Monday, November 28, 2011

Putusan Hakim Soal Denda Rp 28 M untuk Eks Pilot Lion Air Dikecam

Selasa, 29/11/2011 08:49

ilustrasi
Jakarta - Bekas pilot Lion Air, Prayudi Budi Swasono dihukum harus  membayar denda sebesar Rp 28 miliar kepada Lion Air. Prayudi dihukum karena mengundurkan diri sebelum masa kontrak kerjanya habis. Keputusan ini langsung mendapat kecaman dari organisasi buruh.

"Harusnya hakim juga memperhatikan nilai keadilan ekonomi. Misalnya jika pilot itu gaji setiap bulannya sebesar Rp 20 juta, maka setiap tahun penghasilan yang diterima pekerja tersebut Rp 240 juta. Jika pekerja tersebut sudah menjalani kerjanya selama 3 tahun, maka penghasilan pekerja yang pernah diterima adalah Rp 720 Juta. Menurut pendapat saya denda ganti rugi itu nilainya harus di bawah Rp
720 juta. Apa dasar pertimbangan sampai Rp 28 miliar?" kata Pimpinan Pusat SP Aneka Industri, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Nyumarno saat berbincang dengan detikcom, Senin, (28/11/2011) malam.

Menurut Nyumarno, jika berdasar pengusaha mengalami kerugian karena pekerja kurang 2 tahun dalam menjalani masa kontraknya, maka logikanya harus dibalik. Yaitu selama 3 tahun pekerja bekerja, maka pengusaha juga sudah menikmati jasa dari pekerja dan tentunya keuntungan juga ada pada pengusahanya.

"Nilai 3 tahun bekerja saja pekerja mendapatkan penghasilan Rp 720 juta, kenapa jika berdasar kerja kurang 2 tahun bisa ganti ruginya Rp 28 miliar?" tanya Nyumarno.

Selain itu, dengan diberlakukannya Hukum Acara Perdata dalam Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) sebenarnya adalah problem tersendiri. Ditilik dari sejarahnya, hukum acara perdata memposisikan para pihak dalam keadaan mempunyai posisi tawar yang setara.

"Padahal seharusnya posisi UU Perburuhan harus memberikan perlindungan dan meningkatkan posisi tawar buruh dalam berhadapan dengan pengusaha yang secara struktural lebih kuat. UU harus melindungi buruh yang lemah. Namanya juga UU buat buruh kan?" tanya balik Nyumarno.

Lantas dia memberikan contoh kecil tentang asas hukum 'siapa yang mendalilkan, wajib membuktikan'. Dengan asas hukum acara perdata ini, maka semakin nampak lemahnya UU No 2 Tahun 2004 tentang PHI.

"Misalnya saat pembuktian, jika penggugatnya buruh, maka pembuktian harus dilakukan oleh buruh. Saat ada perselisihan di mana pengusaha mendalilkan sedang mengalami kerugian, bagaimana buruh bisa membuktikan sebaliknya karena buruh tidak mempunyai akses terhadap laporan keuangan perusahaan yang membuktikan perusahaan merugi," tegasnya.

Persoalan lainnya ialah, jika buruh mengungkap kondisi keuangan perusahaan, ia tidak tertutup kemungkinan akan dituntut balik oleh perusahaan dengan alasan membocorkan 'rahasia perusahaan'. Maka ke depannya, UU 2/2004 tentang PHI harus mampu membuat terobosan hukum acara yang berbasis keadilan struktural.

"Itulah salah satu letak kelemahan UU 2/2004 disamping masih banyaknya kelemahan lain. Sudah mutlak sebenarnya UU 2/2004 ini untuk direvisi karena sangat banyak merugikan buruh. Bahkan 70 hingga 90 persen buruh selalu dikalahkan di PHI (Pengadilan Hubungan Industrial)," ungkap Nyumarno.

Pihaknnya menyarankan pilot tersebut melakukan upaya perlawanan hukum berupa verzet. Jika masih kalah, maka perlawanan masih ada yaitu Peninjauan Kembali. "Saya berharap semoga pekerja/buruh sebagai rakyat kecil bisa mencari dan mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Keadilan harus ditegakkan dengan seadil-adilnya," tuntas Nyumarno.

sumber : detik

Sunday, November 27, 2011

Kami Digagahi Ayah Kandung saat Rumah Sepi

Minggu, 27 November 2011 17:29

BOJONEGORO - Seorang ayah tega meniduri dua putri kandungnya secara bergantian. AT alias war (34) warga Kecamatan Kanor, Bojonegoro dilaporkan mencabuli AS dan HD yang masih berusia belasan.

Kakak dan adik itu mengaku sering dipaksa melayani nafsu bejat ayahnya setiap kali rumah dalam keadaan sepi. Saking seringnya, mereka mengaku sudah lupa berapa kali dipaksa melayani nafsu bejat sang ayah.

Saat ini kasus tersebut sedang dalam penanganan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Bojonegoro. Ini setelah kedua korban meneceritakan apa yang sering mereka alami kepada salah satu kerabatnya, dan dilanjutkan dengan laporan ke Polisi.

�Kedua korban telah diperiksa dan menjalani visum. Setelah semua terbukti, pelaku juga langsung kami amankan,� terang Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Suprapto.

Dari hasil visum, diketahui bahwa alat vital AS telah ada bekas robekan dan luka yang lama. Demikian halnya
HD juga sudah robek meski belum begitu lama.

Kepada petugas, AS mengaku sudah sering sekali digagahi ayah kandungnya sendiri. Sampai-sampai, dia tidak ingat berapa kali aksi biadab sang ayah menimpanya. Sedangkan HD mengaku baru satu kali digagahi sang ayah. Tapi, kalau dicabuli menggunaan jari, sang Ayah kerap melakukannya.

Akibat perbuatannya, pelaku langsung dijebloskan ke tahanan Polisi. Ia terancam hukuman 15 tahun penjara sesuai dengan pasal 81 ayat (1) UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Tak hanya itu, pria berdarah arab itu juga dijerat pasal 46 UU No 23/ 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman 12 tahun penjara.



sumber : tribun

Friday, November 25, 2011

Selingkuh Dengan Oknum TNI, Oknum Polisi Terancam Pecat

Sabtu, 26 November 2011 09:09

MEDAN � Oknum Samapta Polresta Medan Ipda Neneng Armayanti terancam
ilustrasi

dijatuhi pemecatan setelah tertangkap basah berduaan dengan seorang pria yang diduga oknum perwira TNI di sebuah hotel di Binjai, Kamis (24/11/2011) kemarin.

Ancaman sanksi berat itu dihadapi Ipda Neneng berdasarkan pengaduan suaminya, Dodi Artha (40) penduduk Jalan Setiabudi, Medan Selayang ke Satuan Propam, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA), serta Satuan Reskrim Polresta Medan, Kamis (24/11/2011) kemarin. Menurut Kasi Propam Polresta Medan AKP Beni Sidabutar, pihaknya masih mendalami laporan tersebut, dan dalam waktu dekat ini akan memeriksa Ipda Neneng.

�Laporannya sudah ada, masih didalami agar memudahkan
pemeriksaan nanti,� kata Beno, Jumat (25/11/2011).

Meski belum mengetahui secara rinci kasus yang menjerat Ipda Neneng, Beno menyebutkan kejahatan kejahatan yang diduga dilakukan oknum perwira pertama itu terancam hukuman penjara tiga bulan hingga pemecatan tidak dengan hormat (PTDH).

�Berdasarkan pengaduan yang diterima, kasus itu bisa saja dipecat bila hukuman yang dijatuhkan di atas tiga bulan,� tandasnya.

Dodi sendiri mengaku memiliki bukti cukup kuat tentang dugaan perselingkuhan istrinya tersebut, karena sempat merekam kondisi istrinya saat berduaan dengan pria yang diduga oknum perwira TNI itu.

�Dia (Neneng) tidur di kasur tanpa pakaian, hanya ditutupi selimut. Prianya hanya memakai kolor,� kata Dodi.

Ketika itu pria pasangan selingkuh istrinya sempat menegurnya dengan keras sembari memperkenalkan dirinya sebagai perwira TNI berpangkat Mayor bertugas di lingkungan Kodam I/BB. Tapi setelah Dodi mengatatakan dirinya sebagani suami Ipda Neneng, pria tersebut hanya diam. �Setelah mengambil foto mereka, saya langsug ke luar, saya juga tak mau berbuat konyol,� tandasnya.

sumber : tribun

Wednesday, November 23, 2011

Ini Dia SMS Hakim yang Memesan Penari Bugil

Kamis, 24/11/2011 08:29

Jakarta - Majelis Kehormatan Hakim (MKH) telah memecat hakim Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta Dwi Djanuanto (56). Djanu terbukti meminta penari telanjang dan tiket pesawat kepada pihak berperkara.

Namun, Djanu membantah keras. Menurutnya, dia difitnah dan di dzalimioleh pihak tertentu. �Saya difitnah. Saya didzalimi. SMS itu tidak ada,� kata Djanu usai putusan MKH di gedung Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, (22/11).

Berdasarkan berkas yang didapat detikcom, Kamis (24/11/2011), inilah runtutan SMS dikirim oleh
Djanu. SMS inilah yang menyebabkan Djanu dipecat:

24/12/2009

Ya batal oom. Besok minggu aja ketemuan dengan Pras juga. Selamat Natal dan Tahun Baru
Ntar tak telpon lagi. Aku masih cek in.

27/12/2009

Ketemuan jam berapa, apa di dekat JEC aja?

Masih tidur Ko ? Jangan malam hari ya

He..he.. Bujangan

Sama, kalau aku di Kupang

O yo wis, ntar sore aja. Rumahku lagi kosong. Ntar be kabari

Besok aja kalo ada acara oom. Kita atur waktu

Mau ke Kupang ?

Saya jemput anak. Ya udah, lain kali aja. Met jalan ke Kupang.

Balik Jogja kapan?

Ke Kupangnya kapan?

Ok, met jalan. Sampai ketemu lagi. Dari Surabaya pakai Mandalay a ?

31/12/2009

Oh, saya masih di Jakarta. Besok baru pulang ke Yogja. Ntar sampai Jogja kita atur lagi. Trims

06/01/2010

Siang Pak. Tadi naik apa jadinya ?Bos, tolong carikan tiket ke Jogja dari Mandala dan sorenya Lion dari Surabaya

Oke, trims. Met makan. Udah makan

07/01/2010

Malam udah ke Jogja Ko? Tolong kalau udah diselesaikan tiket Garudaku tolong dikirim kode bookingnya.

08/1/2010

Bangun-bangun. Udah siang. Oom jangan lupa tiketku ya

Oke. Di Jogja kalau mendung enak liat tari telanjang. Ntar kalau di Kupang kita lihat itu. Setuju? Ha..ha..

Oh ya, tiketku tanggal 15 jangan lupa

Belum, tolong ntar malam aja be masih keluar oom. Tq

Ada. Pokoknya di booking di room sendiri dan bisa di pegang, cium dan suruh ngisep. 1 jam 500. Kita milih

Bukan dari Jawa dan bukan dari Sasando

Ada yang dari Sunda atau Manado

sumber : detik

Thursday, November 17, 2011

Tiap Diajak Kencan, DA Selalu Diberi Uang Rp 300.000

Kamis, 17 November 2011 21:49

JAKARTA - Dari keterangan penyidik atas kasus pemerkosaan yang menimpa DA, siswi sebuah sekolah Madrasyah di Cengkareng, Jakarta Barat, diketahui tiap kali diajak kencan oleh Ikhwan sang petugas TU, DA selalu diberi uang Rp 300.000.

"Kepada penyidik DA mengatakan setelah sadar telah disetubuhi oleh Ikhwan. Ibu salon, tempat Ikhwan menyetubuhi DA sempat memberikan uang titipan dari Ikhwan ke DA sebesar Rp 300.000," ucap Kepala Subdit Renakta, AKBP Parulian Sinaga, Kamis (17/11/2011)

Dari penyidikan diketahui pula aksi bejat Ikhwan tidak cukup sampai di situ. Ikhwan terus mengajak DA berkencan." Ketiga
kali dilakukan tanggal 29 Juni 2011," kata Parulian.

Lebih lanjut Parulian menjelaskan DA diajak pergi dari tempat sekolahnya dan dibawa ke salon Permata. Terakhir kali, aksi bejat itu terjadi 27 Agustus 2011 di lokasi yang sama.

"Tiap diajak kencan, korban selalu diberi uang Rp 300 ribu. Tersangka yang sudah punya satu anak ini pun mengakui pernah memberikan uang Rp 300.000 kepada DA," tambah Parulian.

sumber : tribun

Monday, November 14, 2011

Senjata di Hutan UI untuk Serang Obama

Selasa, 15 November 2011 08:09

ilustrasi
JAKARTA - Pengamat terorisme Al Chaidar senjata milik kelompok teroris yang ditemukan di hutan kota Universitas Indonesia (UI), Depok awalnya ditunjukkan untuk menyerang Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

"Rencana itu dipasang untuk menyerang Obama waktu datang ke UI," kata dia saat berbincang dengan okezone, Selasa (15/11/2011).

Senjata itu, diperkirakan sudah tersimpan di hutan
UI sejak setahun lalu. Dia meyakini, jika ditelusuri, Tim Densus 88 akan menemukan lebih banyak senjata.

"Jadi mereka hanya ingin mengganggu kedatangan Obama saja dengan letusan senjata. Mereka ingin menunjukkan eksistensi," ungkapnya.

Teroris menyadari, bukan perkara mudah dapat menyerang Obama secara langsung. "Yang penting mereka bisa mengganggu dengan tembakan-tembakan kecil saja berarti mereka sudah berhasil," tambahnya lagi.

Kendati ditemukan sejumlah senjata, Al Chaidar meyakini, hutan UI bukanlah tempat teroris berlatih militer.

"Kalau latihan nggak mungkin akan ada di tengah kota," cetusnya.

Selain itu, dia juga meyakini kelompok ini memasukkan senjata ke dalam hutan tanpa melibatkan orang lain termasuk karyawan kampus UI.

"Mereka selalu bekerja dengan jaringan yang sangat terbatas sekali," paparnya.

Kata dia, pemasok senjata ke dalam hutan UI adalah jaringan Abdullah Omar yang anggotanya masih banyak berkeliaran dan siap untuk beraksi.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menemukan senjata berupa satu pucuk senpi jungle, satu pucuk senpi FN, dan 20 butir peluru milik teroris di area hutan kota Universitas Indonesia (UI) akhir pekan lalu.

sumber : okezone

Saturday, November 12, 2011

Ikang Fawzi Masih Sanggup Bercinta Dua Kali Sepekan

Minggu, 13/11/2011 08:19

JAKARTA - Ikang Fawzi, rocker yang popular di era 1980-an itu, sudah tidak muda lagi. Usianya lebih setengah abad. Namun, di usianya itu ternyata tidak mempengaruhi kualitas hubungan seksualnya dengan sang istri, Marissa Haque. Ia masih sanggup melakukannya dua kali sepekan.

"Kalau saya ditanya, seminggu dua kali masih sanggup," ucapnya, Sabtu, (12/11/2011), dalam acara seminar On Clinic terkait masalah disfungsi ereksi tanda awal penyakit jantung koroner, di Hotel Amos Cozy, Jalan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan.

Setiap kali melakukannya, Ikang juga selalu menjaga komunikasi dengan istrinya itu. Sebab, ia ingin hubungan tersebut dapat membawa kepuasan dari kedua belah pihak. Dan, itu menjadi sangat penting dalam
memelihara keharmonisan keluarga.

"Saya juga selalu menanyakan kepada pasangan saya. Dua-duanya sama-sama harus puas dan menyenangkan," terangnya.

Menurut bapak beranak dua itu, komunikasi dengan pasangan menjadi sangat penting saat hubungan seksual. Tidak boleh ada perasaan yang dipaksakan. Karena itu akan menentukan kualitas hubungan seksual.

"Tidak ada yang dipaksakan. Yang terpenting ada komunikasi antara kita dan pasangan," tandasnya.


sumber : tribun

Friday, November 11, 2011

Halomoan Tewas Dibacok di Tengah Restoran

Sabtu, 12 November 2011 | 03:09

Darah masih berceceran di dalam Rumah Makan Pondok Gurih
PEKANBARU - Kepala Polsek Bukit Raya Polresta Pekanbaru Kompol Wawan membenarkan, Halomoan Gurning (55), seorang kontraktor di Pekanbaru, Provinsi Riau, tewas dibacok lima kali dengan samurai, pada bagian rahang kiri dan kepala.

Tubuh korban langsung menelungkup di lantai, Kamis (10/11/2011) sekitar pukul 20.02 WIB. Beberapa saat setelah kejadian, korban masih bernafas dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru. Korban meninggal di rumah sakit sekitar pukul 20.15 WIB.

Saat ini, kata Wawan, telah diperiksa lima orang saksi, yaitu satpam bernama Putra, Azis sopir korban dan Dani karyawan restoran yang berada 5 meter dari pelaku. "Pelaku beriringan datang dengan korban. Saat korban masuk rumah makan, pelaku mengikuti. Pelakunya diduga dua orang, satu yang membacok dan satu
lagi menunggu di atas sepeda motor," ungkap Wawan.

Sebenarnya, kata Wawan, saat itu satpam Pondok Gurih ingin menghalangi pembacok yang lari. Namun urung karena sempat dihunus samurai oleh pelaku.

Wawan tampak sempat berbincang dengan Caca, anak korban. Namun ia masih tampak syok dengan kematian ayahnya. "Maaf, saya belum bisa kasi ketarangan," ujar Caca yang berambut panjang, saat ditanyai wartawan.

Peristiwa sadis ini terjadi di dalam Restoran Pondok Gurih, Jalan Sudirman Pekanbaru, dan disaksikan pengunjung rumah makan yang saat itu sedang ramai menikmata santap malam.

Dari rekaman CCTV milik rumah makan, korban saat itu baru masuk beberapa langkah dari arah pintu masuk rumah makan. Belum sempat duduk, pelaku yang memakai jaket hitam dan helm, langsung membacok tiga kali di bagian kepala Halomoan dengan samurai. Ia juga membacok bagian wajah Halomoan.

Dani, yang saat itu berada di luar pintu masuk, melihat dengan jelas korban dibacok oleh pelaku yang berbadan tinggi tegap. Pelaku berjalan santai dari arah belakang korban.

Sejauh ini pendalaman dari aparat berwajib masih dilakukan, termasuk untuk memburu pelaku dan mengungkap motof dari pembunuhan sadis tersebut.

sumber : kompas

Monday, November 7, 2011

Mahasiswa Malaysia Tewas Dengan Leher Nyaris Putus

Selasa, 08/11/2011 08:19

ilustrasi
Malang - Seorang mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal Selangor, Malaysia, ditemukan tewas dengan luka di leher nyaris putus. Korban bernama Adrian Jay Pereira (22) diduga menjadi korban pembunuhan.

Mayat mahasiswa Fakultas Kedokteran semester V dengan luka bacok di bagian leher dan punggung tergolek kaku depan rumah kontrakannya Jalan Kembang Kertas Dalam Kav 21 RT04/RW09 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pukul 19.30 WIB, Senin (7/11/2011).

Menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi menyebutkan, hujan gerimis mengguyur tempat kejadian sejak sore hari. Semua warga asyik menyaksikan laga Timnas U-23 melawan Kamboja yang mendadak mendengar kepanikan dua rekan korban yang tinggal di rumah kontrakan meminta tolong
mengangkat salah satu rekannya yang jatuh depan rumah.

"Saya tiba-tiba dimintai rekan korban, agar keluar rumah," kata Hari Harsono (50), tetangga korban kepada detiksurabaya.com di lokasi, Selasa (8/11/2011).

Bersama sejumlah anak kosnya, Hari kemudian bergegas menuju tempat kejadian. Ia kemudian tersentak melihat tubuh korban dalam kondisi tertelungkup dan tertindih motor Honda New Mega Pro N 3144 CC warna biru diketahui milik korban.

"Saya datang korban sudah tertindih motor dengan darah berceceran hingga tembok rumah kontrakannya," urai Hari.

Rekan sesama kontrakan korban melarang Hari menyentuh tubuh korban maupun meneranginya dengan lampu senter. Maklum lokasi kejadian dalam kondisi gelap tanpa lampu penerangan jalan.

"Saya dilarang menolong dan nyalakan senter. Melihat saya menghubungi polisi," terang Hari.

Menurut Hari, sejak dua tahun ini rumah milik Lilik warga Lawang Kabupaten Malang, itu dikontrak korban keturunan ras India bersama 5 rekannya, yang juga asal Selangor, Malaysia.

"Rumah ini dihuni 6 orang termasuk korban yang keturunan India itu," beber Hari.

Sementara aparat kepolisian datang ke lokasi kejadian langsung mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang guna dilakukan otopsi dan menggelar olah TKP. Hasil sementara kuat dugaan pelaku menghadang korban saat mengendarai motor.

"Kemungkinan besar pelaku menunggu di depan rumah, saat korban keluar langsung melukainya," ujar Kapolsekta Lowokwaru Kompol David Subagyo terpisah.

Dia sendiri belum dapat memastikan motif dari kejadian ini, sebagai bekal penyelidikan sejumlah saksi kini tengah dimintai keterangan. "Kami masih kumpulkan data dengan memeriksa saksi," tandasnya.

sumber : detik

Friday, November 4, 2011

Ini Pakaian DPR Yang Dipersoalkan Plh Gubernur Bengkulu

Sabtu, 5 November 2011 05:09

JAKARTA - Gara-gara dianggap berpakaian kurang sopan anggota Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf bersitegang dengan Plh Gubernur Bengkulu,Junaidi Hamzah. Sang Gubernur merasa tidak nyaman atas cara berpakaian Nova.

Namun, berdasarkan foto yang diterima Tribunnews, pakaian yang dipakai Politisi Partai Demokrat tersebut terlihat biasa saja. Dalam foto itu, Nova terlihat berpose dengan menggunakan tas berbulu,ia kala itu berada di negara Amerika Serikat memenuhi undangan Kementerian Luar Negeri AS tahun 2011 ini.

Di foto tersebut Nova memakai baju yang sama dengan yang dipakai Bengkulu, bentuknya seperti terusan
selutut dengan corak batik dengan warna hitam di bahu.

"Ini foto waktu diundang Kementerian Luar Negeri Amerika, sama seperti yang dipakai di Bengkulu, masa sopan begini dibilang kaos,"ujar Nova kepada Tribunnews, Jumat(4/11/2011).

Untuk diketahui, sebuah insiden kecil terjadi saat rombongan anggota Komisi IX DPR melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu. Salah satu anggota Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf bersitegang dan adu mulut.

Plh Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamzah berdebat dengan Nova karena dianggap tidak mengikuti aturan di kantor Gubernur dengan memakai pakaian yang dianggap Junaidi kurang sopan.

Menurut Anggota Komisi IX DPR, Nur Suhud saat itu rombongan legislator yang membidangi kesehatan dan tenaga kerja ini mengkritik Pemda Bengkulu, dimana anggaran kesehatan mereka tidak sesuai Undang-undang kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 yang harus minimal 10 persen APBD.

"Nah APBD Rp 1,1 triliun untuk kesehatan hanya Rp 800 juta kita tanya dan kritik itu. Lalu soal penanganan kesehatan masyarakat pascabencana di Bengkulu,"ujar Nur Suhud kepada Tribunnews.com, Kamis (3/11/2011).

Tidak hanya itu kata Nur Suhud, Plh Gubernur Bengkulu juga disinggung mengenai kesiapan provinsi untuk menjalankan BPJS. "Ditanya kesiapan Bengkulu untuk BPJS, siap enggak,"jelasnya.

Akan tetapi lanjut Nur Suhud sikap aneh seolah menghindar dari pertanyaan anggota dewan dilakukan Junaidi. Bukannya menjawab kritikan, Junaidi justru mempersoalkan Nova Riyanti Yusuf yang saat itu berpakaian tidak sopan.

"Tiba-tiba Plh Gubernur Bengkulu ini menegur Nova, karena pakaiannya kurang sopan. Tapi menurut saya, pakaian Nova itu biasa saja, dia pakai blazer dalamannya terusan, lalu karena udara panas, blazernya dibuka, pokoknya biasa saja,"jelasnya.

Atas teguran itu Nova lantas kebingungan karena dirinya merasa tidak ada yang salah.

"Mbak Nova celingak celinguk waktu ditanya,lalu terjadi adu mulut, mbak Nova merasa tidak ada yang salah,"ujar Nur Suhud.

Buntut dari bersitegangnya Plh Gubernur Bengkulu dan anggota DPR tersebut, Komisi IX DPR berencana memanggil Junaidi dalam agenda rapat kerja. Pasalnya, Junaidi dianggap selalu menghindar saat ditanya dan tidak memberikan jawaban.

"Setelah insiden Nova,diskusi dan tanya jawab, tapi Plh Gubernur tidak menjawab, ia malah alasan ada agenda mendesak di luar. Karena sikap itu kita berencana akan memanggil Junaidi,"jelas Nur Suhud.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Tribunnews, anggota Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf membenarkan adanya insiden ribut itu. Akan tetapi kata Nova ia tidak berpakaian seperti yang dituduhkan Plh Gubernur Bengkulu.

"Baju saya bukan kaos, baju saya adalah baju terusan dengan bahan bukan kaos. Panjang selutut dan dan berlengan,"tegas Nova.

Sekretaris Departemen Kesehatan DPP Partai Demokrat ini juga sangat kecewa, Plh Gubernur Bengkulu tersebut matanya jelalatan saat memandangi seorang wanita

"Dan menyedihkan sekali level Plh gubernur sempet-sempetnya jelalatan mandangin baju cewek,"jelasnya.

Menyusul insiden tersebut, Nova kemudian memilih pulang terlebih dahulu ke Jakarta dibandingkan berada di Bengkulu.

Untuk diketahui, Junaidi Hamzah merupakan Gubernur sementara waktu menggantikan Agusrin Maryono Najamudin yang saat ini sedang menghadapi proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Berbagai kritikan mulai bermuculan terhadap kepimimpinan Junaidi. Salah satunya, dia dinilai arogan dalam menjalankan pemerintahan.

Mantan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkulu tersebut dianggap bertangan besi karena memberlakukan beberapa aturan baru, salah satunya memaksa para PNS di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Bengkulu menggunakan atribut lengkap di kantor, seperti pangkat sesuai dengan golongan masing-masing.

Kebanyakan PNS menolak menggunakan pangkat tersebut, selain merasa direpotkan juga malu memperlihatkan pangkat mereka. Selain itu mengakibatkan adanya kesombongan dari PNS yang memiliki pangkat tinggi.

sumber : tribun