Wednesday, July 27, 2011

BI Pasok Rp 17,865 Triliun untuk Jakarta

Kamis, 28 Juli 2011 | 12:59 WIB

JAKARTA - Bank Indonesia menyediakan pasokan uang tunai untuk menyambut bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah tahun ini. Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, uang tunai yang disediakan sebesar Rp 17, 865 triliun.

Sebagaimana disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (28/7/2011) , pasokan uang tunai untuk DKI Jakarta itu terdiri dari Rp 17, 806 triliun uang kertas dan Rp 58, 955 miliar uang logam. 

"Jumlah uang tunai ini naik 8 persen dibandingkan Ramadhan-Idul Fitri tahun lalu," kata Ardhayadi. 


Kesediaan uang tunai ini diperkirakan mencukupi kebutuhan selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri. "Kesediaan uang tunai ini untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan," ujar Ardhayadi.

 
sumber : kompas

Monday, July 25, 2011

Ade Rahardja Sebut Nazaruddin Sudah Lama Mengancam KPK

Senin, 25/07/2011 18:39 WIB

Jakarta - Deputi Penindakan Ade Rahardja menilai tudingan Muhammad Nazaruddin sebagai ancaman terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan Ade menyebut Nazaruddin sudah sejak lama melakukan ancaman terhadap lembaga antikorupsi tersebut.

"Tidak ada kesepakatan itu. Ancaman Nazaruddin ini bukan sekarang, sudah lama," tutur Ade kepada wartawan di kantor Kemenkum HAM, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (27/7/2011).

Namun Ade menolak menjelaskan secara terperinci mengenai apa ancaman yang dilakukan Nazaruddin kepada KPK itu.

"Pokoknya Nazaruddin ini kan tersangka. Orang yang menjadi tersangka memiliki kencenderungan untuk
membela diri," tutur Ade.

Sebelumnya, menanggapi adanya tudingan Nazaruddin ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim internal yang akan segera bekerja. Tim ini segera bekerja untuk memeriksa nama-nama yang dituding oleh Muhammad Nazaruddin seperti Chandra Hamzah dan Ade Rahardja.

"Siapa pun juga diperiksa. Ya iya (Ade Rahardja dan Chandra diperiksa -red)," tutur Ketua KPK Busyro Muqoddas kepada wartawan di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (25/7/2011).

Sebelumnya Jubir KPK Johan Budi mengatakan tim internal akan memvalidasi informasi-informasi dari Nazaruddin. Proses pengkroscekan dilakukan dengan menanyai saksi atau tersangka, mengenai informasi terkait.

"Tapi jangan langsung disimpulkan omongan Nazaruddin ini benar. Makanya kita klarifikasi. Kita kroscek dengan saksi, tersangka dan data-data hasil penggeledahan."

Nazaruddin menuding Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah, M Jasin serta Deputi Penindakan Ade Rahardja untuk merekayasa kasus suap wisma atlet sehingga hanya mandek di dirinya saja.

sumber : detik

Saturday, July 23, 2011

Mantan Panglima Muda GAM Tewas Ditembak

Minggu, 24 Juli 2011 07:09 WIB

BIREUN - Mantan Panglima Muda Gerakan Aceh Merdeka, Saiful Husein tewas ditembak orang tak dikenal di Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam.

Korban tewas setelah tubuhnya tertembus peluru, yang diduga berasal dari senjata api jenis AK.

Peristiwa penembakan terjadi pada Jumat (22/7) malam, saat korban hendak pulang setelah berkumpul bersama teman-temannya di Matang Geulumpang Du, Bireuen.

Tiba-tiba seoarang pria mendatanginya dan langsung melepaskan tembakan ke arah korban hingga korban
tersungkur. Menurut seorang saksi, pelaku kemudian melepaskan tembakan lagi ke arah kepala korban.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum dr Fauziah, sebelum akhirnya dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Desa Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan selatan.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf turut hadir ke rumah duka. Korban, Saiful Husein atau Teuku Cagee, merupakan mantan Panglima Muda GAM Daerah III wilayah Bate Iliek.

Irwandi berharap polisi segera menangkap pelaku, agar segera diproses hukum sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.


sumber : MICOM

Wednesday, July 20, 2011

Korban Tewas Tawuran di Bangli Selesai Diautopsi

Kamis, 21 Juli 2011 09:29 WIB 


Ilustrasi
BANGLI - Polisi telah memeriksa hasil autopsi jenazah korban tawuran dua desa di Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (21/7) pagi.

Selain itu, polisi juga sudah menahan delapan tersangka dari kedua desa yang dua hari lalu berseteru.

Korban yang tewas adalah Jero Kli, 55, warga Desa Songan. Saat ini, jenazah masih diautopsi di Rumah Sakit Sangkah, Denpasar. Dalam
laporan autopsi di sekujur tubuh korban terdapat bekas benturan benda keras dan benda tajam.

Polisi berencana mengambalikan jenazah ke keluarganya, siang ini. Namun, polisi khawatir penyerahan jenazah akan memicu aksi balasan dari warga Desa Songan terhadap warga Desa Kawan.

Sebelumnya, kedua desa berseteru, setelah dua pelajar dari dua desa itu berkelahi. Polisi yang berusaha mendamaikan pelajar kesulitan. Pasalnya,

rangkaian bentrokan meluas menjadi antarwarga hingga menjatuhkan satu korban jiwa. Saat ini, situasi Kabupaten Bangli telah kembali normal.


sumber : MICOM

Tuesday, July 19, 2011

Berbaring di Rel Kereta Api untuk Berobat

Rabu, 20/07/2011 08:09 WIB

Jakarta - Rel kereta api aktif di Stasiun Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), menjadi tempat berkumpul para lansia. Aliran listrik di rel kereta tersebut diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Sekitar 10 orang lansia dengan santai berbaring. Kedua tangan dan kakinya diletakkan di atas seketika tubuh mereka bergetar tersengat aliran listrik. Kegiatan seperti ini biasa dilakoni selama 1 jam.

Jarangnya kereta yang melintas membuat para lansia merasa nyaman. Kereta jurusan Kota-Tangerang datang setiap 1,5 jam sekali. Pengobatan seperti ini bisa dilakukan siapapun tanpa dipungut biaya.

Sri Mulyati (50) misalnya, mengaku menderita penyakit gula, asam urat, kolestro dan darah tinggi. Selama 13
tahun berobat ke dokter, alternatif penyakitnya tak kunjung sembuh.

Mendengar dari tetangga sejak 1 tahun lalu, Sri mulai mencoba terapi pengobatan di rel kereta api. Percaya atau tidak, ibu 7 anak ini merasa kesehatannya sudah mulai membaik. Biasanya Sri datang setiap hari.

"Sekarang sudah enakan," katanya kepada detikcom Selasa (19/7/2011).

Hal serupa juga diutarakan oleh Warsi (40), warga Semanan, Kalideres ini. Sejak 1 lalu dia sakit asam urat. Setelah merasakan terapi dia merasa kakinya lebih enak saat jalan.

"Sudah tidak sakit lagi, badan enteng," imbuhnya.

Ketika hari semakin sore, para lansia terus berdatangan. Umumnya mereka datang membawa lap dan sebotol air. Nantinya lap itu akan disiram air agar menghasilkan tegangan listrik yang lebih besar.

"Kalau basah listriknya lebih besar," ungkapnya.

sumber : detik

Penyidik Absen, Pengacara Dian & Rendy Nilai Polisi Lecehkan Sidang

Selasa, 19/07/2011 15:34 WIB

Jakarta - Setelah di panggil dua kali, satu dari tiga penyidik kasus iPad tidak hadir di depan majelis hakim. Hal ini membuat kecewa kubu Dian dan Rendy karena penyidik ini merupakan saksi kunci.

"Mohon maaf majelis, karena Brigadir Sohadi sedang sekolah, maka tidak bisa hadir di sidang," kata Jaksa Penuntut Umum, Endang kepada majelis hakim yang diketuai Sapawi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,
Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa, (19/7/2011).

Mendapati sikap jaksa ini, kuasa hukum Dian dan Randy, Didit Widjajanto Wijaya keberatan. Menurutnya, polisi telah melakukan pelecehan terhadap pengadilan karena Brigadir Sohadi merupkan saksi kunci yang menangkap kliennya.

Selain itu, lanjutnya, karena terjadi ketidaksesuaian antara penyidik 1 dengan penyidik ke 2 sehingga perlu diperdengarkan kesaksian penyidik ke 3, apakah ada perbedaan atau tidak.

"Karena kehadiran penyidik sangat penting karena ikut dalam penggeledahan. Kalau sampai hanya dibacakan kesaksian penyidik, pengadilan ini sudah dilecehkan," terang Didit.

Namun, hakim Sapawi tetap pada ketetapannya untuk memperdengarkan saksi dengan keterangan tertulis. Dalam keterangan tertulis itu, Brigadir Sohadi mengaku menangkap Dian dan Rendy karena menjual iPad tidak menggunakan manual book berbahasa Indonesia dan tidak bercap izin Dirjen Postel.

Sohadi mengaku menangkap kedua terdakwa dengan pasal yang ada dalam UU Perlindungan Konsumen dan UU Telekomunikasi.

Dalam kesempatan tersebut, JPU Endang juga ngotot membacakan keterangan BAP istri Dian, Galih. Padahal, Galih telah mencabut keterangannya karena baru tahu istri bisa menolak sebagai saksi. Namun majelis hakim tetap menolak keterangan Galih.


SUMBER : DETIK

Wednesday, July 13, 2011

Beredar Foto Misbakhun Jalan di Mal

Rabu, 13 Juli 2011 | 21:29 WIB

JAKARTA - Terpidana kasus L/C fiktif Bank Century, M Misbakhun, tertangkap basah wartawan sedang berkeliaran di restoran pusat perbelanjaan Ratu Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Padahal, ia seharusnya menjalani hukuman selama dua tahun.

Adalah wartawan Metro TV, Monique Rijkers, yang memergoki Misbakhun sedang berada di restoran Rice Bowl bersama istri dan anaknya. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.05.

Monique yang hendak makan di kawasan tersebut tiba-tiba melihat pria yang akrab dilihatnya mengenakan
batik warna coklat. Ia pun sempat mengabadikan gambar tersebut, tetapi Misbakhun menunduk.

"Dia bilang sudah, sudah," ujar Monique saat menirukan jawaban politisi PKS itu ketika ditanya kehadirannya di restoran tersebut.

Melihat kehadiran wartawan, Misbakhun bersama istri dan anaknya langsung meninggalkan restoran tanpa sempat memakan makanan yang sudah dipesannya.

Saat mengejar Misbakhun, istri Misbakhun sempat menghalangi supaya tidak mengambil gambar dan mewancarai.


sumber : kompas

Monday, July 11, 2011

H Zaenal Tewas Bersimbah Darah di Kamar

Selasa, 12 Juli 2011 | 12:09 WIB

JAKARTA - Haji Zaenal Abidin (65) ditemukan tewas bersimbah darah di lantai kamarnya, Senin (11/7/2011) sekitar pukul 19.30. Warga Jalan H Baping Gang TK RT 04 RW 09 Nomor 97, Ciracas, Jakarta Timur, itu kepalanya remuk, diduga akibat dihantam benda tumpul oleh perampok yang kini buron.

Menurut Kapolsektro Ciracas Kompol Senen, di tubuh korban ditemukan sejumlah luka akibat hantaman benda tumpul. "Sementara ini kami menduga korban tewas dibunuh. Namun, (apa) motif dan (siapa) pelakunya masih kami selidiki," katanya. 

Kapolsektro Ciracas mengatakan, jenazah Haji Zaenal ditemukan berkat kecurigaan Haji Ahmad (55), imam
masjid dekat rumah Zaenal. Ahmad curiga karena Zaenal tak kunjung kelihatan di masjid hingga azan asar dikumandangkan. Padahal, kakek itu biasanya rajin beribadah di sana. 

Bersama sejumlah warga, kata Kompol Senen, Ahmad kemudian mendatangi rumah Zaenal. Ketika pintu rumah beberapa kali diketuk, tidak kunjung ada jawaban. Ternyata  pintu rumah itu tidak terkunci. Bersama sejumlah warga, Ahmad pun masuk ke dalam rumah Zaenal. Mereka pun kaget mendapati Zaenal tergeletak di lantai kamar bersimbah darah dalam posisi tertelungkup dengan kepala ditutupi jaket.

Kompol Senen mengatakan, dari hasil olah TKP sementara, petugas mendapati kamar korban penuh dengan darah berceceran di lantai dan di kasur korban. "Di luar kamar korban juga ditemukan sejumlah ceceran darah mengarah ke pintu belakang rumah korban yang tidak terkunci," katanya. 

Diduga, pelaku kabur melalui pintu belakang.

Terkait dugaan aksi perampokan, Kapolsek masih belum bisa memastikannya. Namun, sejumlah barang korban diketahui hilang, antara lain sebuah telepon seluler dan dompet korban beserta isinya. Sementara itu, benda yang diduga digunakan untuk menghantam kepala korban masih dicari. Kini, petugas masih memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan.
 

sumber : kompas

Sunday, July 10, 2011

Sultan Keluar, Golkar DIY Syukuran

Minggu, 10 Juli 2011 | 20:39 WIB

YOGYAKARTA - Jajaran DPD Partai Golkar DIY akan menggelar syukuran menyusul pengunduran diri Sri Sultan Hamengku Buwono X dari Nasional Demokrat (Nasdem).


"Pengunduran diri Ngarso dalem (Sultan) dari Nasdem merupakan langkah yang tepat. Kami selaku yunior beliau di Partai Golkar mengucapkan syukur. Ucapan syukur ini akan kami wujudkan dengan menggelar acara syukuran," ujar Ketua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman di Kantor DPD Partai Golkar DIY, Minggu (10/07/2011).


Gandung yang juga anggota Komisi IX DPR RI, lebih lanjut mengatakan, "Kami percaya Sri Sultan
Hamengku Buwono X tahu apa yang terbaik untuk rakyat Yogyakarta dan untuk bangsa Indonesia."


Selanjutnya Gandung mengatakan, pihak Golkar akan menyakan kepada seluruh kader yang kini masih tergabung di dalam Nasdem, untuk menjatuhkan pilihan, apakah akan bertahan di Golkar atau pindah ke Nasdem. "Seluruh kader partai Golkar, baik kader struktural, sayap maupun yang ada di hasta karya akan kita minta ketegasannya tetap di Golkar atau memilih Nasdem," ujarnya.





sumber : kompas

Saturday, July 9, 2011

109 Transaksi Mencurigakan Terkait Nazaruddin

Sabtu, 9 Juli 2011 | 15:09 WIB

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan  menemukan ada 109 transaksi keuangan mencurigakan yang berkaitan dengan M Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap pada proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011.

Sebanyak 109 transaksi keuangan mencurigakan ini melibatkan individu maupun perusahaan tertentu. "Laporan ini disampaikan oleh 13 reporting parties atau penyedia jasa keuangan," kata Ketua Kelompok Regulasi Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Fithriadi Muslim pada diskusi bertajuk "Kepak si
Burung Nazar" di Jakarta, Sabtu (9/7/2011).

Fithriadi mengatakan, hasil analisis ini telah disampaikan ke pihak penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dikatakannya, PPATK terus menelusuri aliran dana mencurigakan terkait politisi Partai Demokrat tersebut. PPATK juga tengah melakukan kerja sama dengan negara-negara yang diduga disinggahi Nazaruddin.

Menurut Fithriadi, upaya pengejaran terhadap Nazaruddin memang harus diimbangi dengan upaya pemutusan mata rantai berupa aliran dana. "Kami menyebut uang sebagai blood of the crime. Kalau aliran uang tersebut ditutup, kemampuan yang bersangkutan untuk berpindah-pidah berkurang," kata Fithriadi.

Seperti diwartakan, Nazaruddin diduga terlibat dalam proyek tender pemerintah yang berlangsung tidak transparan.

Selain proyek wisma atlet, Nazaruddin diduga berada di balik proyek revitalisasi sarana kependidikan di Kementerian Pendidikan Nasional pada 2007 dengan nilai Rp 142 miliar, proyek pembangkit listrik tenaga surya Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 2008 senilai Rp 8,9 miliar, proyek pengadaan alat bantu belajar pendidikan dokter di Kementerian Kesehatan pada 2010 senilai Rp 417 miliar.

Mantan bendaraha umum Partai Demokrat itu ini juga diduga berada di balik proyek pengadaan alat bantu belajar-mengajar pendidikan dokter/dokter spesialis di Kementerian Kesehatan pada 2009 senilai Rp 492 miliar, proyek pengadaan kesehatan dan laboratorium RS Tropik Infeksi di Universitas Airlangga pada 2010 senilai Rp 28 miliar, serta proyek pengadaan laboratorium Universitas Negeri Malang pada 2009 senilai Rp 4,9 miliar.



Dre@ming Post______
sumber : kompas

Friday, July 8, 2011

Polisi dan JIL Sasaran Teroris

Jumat, 8 Juli 2011 | 16:59 WIB

JAKARTA - Sebanyak 11 terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Anti Teror Polri akan melakukan aksi penyerangan terhadap kepolisian. Selain itu, mereka juga menargetkan kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL) sebagai sasaran. 

"Mereka akan menyerang polisi seperti bom bunuh diri di Cirebon. JIL juga jadi sasaran mereka," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jumat (8/7/2011). 

Sebelas orang yang ditangkap itu yakni Achmad Izzmi, Iwan Kurniawan, Muhammad Ichwan, Wandoyo,
Asmuni, Muhammad Irsyad, Ali Muhammad Akbar, Taufik Hidayat, Mansur Samin, Priyatmo, dan Suparmin. Mereka ditangkap di beberapa lokasi di Jakarta dan Pelabuhan Perak, Surabaya. 

Dari tangan mereka disita 9 pucuk senjata api berbagai jenis, 14 magazen, dan 272 amunisi. Anton mengatakan, senjata api itu diduga berasal dari Filipina lalu masuk ke Indonesia melalui Tawau, Nunukan Kalimantan Timur lalu Surabaya. 

Dikatakan Anton, pihaknya belum banyak mendapatkan informasi mengenai rencana penyerangan itu lantaran mereka baru ditangkap. Begitu pula ketika ditanya apakah senjata api itu sudah pernah digunakan dalam aksi penyerangan sebelumnya. "Baru ditangkap kemarin. Belum sempat diselidiki," kata Anton. 

Seperti diberitakan, kelompok teroris terus menargetkan polisi sebagai sasaran sebagai perlawanan terhadap penangkapan para pimpinan mereka. Terakhir, kelompok teroris menyerang tiga polisi ketika berjaga di daerah Palu, Sulawesi Tengah. Dua polisi tewas dalam penyerangan itu. 

Kelompok teroris juga telah menargetkan JIL sebagai sasaran. Sebelumnya, aktivis JIL, Ulil Abshar Abdallah, dikirimi paket bom buku oleh kelompok teroris pimpinan Pepi Fernando. Bom itu meledak ketika dibuka oleh polisi.

 

sumber : kompas

Tuesday, July 5, 2011

Telak... Suryadharma Pimpin Lagi PPP!

Rabu, 6 Juli 2011 | 04:59 WIB

BANDUNG - Penghitungan suara untuk memilih ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) akhirnya rampung. Hasilnya, Suryadharma Ali memimpin jauh dengan perolehan 859 suara.

Demikian suasana hasil penghitungan suara di Hotel Panghegar, Rabu (6/7/2011) dini hari tadi. Sebanyak 1.184 peserta dari 497 pengurus DPC dan 33 pengurus DPW ditambah suara perimbangan menggunakan hak suaranya.

Muqowam mendapatkan 281 suara dan Ahmad Yani mendapatkan 39 suara. Suara abstain sebanyak satu
suara, sedangkan suara yang dianggap batal ada empat suara.

Ketua sidang, Hasrul Azwar, mengesahkan bahwa Suryadharma Ali memenangkan pemungutan suara. Para pendukung Suryadharma sontak berteriak kegirangan dengan hasil itu.

Adapun selain sebagai Ketua Umum PPP, Suryadharma juga menjabat Ketua Formatur untuk membentuk susunan kepengurusan periode 2011-2016. Pemungutan suara dimulai sejak Selasa (5/7/2011) pukul 21.00 dan berakhir pada Rabu (6/7/2011) pukul 02.00. 
sumber : KOMPAS

Monday, July 4, 2011

Kasihaannnn ...... Warga Miskin Minum Air Hujan Selama 2 Tahun

Senin, 4 Juli 2011 07:19 wib

TANGERANG- Khasan (86) dan Sani (75), warga miskin di lingkungan Rt 02/04, Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, hidup serba kekurangan. Bahkan, untuk minum sehari-hari, pasangan renta ini harus menunggu hujan turun. Selama dua tahun, pria ini minum dengan air hujan.

Selain tanpa air, Khasan dan istrinya juga hidup tanpa menggunakan listrik. Setiap malam, Khasan hidup dalam kegelapan. Kehidupan serba sulit itu, sudah dirasakannya sejak dua tahun lalu.

"Saya tidak punya sumur pompa, jadi kalau minum harus tunggu hujan turun. Sisanya saya simpan untuk esok harinya," ujar Khasan prihatin di rumahnya, Senin (4/7/2011).

Di rumah itu, Khasan tinggal sudah empat tahun. Rumah itu dibelinya dengan harga Rp 22 juta, tanpa
surat-surat rumah. Dari pemilik rumah, Khasan hanya diberikan kwitansi jual-beli rumah saja.

Setiap harinya, pria tua ini bekerja sebagai penjual mainan anak-anak. Dengan penghasilan Rp 10 ribu, Khasan harus bertahan hidup dan mengobati istrinya yang tengah sakit dan lumpuh. "Dulu pernah ada warga sekitar yang memberikan bantuan listrik, tapi sekarang sudah diputus. Tidak tahu kenapa," tambah Khasan didampingi istrinya.

Khasan tidur hanya beralaskan karpet tanpa adanya perabot tumah tangga. Ruang dapur yang semestinya digunakan untuk memasak, dipakainya untuk MCK dan berlantaikan tanah. Kendati begitu, Khasan dan istri tampak tegar menghadapi hidup.

Melihat kondisi ini, Mardan, Ketua Rt 02/04, Kelurahan Serua Indah mengaku, seluruh warga tampak sangat prihatin dan coba menawarkan bantuan. Seperti memberi saluran listrik gratis dan pengadaan pompa air kepada Khasan.
 
"Warga sekitar sempat membantu memberikan aliran listrik dan pompa air. Entah kenapa, bantuan itu di hentikan oleh anak pak Khasan," terangnya.

Hal inilah yang membuat warga semakin prihatin. Padahal, Khasan layak mendapat uluran tangan warga guna meringankan beban hidupnya. "Saya juga tidak habis pikir dengan anak Khasan yang begitu tega melihat orangtuanya hidup serba kekurangan," tambahnya prihatin.



sumber : okezone

Sunday, July 3, 2011

Alamakkk...... TKI Kirim Foto Telanjang?

Senin, 04 Juli 2011 07:35 wib

RIYADH - Sebuah media di Arab Saudi, memberitakan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ditangkap karena mengirimkan foto bugil dirinya ke sopir-sopir taksi di negara tersebut.

Surat Kabar Sabq edisi Minggu 3 Juli, melaporkan seorang TKI ditangkap karena kedapatan mengirim foto bugilnya lewat telepon seluler. Menurut laporan, TKI tersebut mengincar sopir pribadi asal India untuk
melakukan hubungan seks dengannya.

TKI perempuan yang tidak disebutkan identitasnya tersebut, mengaku telah mengirim foto bugilnya kemudian mengirimnya secara acak lewat telepon seluler.

Melalui foto yang dikirim, TKI yang disebut berusia 31 tahun itu mengajak melakukan hubungan seks kepada siapa pun yang menerima foto bugilnya.

Polisi Arab Saudi saat ini menahan TKI tersebut saat majikannya menangkap basah dirinya bersama dengan seorang sopir asal India di Jeddah.

"Dia (TKI) mengaku mengirim hampir 38 pesan foto kepada sopir-sopir itu, termasuk foto bugilnya. Sebagai imbalan, sopir itu melakukan hubungan seks dengannya dengan bayaran pulsa telepon," ungkap surat kabar Sabq seperti dikutip Emirates 24/7, Minggu (3/7/2011).

Surat kabar berbahasa Arab tersebut melaporkan, polisi memeriksa telepon seluler milik TKI itu dan menemukan banyak foto bugil.

"Mereka juga menemukan beberapa nomor telepon seluler dan SMS yang dikirim kepada orang-orang yang kebanyakan berprofesi sebagai sopir," lanjut laporan surat kabar tersebut.

Entah laporan ini benar adanya atau hanya bermaksud untuk menjatuhkan TKI yang bekerja di Arab Saudi. Saat ini Indonesia memberlakukan moratorium pengiriman TKI.



Dre@ming Post______
sumber : okezone