Thursday, April 28, 2011

Masyarakat Diminta Tumpas Gerakan Radikal

Jumat, 29/04/2011 05:49
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku khawatir dengan gerakan radikalisasi yang bermotif agama dan ideologi, karena dalam jangka panjang mampu mengancam karakter dan perilaku rakyat. Hal itu diungkapkan Presiden Yudhoyonp pascaterkuaknya keberadaan Negara Islam Indonesia (NII).

Menurut Presiden, jika keadaan ini terus dibiarkan, masyarakat bisa menyukai kekerasan dan melawan hukum. Untuk itu, Presiden mengajak semua pihak berperan aktif menumpas gerakan radikal.

"Di sini yang yang salah  bukan agamanya. Dan kalau dibiarkan akan mengancam karakter dan perilaku rakyat kita. Kkantong-kantong masyarakat kita bahkan generasi muda kita dibikin radikal, menyukai kekerasan, melawan hukum, dan sejumlah kejahatan yang mencemaskan," kata Presiden Yudhoyono di Jakarta, Kamis (28/4).

Sementara itu, Menkopolhukam Djoko Suyanto belum meyakini keberadaan NII yang sering dikaitkan dengan praktek cuci otak, sehingga mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.
sumber : Liputan6

Wednesday, April 27, 2011

Meski Harus Jual Sawah, Setor Rp30 Juta ke NII

Kamis, 28 April 201103:39 wib

SURABAYA- Dua mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur, menjadi korban cuci otak kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Meski dari keluarga petani, mereka bahkan sudah menyetor masing-masing Rp30 juta.

Mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains, dan Teknologi itu diketahui bergabung dengan NII sejak direkrut saat kuliah kerja nyata (KKN).

�Mereka berdua menjadi tertutup. Kami mendapatkan laporan dari teman-teman mahasiswi yang lain, kebetulan mungkin ada teman mereka
yang sudah tahu mereka bergabung dengan NII,� kata Sekretaris Universitas Airlangga Surabaya di Rektorat Unair, Hadi Shubhan, Rabu (27/4/2011).

Dua mahasiswi tersebut masih diperiksa di Polrestabes Surabaya.

Hadi melanjutkan, mereka mengaku sempat dibaiat di Jakarta. Bahkan mereka juga sudah menyerahkan uang kepada NII masing-masing sebesar Rp30 juta.

�Padahal mereka dari keluarga petani saja. Mereka sebenarnya kebanggaan keluarga, makanya bisa dipahami jika mereka bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Karena orangtua mereka pasti mengusahakan untuk mencarikan dengan menjual sawah dan hewan ternak,� sambung Hadi.

Menurut Shubhan, dua mahasiswi tersebut dibuat kehilangan kesadarannya sehingga bisa bergabung dengan NII.

Saat ditanya dikemanakan uang Rp30 juta itu, mereka hanya menangis dan sama sekali tidak menyadari saat menyetorkan uang.

�Untuk sementara memang kami belum melakukan recovery karena masih diperiksa polisi. Tapi yang jelas mereka akan di-recovery di Fakultas Psikologi dan pendidikan spesialis dokter jiwa di Fakultas Kedokteran,� sambung Hadi.

Mereka mengaku berkenalan dengan perekrut NII ini saat sedang melakukan KKN beberapa bulan lalu. Kebetulan mereka KKN di Surabaya, saat itu mereka berkenalan dengan perekrut NII dalam sebuah majelis taklim.

�Tapi mereka berdua sebenarnya hanya korban, belum sempat merekrut anggota lain. Sedangkan perekrutnya berasal dari perguruan tinggi lain di Surabaya,� jelasnya.

sumber : okezone

Tuesday, April 26, 2011

Kasus Antasari dengan 10 Kejanggalan

Selasa, 26 April 2011 | 16:09 WIB

JAKARTA - Tim penasihat hukum Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menilai ada 10 kejanggalan pada penanganan kasus kliennya terkait pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.
Maqdir Ismail, penasihat hukum Antasari, mengatakan kejanggalan itu ditemukan selama proses persidangan di tingkat pertama,, baik di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan maupun PN Tanggerang. Berikut 10 kejanggalan tersebut: 

1. Terkait penyitaan celana jins
Terkait barang bukti berupa celana jins milik Nasrudin dan anak peluru, penyidik tak menyita baju korban. Pemeriksaan forensik dilakukan hanya terhadap anak peluru, tetapi tidak terhadap mobil Nasrudin.
2. Terkait luka tembak
Berdasarkan hasil visum, peluru pertama masuk dari arah belakang sisi kepala sebelah kiri, sementara peluru kedua masuk dari arah depan sisi kepala sebelah kiri. Diameter kedua anak peluru tersebut sembilan milimeter dengan ulir ke kanan.
"Hal ini menjadi ganjil kalau dihubungkan dengan fakta, bahwa bekas peluru pada kaca mobil almarhum yang hampir sejajar dan tidak ada bekas peluru dari belakang. Dalam kesaksian Suparmin, almarhum roboh ke kanan," kata Maqdir melalui email kepada Kompas.com, Selasa ( 25/4/2011 ).
3. Terkait barang bukti senjata api.
Berdasarkan keterangan Dr Abdul Mun'im Idries, peluru di kepala korban berdiameter 9 mm dan berasal dari senjata yang baik.
Namun, keterangan ahli senjata Roy Harianto, bukti yang ditunjukkan adalah jenis Revolver 038 spesial dan kondisi senjata rusak lantaran salah satu silindernya macet.
Keterangan penjual senjata, Teguh Minarto, senjata ditemukan terapung dekat asrama Polri di Aceh sesudah tsunami.
"Menurut ahli senjata, menembak dengan satu tangan dari kendaraan dan sasaran bergerak terlalu sulit untuk amatir. Penembakan seperti itu bisa dilakukan setelah latihan dengan 3000-4000 peluru," lanjut dia.
4. Terkait Jeffrey Lumampouw dan Etza Imelda Fitri 
Ada ketidakjelasan kepentingan dan hubungan Jeffrey Lumampouw dan Etza Imelda Fitri saat bersaksi mengenai pesan singkat atau SMS bernada ancaman kepada Nasrudin. Keduanya menyebut dalam SMS tertulis nama Antasari.
Menurut Maqdir, keterangan kedua saksi itu rekaan dan hasil pemikiran. Selain itu, tambah Maqdir, ada 2005 SMS ke nomor ponsel milik Nasrudin yang tidak jelas pengirimnya. Kemudian ada 35 SMS ke nomor ponsel milik Antasari yang juga tidak jelas sumbernya.
"Ada satu SMS yang dikirim dan diterima oleh HP Antasari dan lima SMS yang diterima dan dikirim ke HP Sigid Haryo Wibisono. Ahli IT Dr Agung Harsoyo menduga, pengiriman SMS ini dilakukan melalui web server.
Dia juga menyatakan, tidak ada SMS dari HP Antasari kepada Nasrudin. Ia memaparkan, chip telepon genggam Nasrudin yang berisi SMS ancaman rusak itu ternyata tidak bisa dibuka.
5. Perbedaan kualifikasi eksekutor
Ada perbedaan kualifikasi dua eksekutor, yakni antara Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo dan Hendrikus dalam keputusan di PN Tangerang dan di PN Jaksel. Dalam pertimbangan di PN Tangerang, keduanya hanya sebagai penganjur.
Adapun dalam pertimbangan keputusan terdakwa Antasari Azhar, Sigid dan Wiliardi Wizar di PN Jaksel, kata Maqdir, mereka sebagai pelaku dan penganjur.
6. Pertimbangan majelis hakim
Ada pertimbangan majelis hakim dalam putusan Antasari yang tak jelas asalnya. Dalam berkas putusan halaman 175 , hakim menyatakan; "Menimbang bahwa Hendrikus mengikuti korban dalam waktu cukup lama, sampai akhirnya, sebagaimana keterangan saksi Parmin dipersidangan....".
Maqdir menduga, pernyataan itu dikutip dari pertimbangan perkara lain.
7. Ruang kerja Antasari 
Ada penyitaan barang bukti dari ruang kerja Antasari di KPK yang tidak berkaitan dengan perkara dan tidak dilakukan konfirmasi kepada Antasari. Bukti yang disita itu dikembalikan kepada Chesna F Anwar.
8. Penjagaan berlebihan 
Penjagaan yang berlebihan oleh polisi terhadap Rani Juliani sejak diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan hingga bersaksi di persidangan. Menurut dia, hakim dalam mempertimbangkan keterangan Rani telah mengabaikan Pasal 185 Ayat 6 huruf d KUHP, yaitu cara hidup dan kesusilaan saksi.
9. Pengakuan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo 
Pengakuan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo diperiksa dengan cara dianiaya di luar lingkungan Polda Metro Jaya. Sementara itu, Rani mengaku diperiksa di hotel, restoran, dan apartemen.
10. Pemeriksaan penyidik 
Hakim mengizinkan pemeriksaan penyidik di persidangan setelah Wiliardi mencabut pengakuan adanya keterlibatan Antasari dalam pembunuhan Nasrudin.
"Cara paling mudah untuk membuka adanya 'rekayasa' terhadap perkara Antasari ini adalah dengan menguak pengirim SMS ancaman terhadap Nasrudin dan mencari pengirim SMS, serta penelpon ancaman dan cerita tidak benar terhadap keluarga Antasari," kata Maqdir.  
sumber : kompas

Sunday, April 24, 2011

PKS Injak-injak "Merah Putih"?, Maaf!

Senin, 25 April 2011 01:59 WIB

JAKARTA - Kordinator bidang acara panitia milad PKS, Wahyudin, mengaku terkejut adanya aksi teaterikal tersebut harus berurusan dengan aparat kepolisian gara-gara menginjak kain berwarna merah putih.
Ia menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat khususnya Kader dan simpatisan PKS, karena tidak ada unsur melecehkan bendera negara Indonesia melainkan penampilan kesenian.

"Kita secara resmi minta maaf kepada semuanya, sama sekali tidak ada maksud melecehkan simbol negara," kata Wahyudin, Ahad.

Sementara itu aparat kepolisian mengamankan sejumlah penari dalam tetaterikal tersebut, penanggung jawab aksi teatrikal, kordinator bidang acara panitia milad PKS, yang dinilai bertanggung jawab dalam aksi tersebut.
Pihak kepolisian menilai aksi teaterikal tersebut telah melakukan tindakan pelecehan terhadap simbol negara sehingga bertentangan dengan hukum.

"Kita masih mendalami motif yang dilakukan mereka, belum ada penetapan tersangka, kita masih melakukan penyelidikan," kata Kapolresta Tasikmalaya AKBP Gupuh Setiyono didampingi Kasat Reskrim AKP Anton Firmanto.

Sementara itu acara milad PKS tetap berlangsung dengan dihadiri sekitar 5.000 orang kader dan simpatisan partai se-Priangan Timur, bahkan dihadiri walikota Tasikmalaya Syarif Hidayat, Kapolresta AKBP Gupuh Setiyono dan anggota DPR-RI dari Fraksi PKS, Kemal Azis Stamboel.

sumber : Republika

Saturday, April 23, 2011

Polisi Sita Tas Besar dan Buku, Geledah Rumah Mertua Pepi, Juru Kamera Global TV Diringkus?

Minggu, 24/04/2011 02:49 WIB

Densus 88 Ringkus Juru Kamera Global TV

JAKARTA -  Detasemen Khusus 88 Mabes Polri pada Jumat (22/4/2011) meringkus orang ke-20 yang diduga terlibat teroris bom buku di berbagai tempat dan bom di dekat Gereja Christ Cathedral Serpong, Tangerang.

Lelaki yang diringkus itu berinisial IF, dan disebutkan sebagai juru kamera di studio Global TV. Hingga kini, pihak Global TV belum bisa memastikan karyawannya ikut ditangkap Densus Antiteror 88 ini.

Pihak Global TV segera memastikan kabar tersebut dengan mengkonfirmasi pihak Mabes Polri. Direktur Pemberitaan Global TV, Arya Mahendra Sinulingga, mengaku telah menghubungi polisi untuk memastikan kebenaran kabar yang didapat pihak redaksi Global TV, Jmat sore.

"Dari nama cocok. Selain itu, kami sudah cek ke keluarganya dan mereka tidak tahu keberadaan yang bersangkutan. Hari ini dia juga tidak bekerja," ujar Arya Mahendra Sinulinggi di Jakarta, Jumat (22/4/2011) malam.

Arya menegaskan lagi, "Secara nama memang cocok. Tapi kami akan cek secara fisik. Malam ini juga kami akan ke Mabes untuk melihat langsung yang bersangkutan." 

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Umum Penerangan Mabes Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar tidak menjawab pesan singkat dari Tribunnews.com. Namun, Arya mengaku sudah mendapat jawaban dari Boy Rafli. "Iya, Pak Boy membenarkannya," ungkap Arya.

Geledah Rumah Mertua Pepi, Polisi Sita Tas Besar dan Buku  

Jakarta - Pagi dini hari tadi, kepolisian melakukan penggeledahan di rumah mertua Pepi Fernando, Alwi, yang berada di Jl Seruni II No 14 Blok CE, RT 08/19 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Bekasi Barat. Dalam penggeledahan yang dilakukan pukul 02.30-05.00 WIB tersebut, polisi membawa sejumlah barang dari rumah dua lantai itu.

"Saat digeledah, 2-3 orang polisi kelihatan bolak balik bawa tentengan tas besar dari dalam rumah ke mobil polisi. Tidak tahu isinya apa," ujar sekretaris RT 08/19 Kelurahan Pejuang, Kec Medan Setria, Bekasi Barat, Namsyur kepada wartawan di kediamannya, Sabtu (23/4/2011).

Namsyur yang menyaksikan penggeledahan tersebut mengatakan, sekitar 20 petugas kepolisian terlibat penggeledahan di pagi buta itu. Beberapa petugas terlihat mengamankan jalan menuju rumah mertua Pepi sedangkan sebagian lagi berada di dalam rumah.

"Waktu penggeledahan Alwi, istrinya dan pembantunya yang menggendong anak kedua Pepi keluar. Tapi istrinya Pepi tidak kelihatan," terangnya.

Saat penggeledahan, polisi juga menyita buku-buku Pepi. Polisi mengangkut buku-buku tersebut ke dalam mobil yang saat penggeledahan terparkir di halaman rumah.

"Buku diambil semua, tapi buku apa saya tidak tahu. Tapi saya lihat polisi bawa buku dari rumah," ujar pembantu rumah sebelah, Narti.

Rumah mertua Pepi berukuran sekitar 8 x 20 meter. Rumah dua lantai tersebut pukul 22.00 WIB terlihat gelap gulita karena tanpa penerangan lampu. Pagar gerbang rumah juga masih diberi garis polisi setelah polisi melakukan penggeledahan dan meminta penghuni untuk mengosongkan rumah tersebut karena belum steril.

Hingga malam ini, dua orang anggota kepolisian masih terlihat berjaga-jaga di sekitar rumah itu.

Otak bom buku dan bom Gereja Christ Cathedral di Serpong diketahui berinisial P. Siapa P sebenarnya? Polisi belum banyak mengumbar informasi. Namun, disebut-sebut pria tersebut adalah Pepi Fernando, sutradara sekaligus mantan pekerja infotainment.

Informasi soal profesi sutradara dan wartawan sudah diungkapkan oleh Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar dan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai. Menurut Ansyaad, P pernah membuat sebuah film dokumenter tentang bencana tsunami di Aceh.

Tentang karir P di dunia infotainment memang belum banyak terkuak. Tapi, berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, P adalah Pepi Fernando yang pernah menjadi reporter di tayangan gosip 'Otista'. Program Otista pernah tayang di SCTV.

Pepi juga memiliki istri yang pernah bekerja sebagai wartawan tabloid infotainment Cek & Ricek tahun 2003-2006. Sang istri dikabarkan bekerja di Badan Narkotika Nasional (BNN) pimpinan Komjen Pol Gories Mere.

Saat informasi ini coba dikonfirmasi, belum ada jawaban pasti. Kombes Boy Rafli Amar tak mengangkat dan menjawab pesan singkat yang dikirim detikcom. Kepala Humas BNN saat ditanya soal kabar istri P yang bekerja di institusi tersebut belum juga mengangkat telepon. Dua nomor istri P saat dikontak juga tidak aktif.

P sebelumnya ditangkap di Aceh karena diduga sebagai otak rencana pengeboman gereja di Serpong dan perakit teror bom buku. Di antara target bom buku ada nama aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar dan Kepala BNN Gories Mere.

 sumber : detik, kompas

Thursday, April 21, 2011

Bom Berdaya Ledak Besar, Diseting Ledakan Gereja Christ Cathedral Hari Jumat Pukul 09.00 WIB?

Jumat, 22/04/2011 02:09 WIB
  
Penemuan Bom di Tangerang Hasil Pengembangan 9 Pelaku yang Ditangkap Pekan Lalu

JAKARTA-Penemuan bom yang berada di Tangerang merupakan hasil pengembangan yang dilakukan polisi atas penangkapan sembilan orang yang ditangkap pada pekan lalu. Namun, Polri enggan menyebutkan tempat penangkapan sembilan orang tersebut.

"Penemuan bom di Tangerang merupakan hasil pengembangan penangkapan sembilan orang pekan lalu," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam yang dihubungi Republika, Kamis (21/4).

Anton memaparkan dari penangkapan sembilan orang di suatu tempat pada pekan lalu, lalu polisi menangkap dua orang di Aceh beberapa hari kemudian. Selain itu, dua orang di Bekasi juga ditangkap serta enam orang di Pondok Kopi yang ditangkap Kamis (21/4) pagi.

Dari pengakuan 19 orang tersebut, terungkaplah keberadaan bom yang berada di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Sedangkan bom-bom lainnya, masih terus didalami. "Bom lainnya masih terus dicari," imbuhnya.

Sebelumnya, enam orang ditangkap di Kampung Rawades, RT 001/03 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (21/4) pukul 05.10 WIB. Beberapa jam kemudian ditemukanlah bom yang diperkirakan memiliki berat lebih dari 100 kilogram di Tangerang.
  
Pelaku Teror Merencanakan Bom di Gereja

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Purn Ansyad Mbai  mengatakan 19 pelaku yang ditangkap merupakan tersangka bom buku sekaligus merencanakan bom di gereja.

"Semua yang ditangkap itu adalah tersangka bom buku yang sekaligus merencanakan bom di gereja,"ujarnya, usai rapat terbatas bidang keamanan di kantor Presiden, Kamis (21/4).

Menurutnya investigasi sampai kini masih berjalan. Mulai sore ini bahkan sudah berlaku kesiapsiagaan seluruh aparat dan elemen masyarakat.

Soal keterkaitan antara rangkaian bom buku , bom cirebon dan dugaan bom di Serpong yang berada dekat di gereja, menurut Arsyad memang belum terlihat.

Tapi kalau ditarik kepada motif, kemungkinan akan terlihat keterkaitan itu. Karena ini adalah gerakan radikal, yang umumnya memiliki  korelasi, dan mainstream yang besar.

"Sudah belasan tahun, sejak tahun 1999 ini kan gerakan radikal, satu deret nama-nama di situ, di tiap kasus sepertinya tidak ada hubungan, tapi tokoh-tokoh tiap kasus pasti ada kaitan dengan tokoh mainstream ini,"paparnya.

9 Bungkusan Bom Ditemukan di Sekitar Gereja Christ Cathedral

Jakarta - Proses pengamanan benda yang diduga bom di jalur pipa gas Serpong dan areal Gereja Christ Cathedral oleh Tim Gegana baru saja usai. Tim Gegana menemukan 9 bungkusan bom yang tersebar di tiga titik berbeda.

"Ada sembilan bungkusan bom ditemukan di 3 titik berbeda semuanya di luar gereja. Beratnya macam-macam ada yang 10 Kg ada yang 12 Kg ada yang 15 Kg," ujar salah seorang anggota senior Inafis (Indonesia Automatic Fingerprints Identification System), kepada wartawan di lokasi penyisiran Gegana di Gereja Christ Cathedral, Serpong, Kamis (21/4/2011).

Menurut petugas tersebut, bom tersebut ditemukan di saluran pipa gas. Bungkusan berisi bom tersebut kemudian dibawa ke markas Gegana.

"Semuanya ditemukan di pipa saluran gas. Sudah aman, barangnya sudah dibawa sama Gegana semua," tuturnya.

Petugas yang mengenakan seragam Inafis ini belum tahu kapan gereja akan dioperasikan kembali. "Soal itu saya tidak tahu," jelasnya.

Saat ini jalan umum di depan gereja sudah dibuka kembali. Namun jalan yang masuk ke gereja masih ditutup dan police line dan dijaga ketat polisi.
  
Bom Tangerang akan Diledakkan saat Paskah Melalui Remote

JAKARTA- Bom yang ditemukan di Tangerang dipicu melalui remote atau pengendali jarak jauh. Bom itu rencananya akan diledakkan pada saat perayaan paskah, Ahad (24/4) mendatang.

"Bom itu akan diledakkan saat perayaan paskah nanti," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam saat dihubungi Republika, Kamis (21/4).

Anton menjelaskan, bom tersebut hingga saat ini belum dijinakkan karena harus hati-hati. Namun remote yang akan mengaktifkan bom seberat lebih dari 100 kilogram itu telah diamankan.

Untuk sementara, Gereja Christ Katedral yang berada di Gading Serpong tidak dapat digunakan untuk ibadah Jumat Agung. Sedangkan untuk paskah, belum dapat ditentukan. "Jika bom sudah diamankan, bisa digunakan untuk ibadah," imbuhnya.

Bom Serpong Diseting Meledak Hari Jumat Pukul 09.00 WIB

SERPONG - Polisi menemukan paket bom seberat 200 kilogram di sekitar Gereja Christ Katedral, Serpong, Tangerang. Bom yang ditempatkan di gorong-gorong tersebur, diseting meledak dengan timer hari Jumat (22/4/2011) pukul 09.00 WIB.

Bom tersebut dilekatkan sebuah handphone yang menjadi timernya. Bila tak terungkap polisi, bom meledak saat bersamaan gereja Christ Katedral sedang melaksanakan Misa Jumat Agung.

Dari pantauan Tribunnews.com, Gegana berhasil menjinakan bom tersebut sekitar 10 jam pukul 18.00 WIB. Dan setelah dinyatakan aman, Gereja Christ Katedral dinyatakan hari Jumat nanti akan tetap menggelar Jumat Agung mulai pukul 10.00 WIB.
  
Gereja Christ Katedral Serpong Masih di Police Line

JAKARTA- Polisi sudah menyatakan aman wilayah di sekitar Gereja Christ Cathedral, yang terletak di Jalan Gading Talaga, Serpong, Kabupaten Tangerang. Namun hingga Kamis (21/4/2011) malam pukul 23.00 WIB, Gereja masih terpasang garis polisi atau police line.

Kedua akses jalan Gading Talaga sampai pukul 23.00 WIB, baik dari arah Jalan utama Serpong, maupun Jalan dari arah Kelapa dua tetap di police line, sehingga masyarakat yang menggunakan kendaraan harus memutar jalur.

Petugas sekurity pun juga masih berjaga-jaga mengamankan gereja yang akan dipakai untuk pelaksanaan Jumat Agung yang jatuh pada hari besok.

Sebelumnya Sekretaris jenderal Gereja Christ Cathedral, Nardi Atmaja mengaku merasa masih agak was-was dengan keamanan untuk acara Jumat Agung, tetapi besok keamanannya juga ditingkatkan, pihak gereja sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek dan Koramil untuk menjaga kamanan Jumat Agung besok. "Mungkin besok keamanan diperketat," katanya.

Polri Masih Selidiki Otak Perakit Bom di Pipa Gas Serpong

Jakarta - Bom berdaya ledak besar ditemukan di jalur pipa gas Serpong. Bom yang dikendalikan dengan remote berupa HP itu diduga bisa menimbulkan kekuatan ledakan dahsyat. Siapa peraciknya polisi masih melakukan penyelidikan.

"Semua masih dalam proses penyelidikan, kalau semuanya sudah bisa dirangkai akan disampaikan ke publik," kata Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di Gereja Katedral, Jakpus, Kamis (21/4/2011) malam.

Polisi enggan menduga-duga siapa perakit bom. Proses penyidikan atas para tersangka masih dilakukan. "Sekali lagi, menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan," imbuh Timur.

Diketahui pada Kamis pagi, Mabes Polri mengungkap plot rencana peledakan pipa gas Serpong. Polisi mengamankan 9 paket bom yang disebar pelaku teror di sekitar pipa gas dan Christ Catedhral. Polisi menangkap 19 pelaku terkait rencana peledakan ini. 

 sumber : detik, tribunnews, Republika

Wednesday, April 20, 2011

Perusuh Yang Ditembak TNI Bukan Rakyat?

Rabu, 20/04/2011 19:29 WIB

Bentrokan yang melibatkan TNI dan warga terjadi Kebumen pada akhir pekan lalu. Mabes TNI mengindikasikan tidak ada pelanggaran prosedur. TNI menyatakan, yang ditembak bukanlah warga, tetapi perusuh.

"Itu bukan rakyat, itu perusuh. Karena sudah membakar gudang senjata, harusnya ditembak. Tidak ada pelanggaran prosedur. Anggota sudah diperiksa," ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta  usai serah terima jabatan Pangdam Jaya di Makodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (20/4/2011).

Berapa orang yang sudah diperiksa terkait insiden tersebut, George mengaku tidak tahu. Namun dia menegaskan kasus ini masih terus diproses.

Kabarnya di tanah itu ada penambangan pasir besi? "Saya tidak tahu itu. Itu tanah kita. Kalau TNI mau hebat harus latihan. Itu tanah kita untuk latihan," ucap George.

Sementara itu, Kadispen AD Brigjen TNI Wiryantoro menyatakan, tanah di kebumen itu milik TNI. Sejak dulu, menurutnya, tidak pernah ada masalah.

"Kalau sedang tidak digunakan latihan, warga diperbolehkan menanam. Itu upaya kita untuk merangkul," kata Wiryantoro.

Kegiatan itu telah berjalan sekian lama tanpa ada masalah. Karena itu, ketika tiba-tiba ada kerusuhan, Wiryantoro bertanya-bertanya.

"Kenapa sekarang warga yang tinggalnya 7 km dari tempat latihan itu mempermasalahkan. Perlu dipertanyakan ada apa sebenarnya, itu perlu didalami," umbuhnya.

Dia meminta semua pihak tidak melihat masalah itu sepotong-sepotong. Wiryantoro berpesan, jangan hanya melihat TNI menembaki warga, tetapi harus dilihat pula latar belakangnya.

"Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap perusuh," sambungnya.

Bentrokan yang terjadi antara warga Desa Setro Jenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (16/4) lalu, dengan oknum TNI AD berakibat 13 korban bentrokan harus menjalani perawatan dan pemulihan. Dari 13 koran itu, empat warga mengalami luka tembak, lima mengalami luka tusuk dan empat lainnya mengalami pemukulan.

Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul melalui siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (17/4), menuturkan, lahan yang digunakan Dislitbangad sebagai obyek sengketa telah dikelola TNI AD sejak zaman peninggalan Belanda. Bahkan sejak 1949 lahan tersebut sudah dijadikan lokasi latihan menembak. Tersangka bentrokan ada 4 orang.


 sumber : detik

Tuesday, April 19, 2011

Surat Terbuka Kiki untuk Presiden, Sampai Kapan Menunggu Tanpa Bertindak?

Selasa, 19 April 2011 12:02 WIB


LEBIH dari satu bulan nasib 20 ABK Kapal Sinar Kudusyang disandera perompak Somaliasemakin tidak jelas nasibnya. Pemerintah terkesan lamban mengupayakanpembebasan mereka. Suratterbuka putri Kapten Kapal Slamet Juari,
Rezky Judiana atau yang akrab disapaKiki kepada presiden juga hanya menjadi angin lalu.

Berikut kutipan suratterbuka Kiki yang sempat dibacakan dan diedarkan ke jejaring sosial:

Assalamualaikum Pak Presiden,

Melalui jejaring media ini, saya Rezky (Kiki), seorang mahasiswi. Saya memilikipermohonan, untuk Bapak membaca pesan ini..

Ayah saya (Slamet Juari) dan 19 ABK sudah sebulan menjadi korban penyanderaanperompak Somalia,sejak tanggal 16 Maret 2011.

Sampai sekarang mereka pun masih di tengah perairan dengan persediaan makananyang menipis. Saya hanya ingin suatu kebijakan dari Indonesia untuk membebaskan Ayahdan 19 ABK nya.
Saya berfikir Indonesialambat dalam menangani masalah ini, entah itu adalah pemikiran saya yang salah,atau mungkin, diam adalah sebuah strategi.

Setiap hari pasti kami berdoa, namun sampai kapan menunggu tanpa bertindak?Disamping itu, akan makan apa mereka nanti?

Maaf apabila ada kata-kata yang salah, saya hanya ingin Ibu dan keluarga tidakmenangis lagi.. Wassalamualaikum
 
 Sumber : micom

Sunday, April 17, 2011

Din: Pelaku Bom Bunuh Diri di Dalam Masjid Kafir, Ba'asyir: Sakit Jiwa

Senin, 18 April 2011 | 11:39 WIB
  
Din: Bunuh Diri di Dalam Masjid Kafir

PASURUAN - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengatakan, orang bunuh diri di dalam masjid adalah kafir, karena bunuh diri adalah putus asa terhadap Allah SWT.

Saat menghadiri Pelantikan PD Muhammadiyah dan PD Aisyiah Kota Pasuruan di gedung Gradika Bhakti Praja Kota Pasuruan, Jawa Timur, Ahad (17/4) malam, ia mengatakan sangat sulit menerima ada orang muslim bunuh diri di dalam masjid yang juga melukai jamaah yang lain.

Tindakan itu merupakan dosa bertingkat-tingkat. Bunuh diri itu sendiri sudah merupakan tindakan dosa. Dan tindakan putus asa terhadap Allah SWT adalah kafir.

Din  mendesak aparat untuk mengusut aksi bunuh diri itu secara tuntas. "Saya khawatir dengan adanya kejadian tersebut menjadi ada orang muslim yang takut shalat di masjid," kata Din.

Ba'asyir: Pelaku Bom Cirebon Sakit Jiwa

JAKARTA - Terdakwa teroris Abu Bakar Ba'asyir menilai tidak ada dalil dalam ajaran Islam yang membenarkan pemboman masjid, apalagi saat ada jemaah yang tengah melakukan shalat di masjid itu. Ba'asyir menilai pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikro di lingkungan Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, adalah kafir.

"Tidak ada dalil-dalil di dalam agama Islam yang boleh melakukan macam itu. Orang sedang shalat kok dibom. Kalau dibilang semua polisinya kafir, tetapi dzohir-nya shalat. Itu jelas menyalahi," kata Ba'asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/4/2011). Ia dimintai komentarnya mengenai aksi bom bunuh diri di Cirebon.

Ia sependapat dengan pihak yang menilai pelaku mengalami gangguan jiwa. Menurut Amir Jamaah Anshorud Tauhid (JAT) itu, tidak mungkin orang yang paham ajaran Islam melakukan hal itu. "Enggak mungkin kalau pemuda yang ngerti agama seenaknya berani begitu," katanya.

Seperti diberitakan, pelaku yang diduga M Syarief menerobos masuk membawa bom yang dimasukkan ke dalam tas ketika puluhan jemaah yang sebagian besar anggota Polresta Cirebon tengah shalat. Bom berdaya ledak rendah melukai 31 orang yang mayoritas polisi. Sementara pelaku tewas dengan kondisi bagian perut hancur.


sumber : Republika, kompas

Saturday, April 16, 2011

Waduh...waduh ...TNI Bentrok dengan Warga, Ini dia Kronologinya versi FPPKS

Minggu, 17 April 2011 04:29 WIB

Juru Bicara INDIPT Institute for Social Strengthening Studies, Akhmad Murtajib

HARI
ini, 16 April 2011, FPPKS (Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan) mengadakan ziarah kubur ke makam lima anak yang meninggal terkena jeblugan bom mortir pada 2 Maret 1997.

Anggota FPPKS yang melakukan ziarah sebanyak 30an orang, laki dan perempuan. Acara dimulai sekitar pukul 09.30 dengan doa bersama. Makam lima anak tersebut terletak di Dukuh Godi, Setrojenar, sekitar 400 meter dari kantor TNI.

Usai berziarah, rombangan FPPKS mendapat informasi bahwa TNI merusak blokade yang dibuat oleh warga sejak beberapa hari sebelumnya, tepatnya 11 April 2011.

Mendengar kabar itu, rombongan menuju ke tempat blokade, bergabung dengan pemuda dan petani Setrojenar yang sudah di tempat, untuk membangun kembali blokade yang rusak.

Warga membangun blokade tersebut dengan pohon-pohon yang ditebang di sekitarnya.

Pada hari ini juga, TNI sedang mengadakan latihan di wilayah Ambal, yang letaknya di sebelah timur Kecamatan Buluspesantren. Warga meminta agar TNI tidak usah memprovokasi warga Setrojenar dan sekitarnya dengan merusak blokade yang sudah dibuat.

Apalagi, latihan TNI berada di wilayah yang cukup jauh di timur lokasi, di Kecamatan Ambal.

Selain membangun kembali blokade yang dirusak TNI, sekitar pukul 11.00 WIB, warga membuat beberapa titik blokade tambahan. Termasuk juga merobohkan pintu gerbang utama menuju pusat latihan TNI yang berada di sebelah utara.

Pembangunan blokade ini merupakan sikap penentangan terhadap TNI mengadakan kegiatan latihan di tempat itu. Warga menghendaki agar kawasan Urut Sewu, nama untuk daerah pantai Selatan Kebumen, sebagai kawasan pertanian dan pariwisata.

Setelah itu, warga yang kemudian berjumlah sekitar 100 orang bergerak ke arah selatan, hampir mendekati pantai. Dimana di situ dibangun sebuah rumah tingkat tiga yang diperuntukan untuk menara TNI.

Bangunan tersebut dibangun di atas tanah warga. Sebagian bangunan tersebut dirusak oleh warga.

Setelah itu, warga kembali ke utara, ke desa. Pada saat kembali, TNI sudah berbaris di jalan dalam kondisi siap tembak. Saat itu, warga berkeyakinan bahwa TNI tidak akan menyerang warga, paling hanya menakut-nakuti.

Tapi ternyata keyakinan itu salah, para tentara itu menyerang warga, serta ada yang menembakan peluru tajam. Dua orang terkena tembakan. Selain menembak, tentara juga ada yang memukul dengan popor senapan. Barang-barang yang dimiliki warga (seperti handphone) direbut dan dihancurkan tentara.


sumber : Tribunnews

Friday, April 15, 2011

Nyaris, Pasukan RI Serbu Perompak Somalia ?

Sabtu, 16/04/2011 02:19 WIB

Jakarta - Pemerintah Indonesia ternyata sudah mengirimkan dua buah kapal ke perairan Somalia untuk menyelamatkan Kapal MV Sinar Kudus beserta 20 ABK yang disandera perompak Somalia. Sayangnya, saat kapal hampir di sasaran, kapal MV Sinar kudus ternyata sudah disandarkan di tepi pantai tempat dimana markas perompak Somalia berada oleh para perompak.

"Karena saat itu kapal masih di laut lepas, hasil rapat sampai kita memilih opsi penyerbuan dan pasukannya telah disiapkan benar oleh TNI," ujar Menkopolhukam Djoko Suyanto dalam jumpa pers di Kemenkopohukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2011).

Djoko membantah jika pemerintah tidak mengambil tindakan tegas untuk mengatasi persoalan ini. Menurutnya, sejak terdengar kabar perompakan tersebut, pemerintah terkait terus melakukan koordinasi dengan pemilik kapal agar menjalin komunikasi dengan para perompak. Selain itu, opsi penyerbuan juga menjadi pertimbangan yang akhirnya dipilih.

"Tapi kita kan tidak bisa memutuskan sesuatu dengan gegabah dan menginformasikan semuanya kepada publik," katanya.

Kapal dengan kekuatan yang cukup memadai itu berangkat menuju perairan Somalia sejak 18 Maret lalu. 40 Personel gabungan dari Marinir dan Kopasus yang di terbangkan terlebih dulu dengan pesawat untuk kemudian bertemu dengan kapal TNI yang dikirimkan di Colombo.

"Nah saat pasukan tiba di kapal, pada tanggal 23 Maret saat menuju Somalia, kapal yang tadinya berada di lepas pantai sudah berada di tepi pantai yang merupakan markas utama mereka. Dan saat itu opsi penyerbuan menjadi sangat complicated," katanya.

Saat itu kapal MV Sinar kudus hanyalah satu dari 8 kapal hasil perompakan yang dilakukan Somalia. Kapal-kapal ini dijaga ketat oleh sindikat perompak.

"Dalam hal ini kita mengutamakan keselamatan ABK, dan apabila kita gegabah dalam bertindak, justru keselamatan awak kapal akan terancam," jelas Djoko yang mengenakan batik biru.

Jika kapal itu tetap pada posisi yang sama, lanjut Djoko, tentunya penyerbuan akan lebih mudah dilakukan. Tapi apa daya, posisi perairan Somalia yang sangat jauh membuat waktu tidak bisa diprediksi sehingga perompak lebih dulu memindahkan posisi kapal.

Karena serbuan itu tertunda, dan berdampak buruk jika diteruskan hingga ke tepi pantai, akhirnya pemerintah memilih jalan negosiasi melalui pemilik kapal dengan perompak. Djoko menjamin, komunikasi itu terus dilakukan sampai sekarang.

"Komunikasi dan negosiasi itu terus kita lakukan setiap hari," imbuhnya.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi kesan seolah pemerintah tidak berbuat apa-apa, tidak  menyiapkan, TNI punya kemampuan dan sudah diberangkatkan. Tapi sekali lagi tidak boleh gegabah, karena yang utama adalah keselamatan awak. Dan opsi itu harus dipahami masyarakat luas," tandas Djoko.

sumber : detik

Wednesday, April 13, 2011

Indonesia Diizinkan Serang Perompak, Malaysia Siap Bantu

Kamis, 14 April 2011 08:19 wib 

JAKARTA � Pemerintah Somalia mengizinkan negara lain, termasuk Indonesia, untuk memerangi perompak.

Penyerangan negara lain atas perompak Somalia berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa- Bangsa 1846 berisi izin bagi negara dan organisasi regional untuk menggunakan semua tindakan yang diperlukan dalam mengatasi perompak Somalia yang ditetapkan pada 2 Desember 2008.

Duta Besar Somalia untuk Indonesia Mohamud Olow Barow menegaskan bahwa Presiden Somalia Abdullahi Yusuf Ahmed juga sudah mengirim surat kepada DK PBB untuk meminta negara-negara yang punya kekuatan untuk memerangi bajak laut agar bertindak.

�Pemerintah Somalia mengizinkan negara lain, termasuk Indonesia, untuk memerangi bajak laut, bukan hanya di lautan bahkan bila perlu sampai di darat. Kami membolehkannya,� kata Dubes Barow dalam konferensi pers di Jakarta kemarin.

Menurut dia, setidaknya ada sembilan negara yaitu Kanada, Denmark, Amerika Serikat, India, Prancis, Rusia, Spanyol, Belanda, dan Inggris serta Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sudah mengirimkan kapal dan pesawat perang mereka ke perairan Somalia untuk mengamankan transportasi di sana.

�Mereka (perompak) adalah mafia internasional. Uang yang didapat bukan hanya dinikmati perompak itu sendiri, tapi kelompok lain di luar Somalia yang menyediakan para perompak radio dan peralatan navigasi untuk mencari kapal,� ungkapnya.

Pernyataan Dubes Barow merespons penyanderaan perompak Somalia terhadap Kapal MV Sinar Kudus dan 20 anak buah kapal (ABK)-nya pada 16 Maret 2011.

Untuk membebaskan kapal tersebut, perompak asal Somalia meminta uang tebusan sebesar USD 2,6 juta dan kemudian naik menjadi USD 3,5 juta (sekitar Rp31 miliar).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto kembali menegaskan bahwa keselamatan warga negara Indonesia yang disandera perompak di Somalia tetap menjadi prioritas dengan terus melakukan perundingan dan memilih alternatif terbaik.

�Saya sampaikan opsi terbaik dilakukan dengan tetap menjaga keselamatan awak kapal dan komunikasi dengan pihak perompak dan pemilik kapal selalu dijalin dan pemilik kapal selalu dalam koordinasi kita,� kata Djoko Suyanto di Istana Wapres Jakarta, kemarin.

Menurut Djoko Suyanto , komunikasi saat ini terus dijalin dan sedang memfinalisasi bagaimana mekanisme pembebasan para sandera warga negara Indonesia tersebut. �Ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan ke publik," katanya.  

Malaysia Siap Bantu Bebaskan Kapal Sinar Kudus  

 Kuala Lumpur: Angkatan Bersenjata Malaysia bersedia membantu pemerintah Indonesia untuk membebaskan sebuah kapal dagang Indonesia Sinar Kudus  yang di bajak oleh para perompak Somalia di perairan negara tanduk Afrika tersebut sejak 16 Maret lalu.

Seperti dikutip kantor berita Bernama, Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia Jenderal Tan Sri Azizan Ariffin, menyatakan pihaknya siap membantu membebaskan Kapal Indonesia tersebut, namun hingga saat ini pemerintah Indonesia belum meminta bantuan dari Malaysia. "Jika kita kebetulan berada di sana, maka kita dapat memberikan bantuan karena Malaysia adalah bagian dari pasukan internasional," kata Jenderal Azizan. Menurutnya, Malaysia selama ini bekerja sama dalam pertukaran informasi dan pelaksanaan operasi internasional di Teluk Aden.

Malaysia memiliki pengalaman dalam menangani pembajakan ketika kapal tanker MISC MT Bunga Laurel dengan 23 awak disandera oleh bajak laut Somalia. Operasi pembenasan sandera yang dilakukan Malaysia berhasil membebaskan ABK kapal tanker tersebut dan menangkap tujuh bajak laut Somalia.

 sumber : okezone, liputan6

Sunday, April 10, 2011

Tabrakan Beruntun Mobil Konvoi Rombongan Menko Kesra

Senin, 11 April 2011 03:29 WIB

Jambi  - Mobil rombongan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, HR Agung Laksono mengalami tabrakan beruntun, ketika akan menuju ke Bandara Sultan Thaha Jambi, sekita pukul 15:15 WIB, Minggu.

Beruntung mobil Toyota Land Cruiser dengan nomor polisi RI 13 yang ditumpangi Menkokesra selamat lantaran berada di barisan depan. Kecelakaan terjadi di Desa Penyengat Olak, Kecamatan Sengeti, Kabupaten Muarojambi sepulang kunjungan kerja (Kunker) yang dilakukan Menko Kesra di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Kecelakaan terjadi berawal dari mobil konvoi barisan depan yang ngerem mendadak. Itu dilakukan lantaran padatnya kendaraan karena di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) tengah berlangsung pesta perkawinan.

Mobil MenkoKesra berada di barisan nomor dua, diikuti oleh rombongan Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar. Mobil barisan nomor enam, yakni rombongan protokoler Setda Provinsi Jambi beserta wartawan ANTARA Biro Jambi dan TV lokal Jambi yang ditabrak pertama kali.

Tabrakan awal dirasakan tidak begitu kuat oleh mobil dinas jenis Kijang Innova dengan Nopol BH 30, tabrakan kedua oleh mobil dinas jenis kijang innova Nopol BH 10 EZ. Mobil tersebut ditabrak lagi oleh kendaraan humas Setda Provinsi Jambi jenis L300 dengan Nopol BH 554 dan di belakangnya disusul tabrakan oleh Kijang Innova BH 55.

Tabrakan begitu kuat dan mengeluarkan suara yang cukup kuat. Kondisi terparah dialami oleh kendaraan humas yang ditumpangi oleh wartawan TVRI Jambi, Sun TV, media cetak lokal dan empat staf humas. Akibat tabrakan beruntun tersebut, satu orang mengalami retak tulang pada kaki kiri, satu orang yakni sopir mengalami luka serius dan tiga lainnya mengalami luka ringan.

Mobil humas jenis L300 tersebut mengalami rusak parah. Mobil tersebut ditabrak di bagian depan dan belakang lalu mengeluarkan asap cukup tebal. Lalu, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah untuk mendapatkan perawatan.

Seusai melepas Menko Kesra di Bandara Sultan Thaha Jambi, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus langsung membesuk para korban kecelakaan yang dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Gubernur berjanji akan menanggung seluruh biaya korban hingga sehat.

Melihat kejadian ini, Gubernur meminta kepada Kepala Biro Humas Setda Provinsi Jambi untuk mengganti kendaraan Humas itu. "Memang sudah tidak layak lagi, mobil tersebut harus diganti," kata Gubernur disela-sela kunjungannya.

Menko Kesra berkunjung ke Tanjung Jabung Barat untuk melakukan pencanangan pertama gerakan tanam serentak padi dua kali (Gertak Paduka), dan gerakan tanam serentak.  Menkokesra melakukan Kunker selama dua hari.

 sumber : antara

Menebarkan! Aparat RI Arahkan Senjata ke Heli Aparat Malaysia

Minggu, 10/04/2011 11:49 WIB

Jakarta - Drama menegangkan terjadi antara aparat penjaga laut Indonesia dan Malaysia setelah aparat Indonesia menangkap dua kapal nelayan negeri jiran. Namun karena Malaysia 'menahan diri' alhasil hal yang tidak diinginkan bisa dihindari.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu kemarin dan dilansir The Star edisi Minggu (10/4/2011). Malaysia bersikeras menyebut nelayan itu berada di perairan negeri tersebut, tidak melanggar batas.

Kementerian Pertahanan Malaysia menuturkan, perahu nelayan itu berada sekitar 25 mil laut dari perbatasan Malaysia-Indonesia ketika mereka ditangkap oleh aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia yang sedang berpatroli.

"Begitu mendapatkan laporan (penangkapan itu), empat helikopter Angkatan Laut Kerajaan Malaysia dan Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM) dikirim ke laut untuk mencari perahu nelayan itu," tulis Kementerian Pertahanan (Kemhan) Malaysia dalam statemennya.

Dua perahu nelayan dari Hutan Melintang di Perak kemudian terlihat bergerak menuju perbatasan, dikawal oleh kapal otoritas maritim Indonesia.

"Aparat APMM menggunakan pengeras suara mengintruksikan otoritas Indonesia untuk  melepaskan perahu-perahu itu karena mereka masih berada di perairan Malaysia, namun perintah itu diabaikan," ujarnya.

"Aparat Indonesia dari atas perahu mengarahkan senjatanya ke heli-heli ketika mereka (heli-heli, red) berusaha mencegah mereka (aparat Indonesia) melewati perbatasan," sambungnya.

Otoritas Malaysia tidak melakukan tindakan lebih lanjut terhadap perahu aparat Indonesia untuk  menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Perahu nelayan Malaysia itu dibawa melintasi perbatasan sekitar pukul 15.50.

"Pemerintah akan menangani kasus ini lewat jalur diplomatik untuk menghindari ketegangan antara kedua negara," ujar Kemhan.

Sementara itu di George Town, Penang, Bernama melaporkan bahwa aparat APMM telah menahan 4 nelayan Indonesia di dekat Pulau Kendi, Sabtu pagi. Keempatnya berusia antara 16 dan 19 tahun, ditangkap sekitar pukul 3 dinihari.

"Pengecekan menunjukkan perahu itu berasal dari Belawan dan tidak ada satu pun dari mereka memiliki dokumen perjalanan yang valid," ujar Komandan Penegakan Maritim Penang, Robert Teh Geok Chuan.

Dia menuturkan, keempatnya ditahan berdasar UU Perikanan karena memasuki perairan Malaysia untuk menangkap ikan secara ilegal. Mereka juga dijerat dengan UU Imigrasi karena tidak memiliki identitas valid dan surat perjalanan.


sumber : detik

Saturday, April 9, 2011

Demokrat Belajar Mendengar, Akhirnya?

Minggu, 10 April 2011 | 06:53 WIB
 
JAKARTA - Berbagai kritik terhadap Dewan Perwakilan Rakyat yang ngotot meneruskan rencana pembangunan gedung baru DPR melunakkan sikap sebagian pimpinan Dewan.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Mohammad Jafar Hafsah di Jakarta, Sabtu (9/4/2011), mengutarakan, fraksinya akan mendukung jika rakyat menghendaki rencana itu ditinjau atau ditangguhkan sementara.

�Bahkan, jika rakyat ingin gedung baru DPR itu jangan dibangun dengan berbagai pertimbangan, Fraksi Partai Demokrat (F-PD) akan mengikuti suara rakyat. Pembangunan itu bisa ditinjau ulang, ditangguhkan, atau ditunda sampai waktu yang lebih kondusif,� tuturnya.

Padahal, F-PD adalah fraksi pendukung pembangunan gedung
baru DPR senilai Rp 1,138 triliun itu. Hanya Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang menolak pembangunan gedung baru DPR dalam rapat konsultasi pimpinan DPR.
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) juga menolak pada Rapat Paripurna DPR (Kompas, 8-9/4/2011). Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja�far menilai pimpinan Dewan tak utuh menyampaikan sikap fraksi. PKB meminta rencana pembangunan gedung DPR tersebut dievaluasi, ditunda dulu.

Kader Demokrat pun meminta pembangunan gedung baru DPR itu setidaknya ditunda, seperti sinyalemen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa, misalnya, meminta pimpinan DPR memerhatikan sinyalemen Presiden, yang merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, yang meminta evaluasi, penundaan, bahkan pembatalan pembangunan gedung yang tak patut dan tidak mendesak (Kompas, 8-9/4/2011).

Menurut Jafar Hafsah, F-PD akan lebih dulu berusaha meyakinkan masyarakat akan pentingnya pembangunan gedung baru DPR. Gedung baru dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja DPR, perbaikan tata kelola kedewanan, dan penguatan kelembagaan. Rencana ini mulai disusun sejak DPR periode 2004-2009, desainnya sudah ada, dan sekarang sedang dalam proses.

�Kami setuju pembangunan gedung baru dengan catatan perlu dibuat lebih efisien,� katanya lagi. Penghematan dilakukan dengan mengurangi biaya pembangunan. Dahulu dananya direncanakan Rp 1,8 triliun, tetapi beberapa waktu diturunkan menjadi Rp 1,5 triliun, lalu jadi Rp 1,3 triliun, dan terakhir Rp 1,1 triliun.

�Namun, jika rakyat tetap berkehendak gedung baru itu belum dipandang perlu, kami siap melaksanakan itu. Kami akan ikuti suara rakyat,� ungkapnya. Peninjauan rencana pembangunan gedung DPR bisa dilakukan dengan mengajak pimpinan DPR kembali membicarakannya, bisa juga digelar rapat paripurna lagi.

Audit anggaran gedung

Secara terpisah, Organisasi Advokat Indonesia (OAI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa berkas pembangunan gedung baru DPR tersebut. Hal itu karena, menurut Adi Partogi SS dari OAI, ada indikasi kerugian negara dan mark up (penggelembungan anggaran) dalam proyek itu.

Koalisi Masyarakat Sipil juga menduga ada persekongkolan pada proyek gedung baru DPR. Menurut Roy Salam dari Koalisi, ada dana sekitar Rp 14 miliar yang dikeluarkan sejak tahun 2008 terkait dengan rencana pembangunan gedung baru DPR yang tidak bisa dipertanggungjawaban DPR.

Terkait dana sekitar Rp 14 miliar yang dikeluarkan dalam pembangunan itu, Jafar Hafsah setuju jika KPK menelaah kemungkinan adanya tindak pidana korupsi. �Terkait dana yang sudah dikeluarkan, DPR siap diperiksa KPK. DPR malah meminta KPK untuk mendampingi dan memberikan pemahaman bagaimana mengelola keuangan yang benar,� ujarnya.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengakui, KPK sedang menelaah dana yang dikeluarkan dari total rencana biaya pembangunan gedung baru DPR. Telaah untuk mencari kemungkinan adanya korupsi dalam proses itu.

Menurut Johan, KPK sudah menerima data dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait dengan dana miliaran rupiah yang sudah dikeluarkan untuk pembangunan gedung baru DPR. Kebenaran data tersebut sedang dicek. Johan menuturkan, dalam 30 hari ini, telaah KPK akan selesai dan kemudian diberitahukan kepada LSM yang melapor.

Psikolog sosial Bagus Takwin heran dengan sikap DPR yang tetap ngotot meneruskan pembangunan gedung baru. Padahal, sebagian besar rakyat sudah mengkritik dan menolak rencana itu. �Kenapa DPR ngotot? Jangan-jangan jika rencana itu batal, ada yang tak dapat uang proyek atau komisi?� katanya.

Indonesia Corruption Watch dan Malang Corruption Watch, Sabtu, meminta Presiden mencopot Ketua DPR Marzuki Alie karena tindakannya merugikan Partai Demokrat. Marzuki merupakan kader Partai Demokrat.
  
sumber : kompas

Thursday, April 7, 2011

Makam Mbah Priok Kembali Disoal?

Jum'at, 8 April 2011 01:03 wib

DEPOK - Menjelang peringatan setahun tragedi Koja, para akademisi dan sejumlah peneliti mengungkapkan sebuah fakta baru terkait keberadaan makam Mbah Priok di Jakarta Utara.

Hal ini juga mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan bahwa pengultusan terhadap seseorang tidak disarankan. "Pesan MUI segera dapat terbaca bahwa ziarah ke Makam Priok jika itu ditautkan dengan pengkultusan tidaklah disarankan,� ujar Tommy
Christomy, tim pengkaji kasus makam eks TPU Dobo.

Ungkapan Tommy disampaikan dalam seminar Membongkar Mitos dan Tradisi Ziarah Makam Mbah Priok yang digelar Program Studi Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat, Kamis (7/4/2011).

�Terlebih ada berbagai kesaksian bahwa sebetulnya telah ada upaya pemindahan makam ke Semper, kendati juga hal ini dibantah oleh sebagian ahli waris," lanjut Tommy.

Menurut Tommy, ada beberapa opsi yang dapat dijadikan alternatif penyelesaian kasus makam Mbah Priok. Pertama, makam tetap di sana sebagaimana yang diharapkan peziarah. Kedua, tetap di tempat semula tapi luas tanah yang digunakan tidak seluas semula.

�Ketiga, pindah ke tempat baru. Atau pindah ke tempat baru tapi tempat lama tetap dipelihara meski tak seluas semula," tambah Tommy.

Pembicara lain dalam seminar tersebut, pengamat sosial politik Bachtiar Effendy mengungkapkan, berziarah ke makam yang bukan angggota keluarga biasanya memiliki dimensi kepentingan yang berbeda. Mereka yang berkunjung biasanya disertai niat atau maksud mencari keberkahan.

�Bahwa mereka juga mengucapkan zikir, melafalkan tahlil, membacakan bagian-bagian Alquran serta mengucapkan doa adalah benar adanya. Akan tetapi, hal-hal itu pada umumnya juga disertai dengan membersitkan keinginan atau niatan untuk memperoleh berkah atau keberuntungan dari Allah melalui perantaraan penghuni makam untuk meraih kesehatan badan, ketenteraman batin, ketenangan hati, kemuliaan hidup, peningkatan kualitas keagamaan, kemakmuran, kesejahteraan, bahkan kekuasaan,� papar Bachtiar.

Ditambahkan Bachtiar, terlepas dari kuatnya pendapat semacam itu, sampai sekarang masih sulit ditemukan penjelasan yang memadai untuk menerangkan secara lebih konkrit keterkaitan antara kekuasaan dengan ziarah kubur.

�Di samping itu, para pelaku politik atau pemegang kekuasaan akan lebih percaya diri jika dikatakan bahwa kekuasaan politik yang mereka peroleh bersumber dari hal-hal yang bersifat tangible, seperti pemilihan umum dan lain sebagainya,� tandas Bachtiar. 

sumber : okezone

Tuesday, April 5, 2011

Pramono Anung: BIN Jangan Sensor Twitter dan Facebook, Priyo Budi Santoso: Penguatan Intelijen juga Perlu Diukur?

Rabu, 06/04/2011 05:59 WIB

Jakarta - Rencana Badan Intelijen Negara (BIN) memantau jejaring sosial seperti twitter dan facebook terus menuai protes. Pimpinan DPR pun angkat bicara demi kebebasan pengguna jejaring sosial di Indonesia.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung berharap Badan Intelijen Negara (BIN) memantau twitter dan facebook alakadarnya. BIN tidak boleh melakukan sensor terhadap jejaring sosial,

"Silahkan saja BIN mengawasi twitter dan facebook asal jangan melakukan sensor terhadap twitter dan facebook, karena masyarakat sudah bisa melakukan swasensor sendiri," ujar Pram kepada detikcom, Rabu (6/4/2011).

Hal ini disampaikan Pram menanggapi rencana BIN mengawasi twitter dan facebook. BIN hendak mengawasi sejumlah konten twitter dan facebook yang berisi ancaman.

Pram mengingatkan BIN agar memahami kebebasan demokrasi di Indonesia. Sehingga pengguna jejaring sosial tidak terbatasi karena pengawasan berlebihan oleh BIN.

"Di negara demokrasi seperti Indonesia ini ada pilar keempat demokrasi dan itu adalah kebebasan pers. Dalam kebebasan pers itu yang penting adalah konvergensi media, termasuk si dalamnya adalah twitter dan facebook," tutur pemilik akun twitter @pramonoanung ini.

Pandangan senada disampaikan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Menurutnya, BIN memang bertugas menjaga keamanan negara, namun tidak boleh membatasi aktivitas sosial warga negara.

"Namun BIN tidak boleh melakukan tugas tersebut untuk menerobos politisasi sehingga digunakan untuk kepentingan politik," tutur Priyo.

Karenanya, Priyo menuturkan, dalam revisi UU intelijen, penguatan intelijen juga perlu diukur.

"UU tersebut sedang dalam pematangan di DPR. Saya kira penguatan intelijen memerlukan formula yang tepat untuk mendeteksi ancaman lebih dini. Namun formula ini harus dipastikan tidak menjorokkan BIN untuk kegiatan politik praktis," tandas pemilik akun twitter @priyobudis ini.

 sumber : detik

Monday, April 4, 2011

Rumah Sepupu SBY disita PN Pacitan, "Untuk Kampanye"?

05/04/2011 06:18 

Pacitan: Pengadilan Negeri Pacitan, Jawa Timur, menyita rumah sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (4/4). Karena sejumlah warga yang uangnya dipinjam Nurcahyo saat pemilihan Bupati pada Desember 2010 tidak pernah dibayar. Nining, seorang korban mengaku Nurcahyo meminjam uangnya Rp 81 juta untuk konsumsi kampanye.

Saat disita, tak ada seorang pun keluarga SBY berada di rumah yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat Nomor 10. Proses pun berjalan singkat. Setelah membacakan amar putusan dari ketua PN Pacitan, petugas langsung melakukan penyitaan. Selain rumah, ruko di Jalan Yos Sudarso Nomor 2 ikut disita sebagai jaminan.


Sejak kalah dalam pemilihan bupati periode 2010-2015, Nurcahyo menghilang. Sedikitnya lima warga yang uangnya dibawa Nurcahyo mengajukan gugatan ke PN Pacitan. Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan. Tapi Nurcahyo tetap menghilang dan tak pernah datang ke pengadilan saat sidang digelar.

sumber : liputan6

Sunday, April 3, 2011

Warga Padati Alun-alun, Gempa Getarkan Jakarta

Senin, 4 April 2011 | 04:09 WIB

Gempa Getarkan Jakarta


Gempa bermagnitud 6,7 menggetarkan Jakarta pada Senin (4/4/2011) pukul 03:06:39 BBWI. Menurut data dari USGS, lokasi gempa berada di posisi 9,865�Lintang Selatan dan 107,612�Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Posisinya berada di kawasan selatan Jawa.

USGS juga menampilkan catatan jangkauan jarak pusat gempa adalah 426 km dari Jakarta, 324 km dari Bandung, 291 km dari Tasikmalaya, dan 224 km dari Pulau Christmas.

Kedalaman Gempa 10 Kilometer


Gempa yang getarannya bisa dirasakan di Jakarta, menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, berkekuatan 7,1 skala Richter. Gempa itu mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin (4/4/2011) pukul 03.06 WIB.

BMKG juga menyebutkan gempa yang berpotensi tsunami itu berada di kedalaman 10 kilometer dengan lokasi 10,01 derajat Lintang Selatan dan 107,69 derajat Bujur Timur. Getaran gempa berlangsung sekitar dua menit.
 
Warga Padati Alun-alun Cilacap

CILACAP - Masyarakat Cilacap masih berduyun-duyun menuju alun-alun Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pascagempa bermagnitud 7,1, Senin (4/4/2011) pukul 03.06. Mereka keluar rumah dan berkumpul di alun-alun yang merupakan tempat evakuasi sementara di wilayah rawan tsunami ini.

Berdasarkan pantauan Kompas, warga dari wilayah selatan Cilacap berlari-lari menuju alun-alun. Bahkan, sebagian warga membawa beberapa tas berisi pakaian. Yanto (23), warga Kelurahan Donan, Cilacap, mengaku trauma dengan tsunami sekitar tahun 2006. Ia bersama keluarganya akan mengungsi ke tempat saudaranya di Cilacap utara.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika belum mencabut informasi potensi tsunami

Belum Ada Catatan Kerusakan

SUKABUMI - Belum ada catatan kerusakan akibat gempa bermagnitud 7,1 yang melanda Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin (4/4/2011). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Perry A Furqon mengatakan, gempa itu sempat terasa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Kami belum menerima laporan sampai saat ini," kata Perry ketika dihubungi melalui telepon selulernya. Perry menambahkan, pihaknya juga khawatir gempa itu bisa mengakibatkan kerusakan permukiman dan menelan korban jiwa karena terjadinya pada Senin dini hari saat warga sedang terlelap tidur.

"Kami sudah berkoordinasi dengan satuan pelaksana penanggulangan bencana (Satlak PB) di daerah untuk selalu siaga khawatir ada gempa susulan yang kekuatannya lebih besar," ujarnya.

Perry menuturkan, pihaknya juga terus memantau dan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang perkembangan gempa yang berpotensi tsunami tersebut. Selain itu, untuk warga pesisir Kabupaten Sukabumi, seperti pantai yang berada di Kecamatan Tegal Buleud, Palabuhanratu dan Ujung Genteng, diimbau untuk selalu waspada.

"Siaga yang kami lakukan ini sampai peringatan tsunami dari BMKG dicabut," ujarnya.      Sementara itu, catatan BMKG menunjukkan gempa berpusat di kedalaman 10 kilometer di 293 km barat daya Cilacap atau 10,01 derajat Lintang Selatan dan 107,69 derajat Bujur Timur.


sumber : Kompas

Friday, April 1, 2011

Wuelaaahh...Perempuan yang Dinikahi Umar, Ternyata Laki-laki....Tulen Lagi?

Sabtu, 2 April 2011 11:59 wib
Ternyata Perempuan yang Dinikahi Berkelamin Lelaki
BEKASI - Serang suami warga  Kota Bekasi, Jawa Barat melaporkan kasus penipuan kepada polisi, setelah yang bersangkutan menyadari bahwa perempuan yang dinikahinya sejak enam bulan silam ternyata berkelamin laki-laki.

Kapolsek Jatiasih AKP Karosekali, mengatakan terlapor yang bernama Rahmat Sulistiyo alias Fransiska Anastasya, telah ditangkap petugas di rumahnya, Rabu (30/3) lalu.

"Pelaku berpura-pura menjadi perempuan, kemudian menikah dengan korban. Semua biaya pernikahan tersebut ditanggung korban," katanya, Jumat (1/4)

Dari hasil penyelidikan, korban yang berusia 32 tahun menikah dengan Fransiska Anastasya pada 19 September 2010 di rumah korban dengan disaksikan orang tua masing-masing, setelah pasangan itu menjalin hubungan sejak Agustus 2010.

Selama menjalin rumah tangga, pelaku berprilaku layaknya seorang istri yang selalu menggunakan pakaian wanita lengkap plus jilbab lagi.

"Bahkan untuk meyakinkan korban, pelaku selalu menggunakan pakaian tertutup juga sekaligus untuk menyembunyikan bagian fisik tertentu," katanya.

Selama enam bulan berumah tangga, korban dan pelaku berhubungan intim layaknya suami istri pada malam hari dengan semua lampu dimatikan total. Pelaku menolak berhubungan intim dengan posisi terlentang. Berbagai alasan dikemukakan, di antaranya, tengah mengalami gangguan pencernaan.

"Pelaku selalu mengambil posisi telungkup," ujar AKP Karosekali.

Korban baru mengetahui kalau istrinya adalah laki-laki pada Selasa (29/3) lalu, setelah adanya informasi dari warga sekitar yang sempat mengenal kepribadian Fransiska Anastasya yang sesungguhnya.

Warga yang sempat mengenal Fransiska Anastasya itu juga menginformasikan bahwa 'perempuan' tersebut kerap berprilaku kasar dan memiliki jenggot serta berbadan tegap.

Sebelumnya, Fransiska Anastasya juga sempat dituntut tetangga untuk memeriksakan fisik ke Klinik Maharani Medika di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, guna mengetahui jenis kelamin yang sebenarnya.

Namun, Fransiska Anastasya akhirnya berhasil meyakinkan korban dengan merekayasa surat keterangan dokter bahwa yang bersangkutan benar-benar perempuan.

Namun, kebohongan pelaku terbongkar berkat pengakuan Klinik Maharani Medika yang menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat keterangan tentang jenis kelamin kepada orang yang bernama Fransiska Anastasya.

Dari pernyataan klinik seperti itu, sejumlah warga langsung menemui Fransiska Anastasya di rumahnya dengan maksud memeriksa jenis kelamin yang sebenarnya.

Sebelum itu dilakukan warga, Fransiska Anastasya akhirnya mengaku bahwa dirinya memang berkelamin laki-laki.

AKP Karosekali menambahkan, setelah mengetahui secara jelas bahwa istrinya seorang laki-laki, korban datang melapor kepada petugas bahwa Fransiska Anastasya yang memiliki nama sebenarkan Rahmat Sulistiyo telah menipunya.

"Rahmat Lelaki Tulen, Bukan Banci"

 JAKARTA - Fransiska Anastasya Oktaviany alias Rahmat Sulistiyo, warga Jalan Kenanga RT 012 RW 02 Pasar Rebo, Jakarta Timur, sehari-hari adalah lelaki tulen, tidak ada tanda-tanda dia memiliki kelainan seksual.

"Dia kalau di sini kayak laki kok, nggak ada tanda-tanda kayak banci,� ujar Ketua RT 012 Pasar Rebo, Suhadi  di Jakarta, Sabtu (2/4/2011).

Pihak RT mengetahui Rahmat selama ini bekerja di kawasan Cengkareng dan kos di sekitar tempat kerjanya. "Kata warga dia kerja di Cengkareng dan ngekos di sana," terang Suhadi.

Sementara itu, dari pihak keluarga Fransiska Anastasya Oktaviany alias Rahmat Sulistiyo hingga kini belum bisa dimintai konfirmasi. Suhadi mengatakan keluarga Rahmat sudah keluar sejak pagi tadi.

Fransiska Anastasya Oktaviany menikah dengan Muhammad Umar dengan cara memalsukan surat-surat dan wali. Dia juga menipu Umar dengan cara menyamar sebagai perempuan, hingga bahtera rumah tangga mereka berjalan selama enam bulan.

Akibat perbuatannya, kini pelaku ditahan pihak kepolisian dan diancam hukuman tujuh tahun penjara karen telah melanggar KUHP pasal 266 dan atau 378 KUHP.
  
Umar Berhubungan dengan Rahmat Lewat "Belakang"

 JAKARTA- Terkuaknya pernikahan Muhammad Umar dengan Fransiska Anastasya Oktaviany alias Rahmat membuat geger  kampung Bojong, Jatisari kecamatan Jatiasih, kota Bekasi.

Selain menikahi seorang pria tulen, ternyata Umar selama enam bulan masa pernikahannya melakukan hubungan intim melalui Anus.

Kapolsek Jatiasih, AKP D. Karo Sekali mengatakan, selama enam bulan Umar dan Anastasya atau Rahmat melakukan hubungan istri tersebut lewat Anus. "Ya lewat dubur," singkat AKP D. Karo Sekali kepada okezone, Jumat (1/4/2011) malam.

Menurut Karo Sekali, selama berhubungan badan tersebut Rahmat selalu mematikan lampu kamarnya dan berperilaku layaknya seorang istri atau perempuan.

Seperti diketahui, Muhammad Umar, warga kampung Bojong RT-001/ RW-002, Jatisari kecamatan Jatiasih, kota Bekasi, tertipu oleh istri yang dinikahinya enam bulan yang lalu. Dia tak menyangka istri yang dicintainya berjenis kelamin laki-laki yang bernama Fransiska Anastasya Oktaviany alias Rahmat.
  
Umar Yakin Rahmat Wanita karena Pakai Bra

JAKARTA- Dalam menjalankan bahtera rumah tangga, Rahmat acap kali berpakaian layaknya seorang wanita. Untuk meyakinkan suaminya Umar, pelaku selalu bersolek seperti pengantin baru.

Jika menjelang malam, tersangka menutupi wajahnya dengan kerudungan dan mematikan lampu agar Umar tidak melihat fisik asli Rahmat.

Kapolsek Jatiasih, AKP D. Karo Sekali mengatakan, tersangka selalu berpakaian wanita layaknya waria dari Taman Lawang. "Dia selalu berpakaian seperti waria di Taman Lawang," AKP D Karo Sekali kepada okezone, Jumat (1/4/2011) malam.

Dikatakan Karo Sekali, tersangka tidak mengubah bentuk fisiknya seperti wanita yang memiliki payudara. "Dia tidak merubah fisiknya hanya memakai bra dan pakaian wanita lainnya," pungkasnya.

MUI: Pernikahan Umar & Rahmat Otomatis Tak Sah

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai pernikahan antara Muhammad Umar dengan Fransiska Anastasya Oktaviany secara agama tidak sah. Fransiska belakangan diketahui berjenis kelamin laki-laki dan memiliki nama asli Rahmat.

�Dari segi agama jelas tidak sah, karena rukun perkawinan harus ada mempelai laki-laki dan perempuan,� ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr H Asrorun Niam Sholeh kepada okezone di Jakarta, Sabtu (2/4/2011).

Adapun terkait administrasi pernikahan antara Umar dengan Fransiska alias Rahmat yang telah tercatat di Kantor Urusan Agama, kata Asrorun, harus segera diurus. Dalam kaitan ini Umar hanya perlu meminta penetapan dari Pengadilan Agama.

�Dari segi hukum (positif) ini bisa dikategorikan penipuan. Kasus semacam ini sangat jarang,� lanjutnya.

Perlakuan berbeda tentu saja harus diberikan kepada Rahmat apabila dia terbukti sebagai khuntsa alias banci. Dari aspek medis harus dicari kecenderungan Rahmat apakah dia laki-laki atau perempuan. �Kalau masalahnya dia khuntsa, perlu dikaji lagi dari sisi pendekatan medisnya,� terangnya.

Kisah pernikahan sesama pria ini bermula dari perkenalan Umar dengan seseorang yang mengaku bernama Fransiska di situs jejaring sosial Facebook. Hubungan mereka lantas berlanjut dengan pertemuan di dunia nyata. Keduanya pun lantas memutuskan menjalin hubungan lebih serius.

Umar yang merupakan warga Kampung Bojong RT-001/ RW-002, Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, akhirnya memutuskan menikahi Fransiska enam bulan lalu. Perayaan pernikahan pun dilangsungkan di rumah mempelai pria dengan dihadiri wali yang mengaku orangtua mempelai wanita.

Orangtua Tak Tahu Rahmat Alias Icha Sudah Nikah

 JAKARTA - Pihak keluarga dan pengurus RT mengaku belum tahu Rahmat Sulistiyo alias Fransiska Anastasya Oktaviany (Icha) sudah menikah di Bekasi, Jawa Barat. Pernikahan Icha dengan Muhammad Umar menjadi buah bibir karena belakangan diketahui dia berjenis kelamin laki-laki.

�Orangtuanya tidak tahu kalau dia sudah menikah, apalagi saya,� ujar Ketua RT 012, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Suhadi kepada okezone di Jakarta, Sabtu (2/4/2011).

Rahmat Sulistiyo merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Di lingkungannya di Pasar Rebo dia biasa dipanggil Tio. Dalam kesehariannya, Tio dikenal sebagai lelaki tulen, badannya tegap dan memiliki kulit putih bersih.

"Ya dia sehari-hari kayak laki. Emang dia orangnya bersih, putih. Kalau kemayu, saya rasa tidak,� ucap Suhadi.

Tio alias Rahmat dikenal ramah dan sopan di lingkungan di RT 012 RW 02 Jalan Kenanga, Pasar Rebo.
  
MUI Heran Rahmat Alias Icha Lolos Pemeriksaan KUA

JAKARTA - Terjadinya pernikahan sejenis di Bekasi, Jawa Barat, membuat pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) curiga. Sebab sebelum prosesi akad nikah ada prosedur pemeriksaan administratif oleh petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA).

�Iya, biasanya memang ada pemeriksaan administratif,� ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr H Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Sabtu (2/4/2011).

Sebelum prosesi pernikahan, petugas dari KUA biasanya memeriksa kebenaran dokumen administratif yang telah disetorkan dengan fakta di lapangan. Terutama menyangkut kelengkapan rukun nikah, di antaranya kedua mempelai, wali, dan saksi. Begitu pula dengan keterangan domisili, usia, pendidikan, serta status kedua mempelai.

Kasus pernikahan sejenis terjadi di Bekasi antara Muhammad Umar dengan Rahmat Sulistiyo. Insiden ini bisa terjadi karena Rahmat menyamar sebagai Fransiska Anastasya Oktaviany alias Icha.

Rahmat Berulah, Pencalonan Ayahnya Bisa Terganjal

JAKARTA - Ayah Rahmat alias Fransiska Anastasya Oktaviany, rencananya mencalonkan diri maju dalam pemilihan Ketua RT 012 RW 02 di Jalan Kenanga, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pemilihan rencananya akan digelar pada bulan ini. "Yang ditakutkan gara-gara masalah ini, dia mundur sebagai balon (bakal calon) karena merasa malu,� ujar Ketua RT 012 Pasar Rebo, Suhadi kepada okezone di Jakarta, Sabtu (2/4/2011).

Sayangnya Suhadi enggan menyebut nama orangtua Rahmat. Pihak keluarga pun hingga kini belum bisa dikonfirmasi terkait ulah Rahmat.

Ketua RT 012 H Suhadi mengaku, menerima kabar tentang masalah yang melilit warganya dari suratkabar. Sebelumnya dia sempat dihubungi Ketua RW 02. "Saya pas lagi besanan, ditelepon sama RW. Langsung saya cari koran dan saya baca, betul memang ini warga saya, warga belum ada yang tahu masalah ini, hanya pengurus saja yang tahu," ujarnya.

Suhadi menduga pihak keluarga Rahmat akan sangat terpukul atas kejadian ini. Meski mereka tidak akan langsung percaya atas kejadian yang menimpa anaknya. "Pasti orangtuanya sangat terpukul. Kalau menurut saya orangtuanya tidak akan percaya langsung kalau tidak ada buktinya. Tapi kan kalau sekarang anaknya sudah tertangkap, dan ada buktinya,� urainya.

Rahmat harus berurusan dengan polisi karena menipu Muhammad Umar. Rahmat sebelumnya mengaku sebagai perempuan bernama Fransiska Anastasya Oktaviany alias Icha. Mereka berkenalan via Facebook dan kemudian melanjutkan hubungannya hingga ke pelaminan.
  
Rahmat Pernah Pacaran dengan Wanita, tapi Kandas

 JAKARTA - Rahmat Sulistiyo, pria yang menyamar menjadi wanita dan menikah dengan Muhammad Umar, oleh teman-temannya dikenal supel. Dia pun pernah menjalin asmara dengan seorang gadis.

�Dia pernah curhat dengan saya tentang pacarnya. Tapi tidak lama mereka berhubungan kemudian putus,� ujar Pangestu Rizki salah satu teman Rahmat alias Fransiska Anastasya Oktaviany (Icha)  di Jakarta, Sabtu (2/4/2011).

Semasa sekolah, Rahmat dikenal sebagai sosok humoris serta prilakunya biasa-biasa saja. Teman-temannya tidak melihat ada keanehan dalam keseharian Rahmat. �Dia itu orangnya asyik kok, suka bercanda, dan nggak aneh-aneh tingkah lakunya,� tuturnya.

Saat ditanya dulu Rahmat sekolah di mana? Rizki tidak bersedia menyebutkan. Dia hanya mengaku sudah lama tidak bersua dengan Rahmat.

"Ah..saya takut, nggak mau nyebutin sekolah, nanti jadi masalah lagi. Saya sudah tidak ketemu dia lama sekali, kan dia kerja di luar, kos lagi, setahu saya dia kerja di Bekasi,� ungkapnya.

Rahmat Alias Icha Dikabarkan Punya Ilmu Hipnotis

Umar dan Rahmat
BEKASI - Keberhasilan Rahmat alias Fransiska Anastasya Oktaviany (Icha) memperdaya Muhammad Umar selama enam bulan tak terjadi begitu saja. Kuat dugaan Rahmat memiliki ilmu hipnotis.

Ketua RT 001 RW 002, Kampung Bojong, Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Muhammad Aku, menuturkan dirinya mendapat kabar bahwa pelaku mempunyai ilmu hipnotis.

Disebutkan, jika akan melakukan hubungan seks, pelaku selalu mengusap wajah korban, sehingga korban urung menyalurkan hasrat biologisnya. �Bahkan setelah wajahnya diusap pelaku, korban tidak berkutik dan tidak memegang-megang tubuh pelaku,� ungkapnya di Bekasi, Sabtu (2/4/2011).

Di Kampung Bojong inilah pasangan Muhammad Umar dan Fransiska Anastasya Oktaviany (Icha) alias Rahmat selama ini tinggal.

Kisah pernikahan sesama pria ini bermula dari perkenalan Umar dengan seseorang yang mengaku bernama Fransiska di situs jejaring sosial Facebook. Hubungan mereka lantas berlanjut dengan pertemuan di dunia nyata. Keduanya pun lantas memutuskan menjalin hubungan lebih serius.

Umar akhirnya memutuskan menikahi Fransiska enam bulan lalu. Perayaan pernikahan pun dilangsungkan di rumah mempelai pria dengan dihadiri wali yang mengaku orangtua mempelai wanita.

Namun bahtera rumah tangga mereka harus kandas karena belakangan diketahui Fransiska berjenis kelamin laki-laki. Umar curiga, karena meski sudah enam bulan menikah namun sang istri belum juga memberikan kewajibannya melakukan hubungan biologis.

Jika Umar menginginkan, hubungan layaknya suami istri, Fransiska selalu mencari alasan untuk menolah ajakan Umar. Umar dan keluarga bahkan tetangga akhirnya mencurigai gelagat tidak baik pelaku, dengan dihadiri Ketua RT setempat, keluarga meminta Fransiska untuk memeriksa kelamin di klinik terdekat.

Namun lagi-lagi Fransiska berbohong dengan membuat surat keterangan palsu. Ketua RT yang sudah mengetahui penyataan bohong Fransiska akhirnya memaksanya untuk mengaku dan akhirnya pelaku mengakui bahwa dirinya berjenis kelamin laki-laki.
sumber : MICOM, Okezone