber : kompas

Tuesday, December 27, 2011

Yeti : "Koruptor Masih Diberikan Kesempatan Hidup, Mentang-mentang Kami Orang Susah Terus Adik Saya Langsung Ditembak Hingga Tewas,"

Selasa, 27 Desember 2011 | 17:39

Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur
JAKARTA - Seorang pria bernama Yusli (23) tewas ditembak di bagian dada. Warga Kampung Lewiranji,
Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Bogor itu diduga ditembak oleh oknum polisi pada Senin (26/12/2011) petang. Sebelum ditembak, Yusli sempat diciduk polisi dari rumah mertuanya tanpa surat penangkapan dan alasan jelas kepada pihak keluarga.

Yeti, kakak korban, mengatakan, penangkapan Yusli terjadi pada Senin (26/12/2011) dini hari pukul 03.00 dari rumah mertuanya di Kampung Leuwiranji, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Bogor.

"Tiba-tiba saja pas Senin dini hari itu empat orang pria datang ke rumah mertua adik saya dan langsung membawa paksa Yusli. Dia waktu itu lagi tidur. Dia nggak tahu apa-apa," ucap Yeti, Selasa (27/12/2011), saat dihubungi wartawan.

Yeti sambil menahan amarahnya mengatakan, pihak keluarga saat itu terkaget-kaget dengan kedatangan empat pria yang diduga anggota polisi itu. Keluarga pun marah dan meminta kejelasan kepada empat orang itu.

"Tapi mereka nggak mau kasih tahu kenapa adik saya dibawa dan salah apa adik saya itu. Mereka hanya bilang adik saya, kami bawa," tutur Yeti.

Yusli pun langsung dimasukkan ke dalam mobil Kijang dan pergi meninggalkan rumahnya. Pihak keluarga lalu mencari-cari informasi ke polsek-polsek terdekat, termasuk ke Polsek Metro Cisauk. Namun, usaha keluarga itu tak berbuah hasil.

"Semuanya bilang nggak ada penangkapan pada pagi itu," ucapnya.

Pada Senin sore pukul 17.00, pihak keluarga baru mendapat kabar bahwa Yusli sudah meninggal dunia dan kini sudah berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Kabar itu didapat dari lurah yang mengaku mendapat telepon dari RS Polri Kramat Jati.

Begitu keluarga tiba di rumah sakit, Yeti mengaku sempat bertemu dengan seorang anggota polisi dari Polsek Metro Cisauk. Oknum polisi itu mengaku yang mengantarkan jenazah ke rumah sakit, tetapi dia tidak tahu soal peristiwa penembakan terhadap Yusli. Polisi itu bilang, "Saya cuma nganter jenazah, yang ngurusin itu semua teman saya," ucap Yeti sambil menirukan gaya bicara oknum polisi itu.

"Padahal, saya sudah cek waktu itu ke Cisauk katanya adik saya nggak ada di situ. Pas saya tanyain lagi ke polisi itu, lagi-lagi dia jawab nggak tahu," kata Yeti.

Setelah itu, keluarga kemudian mendapatkan kabar dari Polres Metro Tangerang Kabupaten bahwa Yusli tewas dalam pengejaran aparat kepolisian dalam kasus pencurian kendaraan bermotor. Namun, hal ini dipertanyakan oleh keluarga.

"Apakah perlu langsung dimatikan? Koruptor saja masih diberikan kesempatan untuk hidup, mentang-mentang kami orang susah terus adik saya langsung ditembak hingga tewas," ujar Yeti sambil menangis.

Yusli sendiri kini masih di kamar jenazah RS Polri Kramat Jati. Yusli tewas dengan luka tembak di bagian dada serta luka memar di muka dan kepala.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, membenarkan adanya penembakan itu. "Iya benar tadi informasi dari Kapolres ada pembakan terhadap tersangka itu. Lebih jelasnya, tanya ke Kapolres," tuturnya.

sumber : kompas

Saturday, December 24, 2011

Negara Harus Bertanggung Jawab Atas Kekerasan di Bima

Minggu, 25/12/2011 09:59

Jakarta - Kekerasan di Bima, NTB tidak bisa dibiarkan. Atas dasar penegakkan hukum, polisi tidak boleh seenaknya mengumbar peluru. Negara harus mengusut tuntas kekerasan yang terus berulang.

"Kita harus menuntut tanggung jawab dari negara dengan menyelesaikan akar masalah," kata aktivis HAM Usman Hamid saat dihubungi detikcom, Minggu (25/12/2011).

Usman melanjutkan, alasan pihak kepolisian yang membubarkan unjuk rasa karena blokade Pelabuhan Sape sudah mengganggu ketertiban pun tidak bisa dibenarkan.

"Tak ada satu pun kaidah hukum, maupun protap kepolisian yang bisa membenarkan tindakan brutal aparat keamanan," jelasnya.

Mantan Koordinator Kontras ini juga menjelaskan, insiden Bima adalah kekerasan negara yang jelas menunjukkan karakter dari kekuasaan. Perilaku aparat negara dalam insiden Bima itu juga merupakan
perilaku bermental centeng modal.

"Perilaku yang hanya mungkin dipertanggungjawabkan kepada pemilik modal, bukan kepada rakyat. Perilaku menembaki warga serta menangkap warga karena alasan warga menolak tambang jelas memposisikan prokepentingan bisnis di atas segalanya, termasuk tak peduli apakah perilaku itu mengakibatkan nyawa rakyat terenggut," urainya.

Menurutnya pula, legitimasi kebijakan-kebijakan yang salah, yang merusak alam, yang mengeruk kekayaan alam hanya untuk keuntungan segelintir orang, harus terus dilawan.

"Kebijakan sektor sumber daya alam, termasuk emas, mengalami percepatan yang tinggi belakangan ini khususnya sejak Presiden memaksakan pertumbuhan ekonomi," urainya.

2 Warga Bima, Syaiful dan Arif Rachman tewas ditembak petugas. Keduanya tergabung dalam kelompok masyarakat yang memblokade Pelabuhan Sape, Bima, NTB. Warga menolak lokasi tambang emas di daerah mereka yang dinilai merusak sumber air.

sumber : detik

Friday, December 23, 2011

Jadi Arena Betrok Antarwarga, Belasan Hektare Tanaman Pertanian Rusak

Jumat, 23 Desember 2011 19:29

PALU - Bentrokan antarwarga Kelurahan Nunu, Kecamatan Palu Barat dan Kelurahan Tavanjuka Kecamatan Palu Selatan, Kota palu, Sulawesi Tengah, Jumat (23/12), merusak belasan hektare tanaman pertanian milik warga.

Areal pertanian itu hancur lantaran selama bentrokan yang sudah terjadi empat kali itu selalu mengambil arena di kawasan kebun pertanian warga. Tanaman pertanian yang rusak antara lain cabai, tomat, kacang-kacangan, serta peternakan ayam pedaging.

Bahkan, ada informasi seusai bentrokan ratusan ayam pedaging yang kandangnya berada di areal lokasi bentrokan mati lantaran stress oleh suara desingan peluru yang ditembakkan polisi saat membubarkan bentrokan. Sejumlah warga pemilik lahan mengaku merugi karena lahan pertanian mereka dijadikan arena perang antarwarga dua kelurahan yang bertetangga dan memiliki
hubungan kekerabatan.

Bentrokan antarwarga Kelurahan Nunu dan Tavanjuka pecah sejak subuh sampai pagi. Ratusan polisi diterjunkan ke lokasi bentrokan untuk membubarkan warga yang bertikai. Wali Kota Palu Rusdy Mastura bahkan sampai turun tangan dan meminta warga segera mundur dan membubarkan diri.

sumber : MICOM

Wednesday, December 21, 2011

Santi Mengaku Setor Uang ke Anas, Nazaruddin dan Sekdaprov Jatim

Kamis, 22/12/2011 08:19

Surabaya - Petinggi partai yang didirikan SBY kembali dituduh menerima setoran uang haram. Elizabeth Susanti alias Santi mengaku telah menyetor duit dalam jumlah besar kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, M Nazaruddin, serta Sekretaris Provinsi (Sekdaprov) Jatim Rasiyo.

Tersangka kasus penipuan CPNS yang tertangkap di Jakarta setelah 8 hari kabur dari Kejaksaan Negeri Surabaya itu menyanyi saat tiba di Polrestabes Surabaya, Rabu (21/12/2011) malam.

Dengan tangan terborgol, Santi masih bisa melempar senyum kepada wartawan yang mencegatnya. Bahkan dia pun dengan lantang menuding
aktor dibalik kasus yang menjeratnya, termasuk pelariannya.

"Otaknya adalah Hartoyo," teriak Santi lantang saat ditanya wartawan. Sayangnya Santi tidak menjelaskan maksud setoran uang ke para petinggi PD dan Rasiyo tersebut.

Hartoyo yang dimaksud Santi adalah Koordinator Divisi Pembinaan Organisasi DPD partai Demokrat Jatim. Selain menyebut Hartoyo, Santi juga menyebut beberapa pejabat yang terlibat dalam kasusnya seperti Sekretaris Provinsi Jatim Rasiyo, Anas Urbaningrum dan M Nazaruddin.

Santi menegaskan bahwa otak dari kaburnya dia adalah Hartoyo dan Rasiyo. Aktivis Laskar Cinta SBY ini menuding dua orang itu ketakutan bila kedoknya terbongkar apabila kasus penipuan CPNS hingga ke pengadilan.

Sementara itu, kuasa hukum Santi, Burhan, mengatakan bahwa Santi pernah mentransfer sejumlah uang kepada Anas Urbaningrum maupun M Nazaruddin sebanyak Rp 100 milyar. Sedangkan untuk Hartoyo dan Rasiyo, Santi mengaku mentransfer sebanyak Rp 10 milyar.

Untuk apa uang itu? "Tanya Bu Santi saja untuk apa uang itu," ujar Burhan.

Seperti diketahui, Elizabeth Susanti berhasil kabur pada Selasa (13/12/2011) saat sedang dibon petugas Polrestabes Surabaya. Santi kabur dari Kejaksaan Negeri Surabaya.

Dari rekaman CCTV, Santi melenggang begitu saja meninggalkan kejaksaan. Tim dari Polrestabes Surabaya menangkap Santi di Apartemen Aston Jakarta saat bersama pengacaranya, Burhan. Hartoyo saat dihubungi untuk dikonfirmasi, ponselnya non aktif. Begitupula Anas Urbaningrum.

sumber : detik

Wednesday, December 14, 2011

Mesum di Kebun Dua ABG Ditangkap Warga

Kamis, 15 Desember 2011 02:09

ilustrasi
JAMBI - Dua sejoli yang sedang dimabuk asmara ditangkap warga saat bermesraan di sebuah kebun yang berada di kawasan eks MTQ Batanghari. Satu diantaranya, Bunga (11), masih duduk di bangku kelas V, di sebuah SD di Kota Muara Bulian. Sementara pacarnya, AL (19) sudah tidak bersekolah.

Warga menangkap mereka malam minggu (10/12/2011) sekitar pukul 22.00 WIB, lalu diserahkan ke Polsekta Muara Bulian. Karena kasus ini melibatkan seorang anak yang masih dibawah umur, akhirnya diserahkan ke Polres Batanghari,� kata Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP H Soekamto, kemarin (14/10) siang.

Kepada polisi, keduanya memberikan pengakuan mengejutkan. Pada saat ditangkap warga di kebun itu, keduanya mengaku masih sebatas bermesraan dan berciuman. Namun sebelumnya, pasangan sejoli itu sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. Pengakuannya sudah tiga kali,� ungkapnya.

Perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan itu awalnya mereka lakukan awal November lalu. Mereka melakukannya di kampung AL, di KM 34 Desa Tanjung Pauh, Mestong, Muaro Jambi, di sebuah pondok
kosong.

Tersangka tinggal di Desa Tanjung Pauh. Dia bekerja di kebun orang tuanya,� jelas Kasat.

Perbuatan yang sama mereka lakukan lagi dua minggu sesudahnya, di belakang kantor camat Bajubang, di semak belukar yang ada disana.

Awal bulan ini, mereka melakukannya lagi di kebun kelapa sawit yang ada di Desa Simpang Kilangan, Muara Bulian. Di eks arena MTQ belum sampai berhubungan,� ujarnya.

Dijelaskan Kasat Reskrim, berdasarkan pengakuan tersangka dan lima orang saksi yang sudah diperiksa, keduanya terlibat dalam hubungan asmara.

Mereka kerap komunikasi melalui ponsel. Sebelum jumpa, mereka janjian lewat telepon. Pelaku selanjutnya menjemput Bunga menggunakan sepeda motor.

Selama ini mereka pergi ke berbagai tempat menggunakan sepeda motor tersangka. Termasuk waktu pergi ke tempat-tempat mereka melakukannya. Mereka janjian dulu sebelum pergi jalan-jalan, dan itu tanpa sepengetahuan orang tua korban,� tutur AKP H Soekamto.

Awalnya, pasangan yang jalan-jalan menggunakan sepeda motor itu bukan hanya pasangan Bunga dan AL, tapi juga ada pasangan lainnya. Namun dalam perjalanan, mereka selanjutnya berpisah dan mencari jalan masing-masing. Pasangan AL dan Bunga memilih berpacaran di dalam belukar atau pondok kosong.

Sebelum melakukan hubungan itu, AL mengaku sudah sering menonton video porno yang didapatnya dari berbagai sumber. Tontonan itu membuatnya merasa penasaran dan ingin melakukan seperti yang ditontonnya itu.

Pacarnya yang masih ingusan itu tidak menolak ketika dia mengajak melakukannya.

Polisi sudah melayangkan permintaan visum kepada dokter. Permintaa visum sudah dilaksanakan, kini tinggal menunggu hasilnya. Selain itu, upaya selanjutnya yang akan dilakukan Reskrim Polres terkait kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur itu adalah melakukan olah tempat kejadian.

Keduanya mengaku melakukan hubungan layaknya suami istri itu atas dasar suka sama suka. Walaupun demikian, karena korban masih merupakan anak dibawah umur, pihaknya akan tetap memproses perbuatan tersangka, sebab melanggar undang-undang perlindungan anak.

Tersangka kini telah diamankan di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Tersangka dijerat undang-undang perlindungan anak. Hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun.

Selain itu, tersangka disangka melanggar KUHP pasal 287 dan 290 tentang persetubuhan anak dibawah umur dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara.

sumber : tribun

Diperkosa di Angkot M-26, Ros Divisum ke RS Polri

Rabu, 14/12/2011 18:49

ilustrasi
Jakarta - Setelah diperkosa di Cikeas, Ros (40) ditemukan petugas Jasa Marga dan dibawa ke Polresta Depok. Di Polresta Depok, Ros melaporkan hal tragis yang dialaminya. Oleh polisi, Ros divisum ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Korban melapor ke Polresta Depok dan divisum ke RS Polri," ujar Kasat Reskrim Polresta Depok, AKP Febriansyah, kepada wartawan di Polresta Depok, Jalan Margonda Raya, Rabu (14/12/2011).

Menurut Febriansyah, saat melapor ke Polresta Depok, Ros ditemani pamannya.

Ros diperkosa oleh pelaku di dalam angkot di kawasan Cikeas, Jawa Barat. Saat itu Ros akan membeli sayuran di Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok sekitar pukul 04.00 WIB. Sayuran itu akan dijual kembali di
dekat rumahnya.

Ros pun menaiki angkot M-26 Kampung Melayu-Bekasi. Sopir angkot M-26 kebanyakan bertempat tinggal di kawasan Raden Saleh, Depok. Umumnya sopir M-26 melewati Pasar Kemiri Muka, Depok, sebelum menuju rute sesungguhnya.

Namun tidak jauh dari jalan Raden Saleh, pelaku yang duduk di belakang angkot menodongkan golok pada Ros. Sopir lantas memutar kendaraan ke arah Cilodong, dan melewati Jalan Raya Bogor. Lalu terakhir sopir membawa Rosmiati ke kawasan Cikeas, Cibubur, Jawa Barat.

Ros sempat teriak dan melawan. Akibatnya bahu kiri atas Ros terkena sabetan golok. Setelah itu Ros dibekap dan ditidurkan di tengah angkot.

Saat itulah Ros diperkosa oleh seorang pelaku. Dalam keadaan angkot tetap berjalan, 1 orang pelaku memperkosa Ros. Sementara 1 orang teman pelaku memegangi Ros untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Sedangkan sang sopir menyemangati pelaku untuk melakukan perkosaan. Lampu di dalam angkot saat itu dimatikan agar tidak ada warga yang melihat. Keadaan di kawasan Cikeas juga sepi. Setelah diperkosa, Ros diturunkan di kawasan Cikeas.

sumber : detik

Tuesday, December 13, 2011

Nazaruddin Tuding Pimpinan KPK Perampok

Rabu, 14 Desember 2011 15:09

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin
JAKARTA - Terdakwa suap wisma atlet SEA Games Jakabaring Palembang Muhammad Nazaruddin tiba-tiba
menyinggung kekayaan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini meminta kekayaan mereka diaudit, salah satunya Chandra Marta Hamzah.

"Kalau nanti pimpinan KPK yang ini selesai diperiksa aja kekayaannya. Mereka ini semua perampok. Kan saya pernah bilang di lain waktu bahwa pimpinan KPK yang sekarang perampok," ujar Nazaruddin usai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (14/12/2011).

Suami Neneng Sri Wahyuni ini mengklaim mengetahui muasal kekayaan Candra yang tak lain Pimpinan KPK Bidang Penindakan. Nazaruddin juga mengklaim tahu kekayaan mantan Deputi Penindakan Ade Rahardja, Pimpinan KPK Bidang Pencegahan M Jasin.

"Mereka perampok. Kalau memang benar PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan) memiliki komitmen untuk pemberantasan korupsi, periksa mereka," pinta Nazaruddin, politisi yang dipecat Demokrat karena kasus ini.


sumber : tribun

Monday, December 12, 2011

Su(tina)h Joemat, Menteri Pertanian Afsel yang Berdarah Kendal

Selasa, 13/12/2011 09:19

Pretoria - Tak sedikit warga keturunan Melayu yang tinggal di Afrika Selatan. Sedikitnya ada 1,2 juta keturunan Melayu kini tinggal di Afsel. Bahkan, ada warga keturunan Jawa, tepatnya Kendal, Jawa Tengah yang kini menjadi menteri di Afrika Selatan. Wow!

Adalah Tina Joemat, seorang wanita keturunan Jawa kini menjadi Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Afsel. Meski namanya Tina, namun sebenarnya nama tersebut berasal dari nama Sutinah, yang kedengerannya sangat Jawa sekali.

"Sebenarnya namanya Sutinah, tapi "Su" nya dihilangin," kata Dubes Indonesia untuk Afrika Selatan, Sjahril Sabaruddin saat melakukan courtessy call dengan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat di Wisma Indonesia, Pretoria, Afsel, Senin (12/11/2011) malam. Sjahril mengetahui pemenggalan nama tersebut langsung dari Tina sendiri.

Bahkan, menurut Sjahril, Tina ingin sekali diundang ke Indonesia untuk bisa datang ke kampung leluhurnya. "Saya ingin melihat leluhur saya, saya ingin sekali melihat," kata Sjahril menirukan Tina.

Saat berlangsung Konferensi Perubahan Iklim di Afsel yang baru saja berakhir minggu lalu, masih cerita Sjahril, Tina sempat melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Dari jadwal pertemuan yang harusnya cuma 30 menit, tapi akhirnya obrolan menjadi 1,5 jam, karena Tina bercerita
panjang lebar tentang asal usulnya.

Bagaimana wajah Tina sendiri? "Sangat Jawa," tegas Sjahril.

Saat ini, imbuh Sjahril, sekitar 1,2 juta keturunan Melayu tinggal di Afsel, utamanya di Cape Malay, di Cape Town. "Mereka sehari-hari berbahasa Inggris, tapi sebagian kecil bisa bahasa Indonesia, tapi ejaan dulu," ungkap Sjahril.

Menanggapi cerita Sjahril, Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat langsung merespons. Bisa saja Tina Joemat diundang ke Indonesia untuk semakin mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Afrika Serikat. Jumhur pun berujar bisa saja mengusulkan ke Menteri Pertanian untuk mengundang Tina datang ke Indonesia.

sumber : detik

Sunday, December 11, 2011

Sy Mau Tanggung Biaya Sekolah Korban yang Diperkosanya

Senin, 12 Desember 2011 11:29

KARIMUN - Diam-diam, keluarga Sy (15), pelaku dugaan pemerkosaan
ilustrasi

terhadap Rs (14), adik kelasnya di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun Kepulaun Riau melakukan upaya bujuk damai keluarga korban.

Dikatakan Razali, bapak angkat Rs, keluarga pelaku menyanggupi menanggung biaya sekolah korban hingga tamat SMA sebagai kompensasi jika upaya damai bisa ditempuh.

"Benar, mereka (keluarga Sy, red) meminta damai dengan kami. Katanya jika laporan perkara dicabut, mereka akan bersedia menanggung biaya sekolah Rs sampai tamat SMA," ujar Razali kepada Tribunnewsbatam.com, Minggu (11/12/2011).

Atas upaya pihak keluarga pelaku terduga pemerkosaan itu, Razali mengaku pihaknya tengah mempertimbangkannya dengan
alasan masih ada hubungan keluarga.

"Ternyata bapak saya dengan atok (kakek, red) nya pelaku, mamak mereka kakak-beradik atau masih saudara sepupuan gitu lah," terang Razali.

Dikatakan lebih lanjut, Razali mengaku terkait upaya bujukan pihak pelaku untuk berdamai, sudah hampir diketahui seluruh anggota keluarga besarnya, termasuk mamak kandung Rs di Indragiri Hilir, Riau.

"Demi Tuhan, kalau rencana itu jadi, saya tak ada niatan untuk menjual Rs. Ini hanya demi kepentingan ke dua keluarga yang ternyata masih ada hubungan kekeluargaan," ujar Razali.

Bagaimana dengan respon Rs sendiri, dikatakan Razali, ia masih pikir-pikir.

"Kami sekeluarga juga menyerahkan sepenuhnya kepada Rs dan pihak kepolisian. Kalau kami menerima tapi Rs dan pihak kepolisian menyatakan tak bisa, kami juga tak bisa berbuat apa-apa, berarti kasusnya lanjut," kata Razali.

Rencananya, kata Razali, pihaknya dan pihak keluarga pelaku akan menghadap pihak Polsek Moro, antara Senin (12/12/2011) atau Rabu (14/12/2011) mendatang menyampaikan rencana damai tersebut.

"Pihak Komisi Perlindungan Anak Kepri juga mendukung. Kata mereka kalau seperti itu kondisinya, mungkin sepatutnya juga Sy diberikan kesempatan, mengingat ia masih remaja," timpal Razali.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sy, siswa kelas 3 salah satu SMP Negeri di Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun diamankan Polsek Moro, Senin (5/12/2011) lalu.

Sy diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap Rs, siswi kelas 2 di SMP Negeri yang sama di sebuah Kebun Karet sekitar pukul 14:00 WIB, atau saat keduanya baru pulang dari sekolah, Senin itu.

sumber : tribun

Friday, December 9, 2011

Tempat Mona Biasa Jual ABG Jadi Sepi

Sabtu, 10 Desember 2011 08:49

Mona, siswi SMA penjual gadis ke lelaki hidung belang saat diperiksa di Polresta Barelang, Batam
BATAM - Taman kota yang terletak di Batam Centre atau sering disebut Empang oleh kalangan pelajar di Batam saat ini tidak lagi ramai dikunjungi oleh para pelajar seperti biasanya. Pasalnya, setelah tertangkapnya seorang germo bernama Mona, para pelajar menjadi takut untuk nongkrong disana.

Dari pantauan Tribun kamis (8/12) sore, kolam yang dikelilingi pohon rimbun tersebut terlihat sepi, hanya beberapa pelajar yang berkunjung disana. Sepertinya mereka trauma karna belakangan hari ini empang tersebut menjadi pusat perhatian warga Batam.

Hal tersebut diakui oleh beberapa orang pelajar yang lagi nongkrong di bawah pohon rimbun. Pelajar ini
mengatakan setelah Mona ditangkap, empang terlihat sepi dibandingkan sebelumnya.

"Sekarang tak seramai dulu lagi bang, teman-teman yang biasa dengan Mona juga sudah tidak kelihatan lagi disini, biasanya hadir terus mereka," ujar pelajar kepada Tribun disana.

Biasanya di sudut kiri atau pun kanan empang sudah ramai dipenuhi oleh pelajar yang datang silih berganti. Pagi, siang, sore, atau malam sekalipun. Mereka disana hanya sekedar nongkrong dan saling bercerita dengan teman-teman yang lain. Sembari menunggu sore, ada juga sebagian pelajar menghabiskan waktu di sana dengan pasangannya. Mereka duduk di atas motor yang telah diparkirkan di bawah batang pohon rimbun.

Mona telah menjadi buah bibir di kalangan pelajar. ABG ini berhasil menghebohkan kota Batam belakangan ini. Sampai sekarang sepak terjang mona dalam dunia malam dan juga pejualan manusia masih menjadi tandatanya besar bagi masyarakat di Batam.

Informasi terakhir yang didapat Tribun Mona saat ini sudah dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian, dan polisi berjanji akan terus mengungkap kasus Mona sampai ke akar-akarnya.

Mona (18) pelaku trafficking diamankan polisi beberapa waktu lalu. Mona yang baru duduk di bangku kelas 3 SMA ini ternyata punya banyak jaringan. Pelanggan Mona juga bukan orang sembarangan. Dia mempunyai konsumen dari kelas bawah hingga kelas atas. Begitu juga dengan para perempuan yang hendak di jual Mona. Dari yang mahal hingga yang murahpun juga ada disediakan. Tergantung permintaan dari si pembeli.

sumber : tribun

Wednesday, December 7, 2011

Arooocchhh ...... Kibuli Lima Cewek Bermodal Foto Facebook Berbaju Tentara

Kamis, 8 Desember 2011 09:09

ilustrasi
SURABAYA - Perasaan RS hancur, kecewa dan marah begitu tahu Muhammad Hari Ismail ternyata hanya seorang pemuda lulusan SMP. Maklum, perempuan cantik yang bertugas di Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) itu kenal sosok Hari sebagai alumnus Akmil 2005 dengan pangkat Letnan Satu (Lettu). Cinta hancur, RS pun lapor Polrestabes Surabaya.

Perkenalan RS dan Hari bermula dari jejaring sosial Facebook. �Dia mengaku tentara AD yang berdinas di Sulawesi. Saya percaya saja karena di Facebook-nya ada banyak foto dia pakai seragam tentara,� ujar RS kepada penyidik, Rabu (7/12/2011).

Perkenalan lewat dunia maya itu kemudian berujung pada hubungan asmara. RS tertarik dan jatuh cinta kepada Hari. Mereka pun sepakat berpacaran. Lambat namun pasti, Hari memperdayai RS. Secara berkala
dia memoroti RS. Namun, karena dibutakan cinta, RS pun mengiyakan semua permintaan Hari.

Hubungan Hari dengan RS pun semakin lama semakin berani. Hari beberapa kali meniduri RS. Dia menjanjikan akan menikahi RS begitu tugasnya di Sulawesi selesai. Janji palsu itu rupanya berhasil meyakinkan hati RS.

Kepada Surya, Hari mengaku berpacaran dengan RS dua bulan lalu. �Saya kenalan dengan dia karena wajahnya yang cantik. Saya memang sayang dia kok. Makanya saya rela pura-pura jadi tentara agar dia mau sama saya,� ujar pemuda 20 tahun asal Jl Purwodadi, Surabaya itu.

Nyatanya, korban Hari bukan hanya RS saja. Ada empat wanita muda lagi yang dikibuli Hari mentah-mentah. Modusnya sama. Hari berkenalan dengan mereka di Facebook dengan mengaku-ngaku sebagai perwira TNI AD. Korban Hari tersebar di Surabaya, Sidoarjo dan Kediri. Rata-rata, Hari menguras uang mereka sampai Rp 3 juta.

Dijelaskan Kanit Tipiter Sat Reskrim Polrestabes Surabaya AKP Suryo Hapsoro mengatakan, Hari ditangkap di tempat persembunyiannya di Semarang Jawa Tengah. �Dia kami tangkap tanpa perlawanan. Awalnya dia masih kekeh kalau anggota TNI AD. Namun dia tidak bisa mengelak ketika kami konfrontasi dengan tentara asli,� ungkapnya.

Polisi mencatat ada lima korban kejahilan Hari. Namun, baru tiga yang melapor. Polisi meyakini korban Hari lebih dari lima karena dia sudah beberapa tahun ini mengoperasikan akun Facebook dengan menyamar sebagai tentara.

sumber : tribun

Nazaruddin: Kasus Ini Direkayasa KPK dan Anas

Rabu, 7 Desember 2011 | 16:29

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2011). Nazaruddin terancam 20 tahun penjara terkait kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games XXVI Palembang.
JAKARTA - Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet Sea Games, menilai, kasusnya telah direkayasa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Nazaruddin mengaku tidak pernah menerima suap seperti yang disampaikan jaksa penuntut umum dalam dakwaannya. "Sampai saat ini saya tidak pernah melihat uang yang dituduhkan oleh jaksa penuntut umum dan sampai sekarang saya tidak pernah melihat uang tersebut yang seolah-olah sudah saya terima dan dituduhkan kepada saya," ujar Nazaruddin saat membacakan eksepsi atau nota keberatan di Pengadilan Tipikor, Jakarta,
Rabu (7/12/2011).

Tim jaksa penuntut umum mendakwa Nazaruddin telah melakukan tindak pidana korupsi. Ia didakwa telah menerima suap dalam bentuk lima lembar cek senilai Rp 4,6 miliar dari Manager Marketing PT Duta Graha Indah Muhammad El Idris.

Nazaruddin meminta majelis hakim agar memerintahkan kepada JPU dan penyidik KPK agar membuka fakta yang sebenarnya dan membawa barang bukti tentang proyek wisma atlet. Bahkan, menurut Nazaruddin, ada BAP yang dilakukan penyidik KPK tetapi sengaja ditutup-tutupi oleh penyidik terkait uang yang ditemukan di rumah Yulianis.

"Uang itu nilainya sama dengan yang dituduhkan oleh jaksa penuntut umum kepada saya sesuai dengan nilai cek yang dicairkan Yulianis. Sampai saat ini uang itu tidak pernah disita oleh KPK. Inilah rekayasa yang dilakukan oleh penyidik KPK bersama Anas Urbaningrum dan Yulianis," kata Nazaruddin.

Seperti diberitakan, tim jaksa penuntut umum mendakwa Nazaruddin telah melakukan tindak pidana korupsi. Ia didakwa telah menerima suap dalam bentuk lima lembar cek senilai Rp 4,6 miliar dari Manager Marketing PT Duta Graha Indah Muhammad El Idris.

Dakwaan yang dikenakan kepada Nazaruddin disusun secara alternatif. Dakwaan pertama mengacu pasal 12 b Undang-Undang (UU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kedua, berdasarkan pasal 5 ayat 2 UU yang sama, dan ketiga mengacu pada pasal 11 UU yang sama. Hukuman maksimalnya 20 tahun penjara ditambah denda maksimal Rp 1 miliar.


sumber : kompas

Saturday, December 3, 2011

Ghhatellliii ..... Petugas Busway Gigit Jempol Penumpang

Minggu, 4 Desember 2011 | 08:09

Polisi memeriksa tabung gas bus transjakarta bernomor B 7228 IV yang melayani Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) yang meledak di SPBG Pinang Ranti, Jakarta Timur, Kamis (20/10/2011).
JAKARTA - Pelayanan buruk bahkan hingga tindak kekerasan dilakukan oleh petugas Transjakarta, Sabtu ( 3/12/2011 ) malam. Petugas menggigit jempol Yohanes Sulung Hasiando (27) alias Ando, salah satu penumpang Busway.

Kejadian bermula ketika Ando dan rekannya, Argha H, hendak pulang dari acara resepsi kerabat mereka di daerah Permata Hijau, Jakarta Barat. Ando akan pulang ke Pondok Gede, Bekasi (turun di shelter Pinang Ranti). Adapun Argha ke daerah Jatiwaringin, Jakarta Timur (turun di shelter UKI).

"Saya naik busway dari Permata Hijau. Saya baru dua kali naik busway dan enggak tau rutenya kalau dari Permata Hijau. Saya tanya sama petugas kalau mau ke Pinang Ranti gimana. Dia bilang turun di Taman
Anggrek, naik bus warna merah. Terus saya turun di selter Taman Anggrek," cerita Ando kepada Kompas.com.

"Sebelum naik busway, saya tanya sama petugas di pintu, Pinangranti? Dijawab iya. Saya tanya ke UKI? dia jawab enggak. Dia masih baik jawabnya. Saya ajak teman saya naik. Yang penting naik dulu, nanti bisa turun di mana gitu," paparnya.

Lantaran takut salah, Ando kembali meminta penegasan apakah benar ke Pinang Ranti. Tanpa melihat wajah Ando karena tengah memainkan ponsel, petugas yang di bajunya tertera nama Hari Maulana itu menjawab iya. Ando lalu kembali bertanya bagaimana cara agar bisa ke UKI untuk kepentingan Argha.

"Saya tanya, kalau ke UKI? Dia nengok ke saya terus bilang 'kan udah gua bilang enggak. Mukanya kesal," ucap pria yang biasa naik motor itu.

Ando tak puas dengan jawaban itu. Pasalnya, kata dia, petugas busway seharusnya membantu penumpang yang kebingungan. "Saya bilang kenapa sih lu? Emang kerjaan lu cuma jaga pintu aja?," ujarnya.

Terjadi lah adu mulut antar keduanya hingga dilerai para penumpang. "Di jalan dia bilang jangan macem-macem, ini mobil gua. Gua turunin lu. Awas lu yah, nanti di shelter berikutnya," ucapnya.

Benar saja, petugas itu menunjukkan kekuasaanya di shelter setelah Taman Anggrek. "Dia suruh saya turun. Saya ngga mau. Dia terus paksa saya turun. Ada empat petugas lain di situ tapi diam aja," ucapnya.

Selama adu mulut sekitar 10 menit itu, supir tak mau menjalankan bus. Bahkan, supir hanya diam ketika didesak para penumpang untuk jalan. Akhirnya, kata Ando, petugas itu menarik bajunya agar keluar dari bus.

Membela diri, Ando mendorong muka petugas itu dengan tangan kiri. "Jempol saya masuk ke mulut dia. Digigit lah. Dia gigit terus sambil muter-muter," ucapnya.

Gigitannya baru terlepas setelah dipisahkan oleh para penumpang. Akibatnya, jempol kirinya sobek. "Abis itu saya masuk lagi ke tengah. Tuh petugas di shelter. Busnya baru mau jalan. Sebelum jalan, itu petugas pukul-pukulin, tendangin pintu busway dari luar," ujar Ando.

Ando dan rekannya turun di shelter Pancoran lalu menuju Rumah Sakit Tebet untuk menjalani pengobatan. Tak terima, dia lalu membuat laporan ke Polres Jakarta Barat dilanjutkan membuat berita acara pemeriksaan (BAP).

"Saya tanya dia baik-baik, malah sikapnya kayak gitu. Seharusnya dia kasih pelayanan, bukannya mainin hape waktu kerja. Apa memang kayak gitu pelayanan di Busway selama ini?," pungkas pekerja swasta itu.

sumber : kompas

Thursday, December 1, 2011

Kostum Model Erotis Berlogo PMI, Panitia 'Sexy Car Wash & Photo Contest' Minta Maaf

Jumat, 02/12/2011 08:49

Surabaya - Event 'Sexy Car Wash and Photo Contest' yang meramaikan  Pameran Otomotif Surabaya 2011 di Gramedia Expo disesalkan. Pasalnya, selah satu model yang bergaya sangat erotis mengenakan kostum berlogo Palang Merah Indonesia (PMI). PT. Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara meminta maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan langsung Surabaya Branch Manager PT Dyandra Promosindo Yusuf Karim Ungsi. Ia mengakui kecolongan atas tindakan agency yang membawa tiga
model ini. Yusuf Karim menduga tiga model seksi tersebut 'asal pake' tanpa alasan tertentu saat mengenakan baju suster bertuliskan dan berlogo PMI tersebut.

"Itu luput dari pantauan kami, mereka ( tiga model) juga mengaku asal pakai busana suster tersebut," kata Yusuf Karim saat dikonfirmasi, Kamis (1/12/2011).

Memang, lanjut Yusuf, para modelnya mengakui apabila pada kostum yang dikenakan terdapat logo palang merah dan PMI. "Model selaku  pengguna kostum pun telah meminta maaf melalui panitia," kilahnya.

Untuk menghindari kesalahpahaman dengan pihak PMI, PT Dyandra Promosindo mengirimkan surat permohonan maaf. Permintaan maaf ini dikirimkan supaya meminimalisasi kerancuan yang mungkin terjadi di opini masyarakat.

"Kami selaku panitia mengirim surat permohonan maaf. Sebab panitia tidak mungkin tidak menghargai PMI," terangnya. Lagipula, tambah Yusuf, di setiap event yang digelar Dyandra Promosindo selalu bekerjasama dengan PMI.

Sebagai pertanggungjawaban atas insiden itu, Dyandra Promosindo akan minta maaf ke PMI Surabaya. "Besok kami akan ke kantor PMI Surabaya untuk silahturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi," kata Yusuf Karim.

Selain itu permintaan maaf juga disampaikan ke sejumlah pihak yang merasa dirugikan. Inilah isi surat klarifikasi dan permintaan maaf dari Dyandra Promosindo yang diterima redaksi detiksurabaya.com:

Surat Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Dengan hormat, Salam sejahtera kami sampaikan kepada Bapak/Ibu semoga selalu sehat dan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

Sehubungan dengan acara Sexy Car Wash and Photo Contest yang kami selenggarakan sebagai bagian dari Pameran Otomotif Surabaya 2011 (Gramedia Expo, 30 November � 4 Desember 2011), kami PT Dyandra Promosindo hendak menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui surat ini.

Kami mengakui bahwa adanya logo palang merah di kostum model tersebut adalah menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya. Kesalahan ini terjadi karena hal tersebut luput dari pantauan kami mengingat kostum disediakan oleh masing-masing model. Model selaku pengguna kostum pun telah meminta maaf melalui panitia.

Maka dengan surat ini kami selaku panitia secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada pihak- pihak yang merasa dirugikan atas hal tersebut karena tidak terdapat unsur kesengajaan didalamnya.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terima kasih.

Hormat kami,
PT. Dyandra Promosindo
Yusuf Karim Ungsi
Surabaya Branch Manager

sumber : detik

Monday, November 28, 2011

Putusan Hakim Soal Denda Rp 28 M untuk Eks Pilot Lion Air Dikecam

Selasa, 29/11/2011 08:49

ilustrasi
Jakarta - Bekas pilot Lion Air, Prayudi Budi Swasono dihukum harus  membayar denda sebesar Rp 28 miliar kepada Lion Air. Prayudi dihukum karena mengundurkan diri sebelum masa kontrak kerjanya habis. Keputusan ini langsung mendapat kecaman dari organisasi buruh.

"Harusnya hakim juga memperhatikan nilai keadilan ekonomi. Misalnya jika pilot itu gaji setiap bulannya sebesar Rp 20 juta, maka setiap tahun penghasilan yang diterima pekerja tersebut Rp 240 juta. Jika pekerja tersebut sudah menjalani kerjanya selama 3 tahun, maka penghasilan pekerja yang pernah diterima adalah Rp 720 Juta. Menurut pendapat saya denda ganti rugi itu nilainya harus di bawah Rp
720 juta. Apa dasar pertimbangan sampai Rp 28 miliar?" kata Pimpinan Pusat SP Aneka Industri, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Nyumarno saat berbincang dengan detikcom, Senin, (28/11/2011) malam.

Menurut Nyumarno, jika berdasar pengusaha mengalami kerugian karena pekerja kurang 2 tahun dalam menjalani masa kontraknya, maka logikanya harus dibalik. Yaitu selama 3 tahun pekerja bekerja, maka pengusaha juga sudah menikmati jasa dari pekerja dan tentunya keuntungan juga ada pada pengusahanya.

"Nilai 3 tahun bekerja saja pekerja mendapatkan penghasilan Rp 720 juta, kenapa jika berdasar kerja kurang 2 tahun bisa ganti ruginya Rp 28 miliar?" tanya Nyumarno.

Selain itu, dengan diberlakukannya Hukum Acara Perdata dalam Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) sebenarnya adalah problem tersendiri. Ditilik dari sejarahnya, hukum acara perdata memposisikan para pihak dalam keadaan mempunyai posisi tawar yang setara.

"Padahal seharusnya posisi UU Perburuhan harus memberikan perlindungan dan meningkatkan posisi tawar buruh dalam berhadapan dengan pengusaha yang secara struktural lebih kuat. UU harus melindungi buruh yang lemah. Namanya juga UU buat buruh kan?" tanya balik Nyumarno.

Lantas dia memberikan contoh kecil tentang asas hukum 'siapa yang mendalilkan, wajib membuktikan'. Dengan asas hukum acara perdata ini, maka semakin nampak lemahnya UU No 2 Tahun 2004 tentang PHI.

"Misalnya saat pembuktian, jika penggugatnya buruh, maka pembuktian harus dilakukan oleh buruh. Saat ada perselisihan di mana pengusaha mendalilkan sedang mengalami kerugian, bagaimana buruh bisa membuktikan sebaliknya karena buruh tidak mempunyai akses terhadap laporan keuangan perusahaan yang membuktikan perusahaan merugi," tegasnya.

Persoalan lainnya ialah, jika buruh mengungkap kondisi keuangan perusahaan, ia tidak tertutup kemungkinan akan dituntut balik oleh perusahaan dengan alasan membocorkan 'rahasia perusahaan'. Maka ke depannya, UU 2/2004 tentang PHI harus mampu membuat terobosan hukum acara yang berbasis keadilan struktural.

"Itulah salah satu letak kelemahan UU 2/2004 disamping masih banyaknya kelemahan lain. Sudah mutlak sebenarnya UU 2/2004 ini untuk direvisi karena sangat banyak merugikan buruh. Bahkan 70 hingga 90 persen buruh selalu dikalahkan di PHI (Pengadilan Hubungan Industrial)," ungkap Nyumarno.

Pihaknnya menyarankan pilot tersebut melakukan upaya perlawanan hukum berupa verzet. Jika masih kalah, maka perlawanan masih ada yaitu Peninjauan Kembali. "Saya berharap semoga pekerja/buruh sebagai rakyat kecil bisa mencari dan mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Keadilan harus ditegakkan dengan seadil-adilnya," tuntas Nyumarno.

sumber : detik

Sunday, November 27, 2011

Kami Digagahi Ayah Kandung saat Rumah Sepi

Minggu, 27 November 2011 17:29

BOJONEGORO - Seorang ayah tega meniduri dua putri kandungnya secara bergantian. AT alias war (34) warga Kecamatan Kanor, Bojonegoro dilaporkan mencabuli AS dan HD yang masih berusia belasan.

Kakak dan adik itu mengaku sering dipaksa melayani nafsu bejat ayahnya setiap kali rumah dalam keadaan sepi. Saking seringnya, mereka mengaku sudah lupa berapa kali dipaksa melayani nafsu bejat sang ayah.

Saat ini kasus tersebut sedang dalam penanganan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Bojonegoro. Ini setelah kedua korban meneceritakan apa yang sering mereka alami kepada salah satu kerabatnya, dan dilanjutkan dengan laporan ke Polisi.

�Kedua korban telah diperiksa dan menjalani visum. Setelah semua terbukti, pelaku juga langsung kami amankan,� terang Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Suprapto.

Dari hasil visum, diketahui bahwa alat vital AS telah ada bekas robekan dan luka yang lama. Demikian halnya
HD juga sudah robek meski belum begitu lama.

Kepada petugas, AS mengaku sudah sering sekali digagahi ayah kandungnya sendiri. Sampai-sampai, dia tidak ingat berapa kali aksi biadab sang ayah menimpanya. Sedangkan HD mengaku baru satu kali digagahi sang ayah. Tapi, kalau dicabuli menggunaan jari, sang Ayah kerap melakukannya.

Akibat perbuatannya, pelaku langsung dijebloskan ke tahanan Polisi. Ia terancam hukuman 15 tahun penjara sesuai dengan pasal 81 ayat (1) UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Tak hanya itu, pria berdarah arab itu juga dijerat pasal 46 UU No 23/ 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman 12 tahun penjara.



sumber : tribun

Friday, November 25, 2011

Selingkuh Dengan Oknum TNI, Oknum Polisi Terancam Pecat

Sabtu, 26 November 2011 09:09

MEDAN � Oknum Samapta Polresta Medan Ipda Neneng Armayanti terancam
ilustrasi

dijatuhi pemecatan setelah tertangkap basah berduaan dengan seorang pria yang diduga oknum perwira TNI di sebuah hotel di Binjai, Kamis (24/11/2011) kemarin.

Ancaman sanksi berat itu dihadapi Ipda Neneng berdasarkan pengaduan suaminya, Dodi Artha (40) penduduk Jalan Setiabudi, Medan Selayang ke Satuan Propam, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA), serta Satuan Reskrim Polresta Medan, Kamis (24/11/2011) kemarin. Menurut Kasi Propam Polresta Medan AKP Beni Sidabutar, pihaknya masih mendalami laporan tersebut, dan dalam waktu dekat ini akan memeriksa Ipda Neneng.

�Laporannya sudah ada, masih didalami agar memudahkan
pemeriksaan nanti,� kata Beno, Jumat (25/11/2011).

Meski belum mengetahui secara rinci kasus yang menjerat Ipda Neneng, Beno menyebutkan kejahatan kejahatan yang diduga dilakukan oknum perwira pertama itu terancam hukuman penjara tiga bulan hingga pemecatan tidak dengan hormat (PTDH).

�Berdasarkan pengaduan yang diterima, kasus itu bisa saja dipecat bila hukuman yang dijatuhkan di atas tiga bulan,� tandasnya.

Dodi sendiri mengaku memiliki bukti cukup kuat tentang dugaan perselingkuhan istrinya tersebut, karena sempat merekam kondisi istrinya saat berduaan dengan pria yang diduga oknum perwira TNI itu.

�Dia (Neneng) tidur di kasur tanpa pakaian, hanya ditutupi selimut. Prianya hanya memakai kolor,� kata Dodi.

Ketika itu pria pasangan selingkuh istrinya sempat menegurnya dengan keras sembari memperkenalkan dirinya sebagai perwira TNI berpangkat Mayor bertugas di lingkungan Kodam I/BB. Tapi setelah Dodi mengatatakan dirinya sebagani suami Ipda Neneng, pria tersebut hanya diam. �Setelah mengambil foto mereka, saya langsug ke luar, saya juga tak mau berbuat konyol,� tandasnya.

sumber : tribun

Wednesday, November 23, 2011

Ini Dia SMS Hakim yang Memesan Penari Bugil

Kamis, 24/11/2011 08:29

Jakarta - Majelis Kehormatan Hakim (MKH) telah memecat hakim Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta Dwi Djanuanto (56). Djanu terbukti meminta penari telanjang dan tiket pesawat kepada pihak berperkara.

Namun, Djanu membantah keras. Menurutnya, dia difitnah dan di dzalimioleh pihak tertentu. �Saya difitnah. Saya didzalimi. SMS itu tidak ada,� kata Djanu usai putusan MKH di gedung Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, (22/11).

Berdasarkan berkas yang didapat detikcom, Kamis (24/11/2011), inilah runtutan SMS dikirim oleh
Djanu. SMS inilah yang menyebabkan Djanu dipecat:

24/12/2009

Ya batal oom. Besok minggu aja ketemuan dengan Pras juga. Selamat Natal dan Tahun Baru
Ntar tak telpon lagi. Aku masih cek in.

27/12/2009

Ketemuan jam berapa, apa di dekat JEC aja?

Masih tidur Ko ? Jangan malam hari ya

He..he.. Bujangan

Sama, kalau aku di Kupang

O yo wis, ntar sore aja. Rumahku lagi kosong. Ntar be kabari

Besok aja kalo ada acara oom. Kita atur waktu

Mau ke Kupang ?

Saya jemput anak. Ya udah, lain kali aja. Met jalan ke Kupang.

Balik Jogja kapan?

Ke Kupangnya kapan?

Ok, met jalan. Sampai ketemu lagi. Dari Surabaya pakai Mandalay a ?

31/12/2009

Oh, saya masih di Jakarta. Besok baru pulang ke Yogja. Ntar sampai Jogja kita atur lagi. Trims

06/01/2010

Siang Pak. Tadi naik apa jadinya ?Bos, tolong carikan tiket ke Jogja dari Mandala dan sorenya Lion dari Surabaya

Oke, trims. Met makan. Udah makan

07/01/2010

Malam udah ke Jogja Ko? Tolong kalau udah diselesaikan tiket Garudaku tolong dikirim kode bookingnya.

08/1/2010

Bangun-bangun. Udah siang. Oom jangan lupa tiketku ya

Oke. Di Jogja kalau mendung enak liat tari telanjang. Ntar kalau di Kupang kita lihat itu. Setuju? Ha..ha..

Oh ya, tiketku tanggal 15 jangan lupa

Belum, tolong ntar malam aja be masih keluar oom. Tq

Ada. Pokoknya di booking di room sendiri dan bisa di pegang, cium dan suruh ngisep. 1 jam 500. Kita milih

Bukan dari Jawa dan bukan dari Sasando

Ada yang dari Sunda atau Manado

sumber : detik

Thursday, November 17, 2011

Tiap Diajak Kencan, DA Selalu Diberi Uang Rp 300.000

Kamis, 17 November 2011 21:49

JAKARTA - Dari keterangan penyidik atas kasus pemerkosaan yang menimpa DA, siswi sebuah sekolah Madrasyah di Cengkareng, Jakarta Barat, diketahui tiap kali diajak kencan oleh Ikhwan sang petugas TU, DA selalu diberi uang Rp 300.000.

"Kepada penyidik DA mengatakan setelah sadar telah disetubuhi oleh Ikhwan. Ibu salon, tempat Ikhwan menyetubuhi DA sempat memberikan uang titipan dari Ikhwan ke DA sebesar Rp 300.000," ucap Kepala Subdit Renakta, AKBP Parulian Sinaga, Kamis (17/11/2011)

Dari penyidikan diketahui pula aksi bejat Ikhwan tidak cukup sampai di situ. Ikhwan terus mengajak DA berkencan." Ketiga
kali dilakukan tanggal 29 Juni 2011," kata Parulian.

Lebih lanjut Parulian menjelaskan DA diajak pergi dari tempat sekolahnya dan dibawa ke salon Permata. Terakhir kali, aksi bejat itu terjadi 27 Agustus 2011 di lokasi yang sama.

"Tiap diajak kencan, korban selalu diberi uang Rp 300 ribu. Tersangka yang sudah punya satu anak ini pun mengakui pernah memberikan uang Rp 300.000 kepada DA," tambah Parulian.

sumber : tribun

Monday, November 14, 2011

Senjata di Hutan UI untuk Serang Obama

Selasa, 15 November 2011 08:09

ilustrasi
JAKARTA - Pengamat terorisme Al Chaidar senjata milik kelompok teroris yang ditemukan di hutan kota Universitas Indonesia (UI), Depok awalnya ditunjukkan untuk menyerang Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

"Rencana itu dipasang untuk menyerang Obama waktu datang ke UI," kata dia saat berbincang dengan okezone, Selasa (15/11/2011).

Senjata itu, diperkirakan sudah tersimpan di hutan
UI sejak setahun lalu. Dia meyakini, jika ditelusuri, Tim Densus 88 akan menemukan lebih banyak senjata.

"Jadi mereka hanya ingin mengganggu kedatangan Obama saja dengan letusan senjata. Mereka ingin menunjukkan eksistensi," ungkapnya.

Teroris menyadari, bukan perkara mudah dapat menyerang Obama secara langsung. "Yang penting mereka bisa mengganggu dengan tembakan-tembakan kecil saja berarti mereka sudah berhasil," tambahnya lagi.

Kendati ditemukan sejumlah senjata, Al Chaidar meyakini, hutan UI bukanlah tempat teroris berlatih militer.

"Kalau latihan nggak mungkin akan ada di tengah kota," cetusnya.

Selain itu, dia juga meyakini kelompok ini memasukkan senjata ke dalam hutan tanpa melibatkan orang lain termasuk karyawan kampus UI.

"Mereka selalu bekerja dengan jaringan yang sangat terbatas sekali," paparnya.

Kata dia, pemasok senjata ke dalam hutan UI adalah jaringan Abdullah Omar yang anggotanya masih banyak berkeliaran dan siap untuk beraksi.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menemukan senjata berupa satu pucuk senpi jungle, satu pucuk senpi FN, dan 20 butir peluru milik teroris di area hutan kota Universitas Indonesia (UI) akhir pekan lalu.

sumber : okezone

Saturday, November 12, 2011

Ikang Fawzi Masih Sanggup Bercinta Dua Kali Sepekan

Minggu, 13/11/2011 08:19

JAKARTA - Ikang Fawzi, rocker yang popular di era 1980-an itu, sudah tidak muda lagi. Usianya lebih setengah abad. Namun, di usianya itu ternyata tidak mempengaruhi kualitas hubungan seksualnya dengan sang istri, Marissa Haque. Ia masih sanggup melakukannya dua kali sepekan.

"Kalau saya ditanya, seminggu dua kali masih sanggup," ucapnya, Sabtu, (12/11/2011), dalam acara seminar On Clinic terkait masalah disfungsi ereksi tanda awal penyakit jantung koroner, di Hotel Amos Cozy, Jalan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan.

Setiap kali melakukannya, Ikang juga selalu menjaga komunikasi dengan istrinya itu. Sebab, ia ingin hubungan tersebut dapat membawa kepuasan dari kedua belah pihak. Dan, itu menjadi sangat penting dalam
memelihara keharmonisan keluarga.

"Saya juga selalu menanyakan kepada pasangan saya. Dua-duanya sama-sama harus puas dan menyenangkan," terangnya.

Menurut bapak beranak dua itu, komunikasi dengan pasangan menjadi sangat penting saat hubungan seksual. Tidak boleh ada perasaan yang dipaksakan. Karena itu akan menentukan kualitas hubungan seksual.

"Tidak ada yang dipaksakan. Yang terpenting ada komunikasi antara kita dan pasangan," tandasnya.


sumber : tribun

Friday, November 11, 2011

Halomoan Tewas Dibacok di Tengah Restoran

Sabtu, 12 November 2011 | 03:09

Darah masih berceceran di dalam Rumah Makan Pondok Gurih
PEKANBARU - Kepala Polsek Bukit Raya Polresta Pekanbaru Kompol Wawan membenarkan, Halomoan Gurning (55), seorang kontraktor di Pekanbaru, Provinsi Riau, tewas dibacok lima kali dengan samurai, pada bagian rahang kiri dan kepala.

Tubuh korban langsung menelungkup di lantai, Kamis (10/11/2011) sekitar pukul 20.02 WIB. Beberapa saat setelah kejadian, korban masih bernafas dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru. Korban meninggal di rumah sakit sekitar pukul 20.15 WIB.

Saat ini, kata Wawan, telah diperiksa lima orang saksi, yaitu satpam bernama Putra, Azis sopir korban dan Dani karyawan restoran yang berada 5 meter dari pelaku. "Pelaku beriringan datang dengan korban. Saat korban masuk rumah makan, pelaku mengikuti. Pelakunya diduga dua orang, satu yang membacok dan satu
lagi menunggu di atas sepeda motor," ungkap Wawan.

Sebenarnya, kata Wawan, saat itu satpam Pondok Gurih ingin menghalangi pembacok yang lari. Namun urung karena sempat dihunus samurai oleh pelaku.

Wawan tampak sempat berbincang dengan Caca, anak korban. Namun ia masih tampak syok dengan kematian ayahnya. "Maaf, saya belum bisa kasi ketarangan," ujar Caca yang berambut panjang, saat ditanyai wartawan.

Peristiwa sadis ini terjadi di dalam Restoran Pondok Gurih, Jalan Sudirman Pekanbaru, dan disaksikan pengunjung rumah makan yang saat itu sedang ramai menikmata santap malam.

Dari rekaman CCTV milik rumah makan, korban saat itu baru masuk beberapa langkah dari arah pintu masuk rumah makan. Belum sempat duduk, pelaku yang memakai jaket hitam dan helm, langsung membacok tiga kali di bagian kepala Halomoan dengan samurai. Ia juga membacok bagian wajah Halomoan.

Dani, yang saat itu berada di luar pintu masuk, melihat dengan jelas korban dibacok oleh pelaku yang berbadan tinggi tegap. Pelaku berjalan santai dari arah belakang korban.

Sejauh ini pendalaman dari aparat berwajib masih dilakukan, termasuk untuk memburu pelaku dan mengungkap motof dari pembunuhan sadis tersebut.

sumber : kompas