Tuesday, August 30, 2011

Umar Patek Diduga Ada Kaitan dengan Bom Poso, Palu & Bima

Rabu, 31/08/2011 14:29

Jakarta - Densus 88 Antiteror masih menyelidiki peran tersangka  terorisme, Umar Patek, dalam bom Bali I dan bom Natal. Tidak menutup kemungkinan, Patek diduga terkait dengan aksi teror di Poso, Palu dan Bima.

"Itu semua pelaku Poso, Palu, Bima itu ada kaitan itu," kata Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai.

Hal tersebut disampaikan Ansyaad usai mengikuti acara open house bersama Presiden SBY di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara,
Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2011).

Menurut Ansyaad, pengaruh Patek terhadap sel-sel teroris di Tanah Air masih cukup besar. Kepergian Patek ke Pakistan bahkan diduga untuk memperkuat pengaruh tersebut.

Hingga saat ini, Patek masih dalam pengawasan ketat aparat Densus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dari hasil pemeriksaan sementara, Patek memang mengakui terlibat dalam kasus bom Bali I dan bom Natal.

"Yang jelas dia terlibat di bom Natal dan bom Bali I. Karena dia terlibat di bom Bali dan Natal, maka termasuk dalam jaringan besar JI (jamaah islamiyah) dan JAT (jamaah ansharut tauhid). Dia terkait dengan sel-sel yang ada," papar Ansyaad.


sumber : detik

Monday, August 29, 2011

Gali Sumur di Balikpapan, Keluar Lumpur Disertai Api

Selasa, 30 Agustus 2011 12:38

BALIKPAPAN - Suasana heboh terjadi di pekarangan rumah Syamsul AP, warga Jl Daksa Barat VII RT 96 nomor 7 Kelurahan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan, Senin (29/8/11) sekitar pukul 11.30 WITA.

Sumur sedalam 28 meter yang baru sebulan lalu digali menyemburkan lumpur dan api. Peristiwa tersebut kontan menjadi perhatian warga setempat. "Sumur itu sudah digali sejak sebulan lalu. Kemudian buntu. Oleh pemiliknya, sumur itu disogrok-sogrok. Tiba-tiba dari dalam menyembur lumpur yang diikuti oleh api," ujar Kapolres Balikpapan AKBP Sabar
Supriyono yang langsung meninjau ke lokasi kejadian.

Dari tim Pertamina yang ikut ke lokasi kejadian, lanjut Sabar, api tersebut tidak berbahaya dan akan padam sendiri. "Itu katanya semburan gas dari batubara di dalam tanah yang mengeluarkan api. Sudah kita police line nanti padam sendiri," kata Sabar.



sumber : Tribun

Sunday, August 28, 2011

Beginilah Kondisi Sel Tahanan Nazaruddin

Senin, 29 Agustus 2011 | 08:19

DEPOK - Setelah ditangkap di Cartagena, Kolombia, tersangka dugaan suap kasus pembangunan wisma atlet di Palembang, Nazaruddin, ditahan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Nazaruddin, yang selama masa pelariannya banyak bicara menuding sejumlah tokoh Partai Demokrat terlibat dalam aliran dana ilegal, kini memilih bungkam. Ia mengaku tertekan selama tinggal di Rumah Tahanan Mako Brimob. Ia minta dipindahkan ke LP
Cipinang.

Belakangan, sebuah BlackBerry ditemukan di sel tahanannya. Penjagaan yang ketat di rumah tahanan itu tak mampu menghalangi masuknya barang terlarang ke dalam sel. Padahal, sejumlah kamera CCTV dipasang untuk mengawasi Nazaruddin.

Berikut adalah foto-foto yang menggambarkan suasana tempat Nazaruddin ditahan.


sumber : kompas

Friday, August 26, 2011

Satu dari 2 Dari Pelaku yang Ditangkap Mengaku Oknum TNI

Sabtu, 27/08/2011 14:39

Jakarta - Polisi berhasil mengamankan dua dari tiga pelaku yang melakukan pembajakan KA Gajayana dari arah Malang menuju Jakarta. Kepada petugas, salah satu pelaku yang ditangkap mengaku sebagai oknum TNI.

"Satu sipil dan satunya ngaku oknum TNI," terang Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suhardi Alius, saat ditemui di Stasiun Senen, Jakarta, Sabtu (27/8/2011).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Kombes Sujarno, mengatakan dua pelaku yang diamankan bernama Sugiyanto yang merupakan masyarakat sipil dan Darso yang mengaku oknum TNI. Saat ini keduanya diamankan secara
terpisah.

"Yang sipil di Polda Metro Jaya, sedangkan yang mengaku oknum TNI diamankan di Garnisun," tambah Sujarno.

Saat melancarkan aksinya, pelaku menggunakan satu pucuk senjata api dan pisau. Menurut cerita Masinis KA, Jodi, dirinya sempat diancam pelaku dengan kedua benda tersebut.

"Masinis diancam, pokoknya harus mengikuti kemauannya. Dia diancam dengan senjata api dan pisau," tambah Suhardi.

Pembajak KA Gajayana, naik ketika kereta berhenti di Stasiun Trisi, Indramayu. Untungnya tidak ada korban dalam insiden pembajakan tersebut karena kondisi KA dalam keadaan sepi penumpang.

Penangkapan pelaku bertepatan dengan kunjungan Gubernur DKI Fauzi Bowo ke Stasiun Kereta Senen. Namun, saat penangkapan berlangsung, Foke dan rombongan tengah berada di ruang Kepala Stasiun Senen.


sumber : detik

Wednesday, August 24, 2011

Piluuuuuuu ....... Bingung Pilih Satu dari Dua Gadis, Polisi Bunuh Diri

Rabu, 24 Agustus 2011 16:49

KUPANG - Sebuah kisah asmara polisi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, berakhir tragis. Bripda Simon Senoken Medo,23, polisi yang bertugas di Polres Manggarai menembakkan satu peluru ke dalam mulutnya dan tewas seketika.

Rupanya ia tidak kuat menghadapi tuntutan orang tua yang menginginkan ia menikahi gadis asal Larantuka, Flores Timur, meski Simon telah
memiliki pacar seorang mahasiswa asal Kabupaten Ende bernama Ingrit Rohi.

Setelah menerima kabar bahwa sang arjuna dijodohkan dengan gadis asal Larantuka, pada Selasa (23/8) Ingrit naik bus dari rumahnya di Maumere ke Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, untuk minta ketegasan Simon memilih antara gadis Larantuka itu atau dirinya.

Tampaknya Simon sulit menentukan pilihan. Keduanya pun terlibat pertengkaran hebat.

Seusai bertengkar, Simon pergi ke pos jaga Kantor Polres Manggarai untuk menemui teman-temannya. Di sana, ia mengambil senjata rekannya dan seketika menembakkan satu peluru ke dalam mulut hingga menembus bagian belakang kepala.

Peristiwa itu sontak membuat geger aparat kepolisian dan warga setempat.

Tubuh Simon langsung dievakuasi ke ruang jenazah Rumah Sakit Ruteng. Sementara itu, sang pacar, Ingrit, yang tiba beberapa saat kemudian, menangis histeris hingga akhirnya pingsan.

Kabid Humas Polda NTT Komisaris Antonia Pah mengatakan, polisi langsung melakukan penyelidikan atas kasus bunuh diri tersebut.


sumber : MICOM

Thursday, August 18, 2011

SBY Didesak Perkarakan OC Kaligis

Jum'at, 19 Agustus 2011 08:59

JAKARTA � Gerakan Lanjutkan SBY Presiden (GLSP) menilai pernyataan pengacara Muhammad Nazaruddin, OC Kaligis merugikan pihak partai Demokrat dan SBY. Hal itu lantaran OC Kaligis dianggap sering berbohong dan pernyataannya merugikan kliennya.

�Banyak kebohongan yang disampaikan OC Kaligis terkait Nazaruddin seperti cuci otak dan pernyataan Nazar yang meminta Presiden untuk langsung menjebloskan dirinya ke penjara asal anak dan istrinya dilindungi,� ujar Sekjen GLSP Rocky Amu dalam siaran pers kepada okezone, Kamis (18/8/2011) malam.

Selain iti lanjut Rocky, pernyataan OC tersebut terlihat apatis dan tak beralasan di mata hukum. Hal ini justru cenderung
mencemarkan nama baik Demokrat dan pemerintahan SBY.

�Menurut kami OC Kaligislah biang cuci otak Nazaruddin sejak pelariannya keluar negeri. Analisis Ini bukan tidak beralasan karena dalam pelariannya mungkin saja OC Kaligis yang mendorong Nazar agar menyerang KPKdan beberapa elit Demokrat untuk mendegradasi Demokrat,� kata Rocky.

Rocky menambahkan, strategi tudingan cuci otak tersebut bertujuan untuk mengguncang kondisi politik dan hukum dalam egeri agar rusak di mata rakyat terutama KPK. Akibat ulah OC tersebut Demokrat dan pemerintahan SBY dicemarkan.

�Kami mendesak Demokrat segera menuntut balik OC Kaligis sebelum kami yang menyeret paksa Kaligis,� tegasnya.



sumber : okezone

Tuesday, August 16, 2011

Usut 31 Kasus Nazaruddin, KPK Terhambat Jumlah SDM

Rabu, 17/08/2011 14:59

Jakarta - Ketua KPK Busyro Muqoddas mengakui untuk mengusut sejumlah kasus yang terkait M Nazaruddin bukan persoalan mudah. Untuk menelisik 31 kasus itu tanpa menganggu penyidikan kasus lainnya, KPK terhambat oleh jumlah penyidik dan jaksa yang terbatas.

"Kita punya keterbatasan SDM ya," Busryo di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (17/8/2011).

Busyro mengatakan, berdasarkan laporan terakhir yang ia terima, KPK hanya memiliki 77 penyidik yang aktif dan 40 jaksa. Keterbatasan itu
sudah diantisipasi KPK dengan melakukan perekrutan SDM penyidik tambahan.

"Namun penambahan itu masih belum maksimal," katanya.

Oleh karena itu, Busryo mengatakan puluhan kasus korupsi yang diduga melibatkan Nazaruddin akan dilihat berdasarkan kelengkapan alat buktinya. Kasus yang memiliki alat bukti yang cukup akan menjadi prioritas KPK untuk dikembangkan lebih lanjut penanganannya.

"Ya meskipun kasus itu katakanlah yang memiliki potensi kerugian negara yang besar, tapi kalau alat buktinya belum cukup, belum menjadi prioritas," ujarnya.

Dalam konferensi pers Minggu dinihari kemarin, Busyro mengungkapkan ada puluhan kasus yang ditangani KPK terkait Nazaruddin. Total nilai proyek yang menyangkut kasus itu Rp 6,037 triliun.

Ada tiga klasifikasi yang termasuk kasus Nazar. Klasifikasi pertama, kasus yang telah berada pada tahap penyidikan. Ada dua proyek di kementerian dengan nilai mencapai Rp 200 miliar yang diduga dimainkan oleh Nazar.

Kemudian, klasifikasi kedua adalah berbagai kasus yang berada dalam tahap penyelidikan. "Yang pada tahap penyelidikan ada di 2 kementerian juga dengan nilai proyek sejumlah Rp 2,642 triliun," imbuh Busyro.

Sementara itu KPK juga tengah menelusuri 31 kasus yang melibatkan Nazaruddin di 5 kementerian. Kasus-kasus ini kata Busyro tengah berada dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan. Total nilai proyek adalah Rp 6,037 triliun.


sumber : detik

Monday, August 15, 2011

DPR Harusnya Hormati Aturan Jam Besuk Nazaruddin

Selasa, 16/08/2011 09:09

Jakarta - Sejumlah anggota DPR memaksa masuk menjenguk Nazaruddin di Rutan Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin (15/8) kemarin. Padahal ada jam dan hari besuk yang sudah ditetapkan pihak rutan.

"Siapapun mau anggota DPR atau Presiden pun harus menaati aturan suatu lembaga. Apalagi itu Rutan Brimob. pasti ada aturan yang sudah ditetapkan, jangan main masuk dan paksa saja," kritik pengamat
kepolisian Bambang Widodo Umar saat berbincang dengan detikcom, Senin (15/8/2011) malam.

Bambang mengatakan, tak ada alasan bagi anggota DPR bisa seenaknya masuk dan menemui tahanan. Apalagi saat ini Nazaruddin masih diproses oleh KPK.

"Seharusnya dihormati proses yang dilakukan KPK dan Polri. Kita lihat dulu lah bagaimana penanganannya. Kalau mau mengawasi kan bisa sambil jalan. Yang terpenting jangan sampai kekuatan politik mengalahkan hukum. Beda kalau kuasa hukum boleh lah, itu hak tersangka," imbuh aktivis anti korupsi ini.

Dosen Pasca Sarjana Kajian Ilmu Kepolisian ini menilai sikap petugas polisi dan KPK yang lemah juga menjadi faktor. Ia berharap kasus ini tidak terulang seperti kaburnya Gayus Tambunan dari tahanan karena integritas yang mudah goyah.

"Polisi maupun KPK harusnya tegas menaati aturan yang sudah ditetapkan. Kalau jam besuk sudah ditentukan hari apa ya sudah ditegakkan. Kalau penegak hukum kalah sama politikus ya sama saja. Rakyat semakin tak bisa dipercaya," tandasnya.

Seperti diketahui sejumlah anggota DPR seperti Nudirman Munir, Azis Syamsuddin, dan Ahmad Yani mendatangi Rutan Mako Brimob untuk menjenguk Nazaruddin. Nampak bersama rombongan DPR, pengacara OC Kaligis dan saudara Nazaruddin, M Nasir.

Dalam tayangan Metro Tv, antara petugas KPK dengan beberapa anggota DPR nampak bersitegang. Mereka memaksa masuk menjenguk Nazaruddin di tahanan.

sumber : kompas

Monday, August 8, 2011

Terungkap?...... Foto Asli Kamar Hotel Pelarian Nazaruddin

 Selasa, 9 Agustus 2011 08:09 WIB

JAKARTA - KRMT Roy Suryo, pakar telematika yang juga anggota DPR RI menjawab semua analisa salah soal kontroversi kemunculan Nazaruddin via Skype beberapa waktu lalu.

Lewat foto yang ia rilis di akun twitternya, Roy menjelaskan foto yang ia unggah adalah foto asli lokasi kamar hotel dimana Nazaruddin pernah melakukan Skype dgn Iwan Pilliang tempo hari dari Dominica.

"Yang  jelas ini (foto)  menjawab semua "analisa" yang
dulu SALAH (dari orang-orang lain) soal: cahaya bukan matahari, Nazaruddin kemungkinan di Indonesia, ada suara gerobak Sari Roti. Saya tidak perlu menyebutkan siapa-siapa  yang menganalisa salah tersebut," ujar Roy.

Belakangan, Nazaruddin dikabarkan tertangkap di Kolombia setelah mengarungi sejumlah negara mulai dari Singapura hingga ke Kolombia. Ia memang sempat singgah di Dominica, seperti lansiran Mabes Polri yang dijelaskan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Anton Bachrul Alam, pada tanggal 22 Juli 2011.

Dre@ming Post______
sumber : tribun

Sunday, August 7, 2011

Icha Jalani Sidang Putusan

Senin, 8 Agustus 2011 | 14:49

BEKASI - Terdakwa penipuan dokumen akte otentik Rahmat Sulistyo (20) alias Fransiska Anatasya Oktaviany atau Icha menjalani sidang putusan hukuman di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (8/8/2011) siang.

Icha yang dalam sidang pada Senin (18/7/2011) lalu dituntut satu tahun penjara kini hadir dengan kemeja putih, celana panjang hitam, dan peci hitam.

Icha terlihat tenang menunggu sidang yang sedianya
dipimpin oleh Matauseja Erna dan Barita Lumban Gaol selaku Majelis Hakim. Adapun Icha didampingi pengacara Nouval Al Rasyid.

Icha didakwa melakukan tindak pidana pemalsuan secara sistematis, yakni memalsukan fotokopi dokumen milik sendiri untuk beridentitas sebagai perempuan.

Dari pemalsuan itu, nama Rahmat lalu berubah menjadi Fransiska Anatasya Oktaviany. Dia selanjutnya berkenalan dan menikah dengan Muhammad Umar, laki-laki warga Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada tahun 2010.

Akibatnya, nama baik institusi Kantor Urusan Agama Jatiasih rusak, sebab lembaga ini mengesahkan pernikahan Icha-Umar yang sejatinya pernikahan sesama lelaki. Itu terjadi akibat dokumen-dokumen untuk pernikahan dipalsukan oleh Rahmat.

Umar tidak menyadari bahwa Icha sejatinya seorang lelaki. Enam bulan setelah berumahtangga, kedok Icha terbongkar oleh warga di Kampung Bojong RT 01 RW 02 Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Warga curiga terhadap gerak-gerik dan perilaku Icha yang seperti seorang lelaki.

Rahmat akhirnya dilaporkan dan ditahan sejak 31 Maret 2011 di kantor Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi.



sumber : kompas

Friday, August 5, 2011

Komunikasi Politik Anas Gagal Total

Sabtu, 06 Agustus 2011 08:19

JAKARTA - Komunikasi politik Anas Urbaningrum dinilai telah gagal total. Dalam hal tudingan Muhammad Nazaruddin, publik lebih percaya pada apa yang diucapkan Nazaruddin ketimbang yang disampaikan Anas dan petinggi Partai Demokrat lainnya.

"Saya katakan komunikasi itu efektif kalau apa yang kita sampaikan pada orang itu dipercaya oleh orang banyak. Kalau kebalikannya yang percaya hanya satu persen, lima persen, atau sepuluh persen, itu kita katakan komunikasi itu gagal," kata pakar komunikasi politik dari UI Tjipta Lesmana di Jakarta, Jumat (5/8).

Faktor lainnya, kata dia, Nazaruddin dan Anas teman dekat, dan itu sudah berlangsung lama. Nazaruddinlah
yang memback up penuh Anas pada kongres di Bandung dan akhirnya Anas terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Dukungan Nazaruddin itu, sambung Tjipta, sampai pada urusan keuangan. "Jangan lupa, Anas juga duduk di perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh Nazaruddin, walaupun pada waktu masuk DPR dia mengundurkan diri."

Itu artinya, lanjut Tjipta, Anas dan Nazaruddin sama-sama mengelola satu atau dua perusahaan. Dan, perusahaan-perusahaan itulah yang banyak memenangi tender-tender, terutama di instansi-instansi pemerintah.

"Artinya, keduanya dekat hubungannya. Artinya, memang Nazaruddin tahu banyak tentang Anas Urbaningrum. Jangan lupa, Nazaruddin pun dapat posisi paling strategis di parpol, sebagai bendahara umum. Karena hubungan keduanya dekat, sehingga ketika Nazaruddin kabur dan ngoceh di luar, publik dengan sendirinya percaya pada Nazaruddin daripada Anas Urbaningrum," paparnya.

Selain itu, ada beberapa faktor lagi, petinggi Demokrat ketahuan ngibul (berbohong). "Ngibul yang paling besar, Nazaruddin ke Singapura karena berobat itu jelas bohong besar. Nazaruddin bukan berobat, dia tidak sakit. Karena sebelum ke Singapura pada 23 Mei, dua hari sebelumnya dia tampil di media massa, ada Benny K Harman dan terlihat begitu segar."

Setelah itu, ada dua orang ketua Demokrat yang ke Singapura menemui Nazaruddin. Mereka mengatakan Nazaruddin memang sakit, sakit jantung bobot badannya turun, ternyata itu bohong.

"Apalagi waktu Nazaruddin muncul di skype justru terihat lebih tembem, tidak terlihat beratnya turun. Dengan demikian orang tidak percaya pada ocehan petinggi Demokrat, apalagi Anas Urbaningrum, dan pillih percaya pada Nazaruddin. Begitulah kenyataannya walaupun pahit," ujarnya.


sumber : MICOM