Tuesday, May 31, 2011

Belum Berniat Pulang ke Indonesia Nazaruddin

Rabu, 01/06/2011 09:19 WIB

Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang diduga tersangkut kasus suap Kemenpora, belum berpikir kembali ke Indonesia. Nazaruddin memilih tinggal sementara di Singapura sambil menunggu kesehatannya pulih.

"Belum lah, saya masih check up kesehatan," tutur Nazaruddin, kepada detikcom, Rabu (1/6/2011).

Nazaruddin juga merasa belum perlu pulang ke Indonesia karena belum ada surat panggilan resmi dari KPK. Ia pun mengaku
memilih konsentrasi memulihkan kondisi fisiknya yang melemah belakangan ini.

"Surat panggilannya kan juga belum ada, tersangka juga belum tapi sudah ada pencekalan" keluhnya.

Sebelumnya, Nazaruddin malah mengaku akan melakukan 'perlawanan' lewat blog. Blog nazaruddin78.blogspot.com dipilihnya untuk merilis testimoninya.

"Saya akan ceritakan banyak hal, mulai perjalanan pribadi saya, perjalanan di partai, perjalanan sampai permasalahan ini ada," jelas Nazaruddin, sebelumnya.

Nazaruddin sudah sepekan lebih berada di Singapura. Nazaruddin yang terbang ke Singapura pada 23 Mei 2011 lalu memang mengajukan izin ke FPD DPR. Namun izin kepergian Nazaruddin ke Singapura juga masih kontroversial.

Hingga saat ini imbauan agar Nazaruddin pulang ke Indonesia terus berdatangan. PD pun berencana mengirim tim untuk menjemput Nazaruddin yang saat ini berada dalam status cekal KPK.

sumber : detik

Sunday, May 29, 2011

Yudhoyono: Jemput Paksa Nazaruddin!

Senin, 30/05/2011 05:59

Jakarta: Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta pengurus partai mengupayakan pemulangan M. Nazaruddin. Bahkan Yudhoyono setuju jika  dilakukan upaya penjemputan paksa andaikata Nazaruddin tak mengindahkan perintah kembali ke Tanah Air. Hal ini disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga, Ahad (29/5), di Jakarta.

Menurut Kastorius, Yudhoyono memerintahkan pengurus partai untuk mengambil langkah proaktif soal upaya pemulangan Nazaruddin secara sukarela. Namun jika tidak bisa, bisa dilakukan
upaya jemput paksa.

Kepergian mantan bendahara umum Partai Demokrat itu ke Singapura ditafsirkan banyak kalangan sebagai upaya melarikan diri dari dugaan suap pembangunan wisma atlet yang menyeret namanya. Itulah sebabnya, Demokrat mendorong kasus tersebut segera diselesaikan secara hukum agar semuanya menjadi jelas.

Keinginan agar Nazaruddin segera pulang dan memenuhi pemeriksaan KPK juga disampaikan tokoh pemuda Demokrat M. Patra Zen. Dia berharap citra Demokrat tetap terjaga dan tidak terganggu dengan kasus tersebut.

Seperti diberitakan, Nazaruddin pergi ke Singapura hanya selang sehari sebelum surat cekal diterbitkan atas permintaan KPK, 24 Mei silam. Dia beralasan hendak memeriksakan kesehatannya di sana. Kini KPK berharap Nazaruddin kembali ke Tanah Air dengan sukarela untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatra Selatan.

Dre@ming Post______
Sumber : Liputan6

Saturday, May 28, 2011

Jemput Nazaruddin! SBY Perintahkan Pengurus Demokrat

Minggu, 29/05/2011 07:29 WIB

Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) malam ini menggelar rapat tertutup dengan pengurus harian terbatas Partai Demokrat. Dalam rapat tersebut SBY meminta kepada pengurus untuk menjemput mantan bendahara umum M Nazaruddin jika yang bersangkutan dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"SBY meminta partai untuk mengambil langkah untuk kepulangan Nazaruddin guna menghadapi proses hukum. Langkah-langkah bisa diambil antara lain dengan cara menjemput yang bersangkutan," tutur Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga, saat
dikonfirmasi, Minggu (29/5/2011) dinihari.

Jika nantinya Nazaruddin menolak untuk dijemput, lanjut Kastorius, SBY juga telah memberikan instruksi untuk rencana cadangan. Pria yang juga menjabat sebagai presiden Republik Indonesia ini meminta prosedur hukum melalui interpol atau instansi lainnya ditempuh.

"Tentu cara hukum lewat interpol atau instansi terkait yang akan ditempuh di dalam pemulangannya," papar Kastorius.

Rapat yang dihadiri oleh sekitar 20 pengurus harian terbatas malam ini dimulai pukul 22.30 WIB dan berlangsung sekitar satu setengah jam. "SBY juga meminta Demokrat tetap solid, jangan ada perpecahan dan jangan ada pikiran untuk Munaslub," tambah Kastorius.

Nazaruddin sebelumnya pergi ke Singapura pada 23 Mei 2011. Kepergian ini menimbulkan polemik karena anggota Komisi VII DPR tersebut sehari setelahnya dicegah KPK ke luar negeri. Pekan depan, Nazaruddin juga sudah dijadwalkan untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap di Kemenpora.




Dre@ming Post______
sumber : detik

Friday, May 27, 2011

Identitas 2 Pelaku Penembakan di BCA Palu Lainnya Polisi Kantongi

Sabtu, 28/05/2011 08:09 WIB

Jakarta - 2 pelaku penembakan anggota polisi di BCA Palu, Sulawesi Tengah masih diburu. Namun polisi sudah mengetahui identitas para pelaku.

"2 orang itu identitasnya sudah kita kantongi. Tapi inisialnya belum disebut karena masih penyelidikan," kata Kasubdit Penmas Bidmas Polda Sulteng Kompol Rostin saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/5/2011).

Menurut Rostin, Polda Sulteng terus mendalami motif 2 pelaku yang sudah tertangkap. Sejauh ini motif penembakkan untuk
mengambil senapan milik anggota polisi.

"Mereka katanya mau ambil senapan untuk jihad," jelasnya.

Rostin menjelaskan, polisi terus mengembangkan kasus ini terkait jaringan terorisme yang ada. Polisi menduga kelompok ini terkait dengan kelompok radikal di Poso.

"Mereka kita duga terkait dengan kasus Poso selama ini. Tapi hasil pengembangan terus dilakukan. Kita akan dalami terus. Kita akan cek 2 pelaku lainnya ke rumahnya di Poso," imbuhnya.

Kawanan penembak misterius menembak secara membabi-buta di depan BCA Palu, Jl Emy Saelan, Palu Selatan, pada Rabu (25/5) pukul 11.30 Wita.

Dalam aksi tersebut, dua polisi bernama Bripka Andi Irbar dan Bripka Januar Yudhistira tewas. Sementara Bripda Dedy Anwar mengalami luka tembak di kaki sebelah kiri.

Usai melakukan penembakan, pelaku melarikan diri. Pelaku sempat merampas pistol polisi. Polisi mengejar pelaku sehingga terjadi baku tembak. Malam harinya dua pelaku berinisial H dan F yang mengendarai Yamaha Jupiter tertangkap, sedangkan dua orang yang mengendarai RX King masih buron. Polisi menyita 3 senjata berjenis US Carbine/jungle dan M-16. Sementara satu senjata jenis V2 milik anggota Polri.



Dre@ming Post______
sumber : detik

Tuesday, May 24, 2011

KPK Harus Bergerak, Nazaruddin Dicopot dari DPP PD

Rabu, 25/05/2011 07:19 WIB

Jakarta - Pencopotan M Nazaruddin dari Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) dinilai sudah luar biasa. Namun, idealnya langkah tersebut dilanjutkan dengan penegakan hukum. KPK diminta bergerak menindaklanjuti dugaan suap yang dilakukan Nazaruddin.

Hal itu dinyatakan oleh Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Zainal Arifin Mochtar saat dihubungi
Selasa (24/5/2011).

"Tergantung dari sisi apa Anda melihat. Kalau dari sisi praktis, sangat jarang petinggi partai yang diberhentikan dengan begitu cepat. Ini luar biasa. Tidak banyak petinggi partai yang nasibnya seperti ini," kata Zainal Arifin.

Namun, Zainal menegaskan, bila tidak dilanjutkan dengan penegakan hukum, PD dinilai hanya melihat kesalahan Nazaruddin sebatas penyalahgunaan jabatan. Zainal meminta kasus tersebut didorong kepada penegakan hukum.

"Tetapi kalau secara idealnya, diberhentikan dari partai, di-recall dari Partai Demokrat. Kalau hanya dicopot dari jabatan, artinya dosanya hanya sebatas bendahara. Dan orang yang dicopot dari jabatan, ya, karena dianggap tidak cakap lagi," imbuh Zainal.

"Jangan ini yang menjadi utama. Kejar uangnya, bekerja atau tidak penegakan hukum. Penegakan hukum kayak begini 2 sisi, internal partai untuk etik, dan penegakan hukum. KPK harus bergerak," tandas Zainal.

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin, yang juga dihadiri beberapa anggota Dewan Kehormatan lainnya, seperti Jero Wacik serta EE Mangindaan, mengumumkan pemberhentian Nazaruddin karena kasus penyerahan uang dari politikus itu kepada Sekjen MK.

"Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah bersidang setelah mendengar dari berbagai pihak, termasuk keterangan dari Nazaruddin sendiri. Oleh karena itu, dalam konferensi pers ini, kami memutuskan untuk memberhentikan atau membebastugaskan Nazaruddin sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat," kata Amir.


Dre@ming Post______
sumber : detik

Saturday, May 21, 2011

Dalam Kecelakaan di Tol Palikanci Cirebon, Yoyoh Yusroh Meninggal

Sabtu, 21 Mei 2011 18:29 WIB

CIREBON � Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yoyoh Yusroh, tewas dalam sebuah kecelakaan tunggal di ruas jalan tol Palikanci, Cirebon, Sabtu (21/5). Selain itu, kecelakaan tersebut juga membuat enam penumpang yang merupakan keluarga Yoyoh mengalami luka.

Kasatlantas Polres Cirebon, AKP Edwin, menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Sedangkan kecelakaan terjadi akibat kendaraan inova bernopol B
1395 RFQ yang ditumpangi Yoyoh menabrak median jalan saat menuju pintu tol Tegalkarang.

��Diduga sopir tidak bisa mengendalikan kendaraan yang dipacu dengan kecepatan tinggi,�� ujar Edwin.

Yoyoh tewas saat dalam perjalanan menuju RS Mitra Plumbon, Cirebon. Sedangkan enam penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan dan dilarikan ke rumah sakit yang sama. Adapun enam penumpang tersebut, yakni Budi Dharmawan, Ayyasy, Umar, Bunyamin, Hanafi, dan Sholah.

Saat peristiwa itu terjadi, Yoyoh dan keluarganya dalam perjalanan pulang dari Yogyakarta menuju Jakarta. Mereka baru saja menghadiri wisuda anak pertama Yoyoh yang bernama Umar Al Faruk, di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Hingga berita ini diturunkan, jenazah Yoyoh sudah dibawa keluarganya ke Jakarta.

Anggota DPRD Kota Cirebon dari PKS, Ahmad Azrul Zuniarto, mengungkapkan, kematian Yoyoh merupakan duka yang mendalam bagi keluarga besar PKS. Apalagi, Yoyoh merupakan tokoh perempuan yang sangat berpengaruh dan berjasa bagi PKS.

��Beliau adalah tokoh panutan,�� tandas Azrul.


 Dre@ming Post______
 sumber : republika

Tuesday, May 17, 2011

Reporter Cilik Wawancarai Presiden SBY?

Rabu, 18/05/2011 08:19 WIB

Jakarta - Seakan tak mau kalah dengan Wakil Presiden Boediono, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini akan diwawancarai oleh reporter cilik. Adalah reporter cilik dari Harian Lampung Pos yang berkesempatan mewawancarai orang nomor wahid di negeri ini.

Informasi yang dihimpun detikcom dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Rabu (18/5/2011), Presiden SBY dijadwalkan akan diwawancarai oleh reporter cilik dari Harian Lampung Pos. Acara akan berlangsung di Istana Negara pada
pukul 11.00 WIB.

Usai diwawancarai reporter cilik, pada pukul 14.00 Presiden menerima Menerima Reliance Group India. Acara berlangsung di Kantor Presiden.

Sebelumnya, Wapres Boediono juga pernah diwawancarai oleh wartawan cilik pada 29 Maret 2011 lalu. Sama seperti yang akan mewawancarai SBY hari ini, wartawan yang mewawancarai Boediono juga berasal dari Lampung.

Apa saja isi wawancaranya? Kita tunggu saja.



Dre@ming Post______
sumber : detik

Monday, May 16, 2011

SBY Perlu Bikin Terobosan Radikal, Popularitas Turun?

Selasa, 17/05/2011 07:09 WIB

Jakarta - Dari waktu ke waktu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan SBY-Boediono terus menurun. Namun, masih ada harapan membentang bagi duet kepemimpinan tersebut untuk meraih kembali simpati masyarakat. Apa yang harus dilakukan?

"Perlu terobosan yang radikal dalam sisa waktu kepemimpinan SBY selama 3,5 tahun ke depan. Sisa waktu itu menjadi momentum bagi SBY untuk menunjukkan bahwa dia mampu memberikan warisan yang layak dikenang. Kalau tidak, ia akan jadi presiden medioker, presiden yang biasa-biasa saja," kata pengamat politik
Burhanuddin Muhtadi kepada detikcom, Senin (16/5/2011).

Salah satu terobosan radikal itu, sambung Burhanuddin, adalah penuntasan kasus-kasus korupsi yang hingga kini masih menimbulkan tanda tanya besar di benak masyarakat. Sebagai contoh kasus Gayus Tambuhan. Meski sudah ada instruksi presiden untuk menyelesaikan kasus itu, pada kenyataannya hasilnya tidak banyak terlihat.

"Setelah inpres diterbitkan yang berisi 12 poin itu, bagaimana follow up-nya? Selama ini kasus Gayus hanya selesai di tingkat Inpres, Jadi belum berhasil. Kita belum mendengar siapa sesungguhnya otak di belakang kasus Gayus yang berlarut-larut ini?" imbuh Burhan.

Burhanuddin mengingatkan, dalam membuat terobosan untuk menuntaskan berbagai kasus hukum itu, jangan sampai Presiden SBY justru membuat masalah baru. Ia menilai, pemerintahan SBY-Boediono sejak awal gemar menimbun 'sampah' masalah, yang sebagian besar saling berkaitan. Satu masalah bukannya diselesaikan, namun ditutup dengan masalah lainnya.

Burhan juga mewanti-wanti, tingkat popularitas yang tidak terus menurun merupakan lampu kuning bagi SBY-Boediono. Apabila tidak berhasil melakukan sesuatu yang bisa memulihkan kepercayaan masyarakat, tidak menutup kemungkinan lawan-lawan SBY akan bergerak cepat. Sebab, sekarang ini mereka mempunyai modal yang lebih besar.

"Popularitas SBY sudah berada di bawah elektoral 60,8 persen (2009). Popularitas itu juga sudah berada di bawah angka psikologis. Kalau dimobililasi oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan SBY, itu sudah modal yang besar. Jadi segera benahi saja kinerja terutama dalam soal ekonomi dan hukum yang selama ini jadi catatan merah," ucap Burhanuddin.

Sebelumya diberitakan, survei Evaluasi Reformasi dan 18 Bulan Pemerintahan SBY-Boediono yang digelar Indo Barometer, menunjukkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan SBY-Boediono turun di bawah angka 50 persen. Ketidakpuasan itu khususnya terletak di bidang ekonomi dan hukum.





Dre@ming Post______
sumber : detik

Saturday, May 14, 2011

Peras Pengusaha Hiburan Kelompok Sigit

Sabtu, 14 Mei 2011 | 22:19 WIB

JAKARTA - Kelompok teroris Tauhid Wal Jihad yang dipimpin oleh Sigit Qurdowi diduga memeras para pengusaha di daerah Jawa Tengah untuk mendapatkan dana. Selanjutnya, dana itu digunakan untuk membiayai aksi teror di sejumlah daerah ataupun rencana teror-teror selanjutnya.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengatakan, saat penggeledahan di rumah Sigit di daerah Cemani, Solo, Jawa Tengah, pihaknya menemukan
dokumen berisi daftar sumbangan dari para pengusaha hiburan.

"Bagi orang yang tidak mau menyumbang akan dirusak (tempat usahanya). Kalau menyumbang, aman. Ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Mereka diperas, dipaksa," ucap Anton di Mabes Polri, Sabtu (14/5/2011).

Penyidik, kata Anton, akan menyelidiki mengenai pemerasan itu, baik jumlah dana yang diminta, cara memeras, maupun yang lainnya. Pihaknya berharap para pengusaha yang menjadi korban agar melapor ke kepolisian.

"Mereka nanti bisa jadi saksi," ucap Anton.

Seperti diberitakan, kelompok Sigit yang melakukan aksi teror bom bunuh diri di Masjid di Mapolresta Kota Cirebon, Jawa Barat, serta teror bom di gereja dan kantor polisi di daerah Klaten. Menurutnya, mereka tengah merencanakan aksi teror selanjutnya dengan sasaran aparat pemerintahan. Salah satu sasaran mereka adalah kembali menyerang anggota Polri. Aksi mereka itu sebagai bentuk pembalasan terhadap penangkapan para tersangka teroris sebelumnya. 



Dre@ming Post_____________
sumber : kompas

Wednesday, May 11, 2011

Segera ......Dilimpahkan ke Pengadilan, IPW Tuntut Kasus Sisminbakum

Kamis, 12/05/2011 05:29 WIB

Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kejaksaan Agung untuk segera melimpahkan kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Usaha dan Hukum (Sisminbakum) ke Pengadilan. IPW menuntut Jaksa Agung untuk segera melimpahkan kasus Sisminbakum ke pengadilan dengan alasan penyidikan kasus korupsi Sisminbakum sudah
P-21.

"IPW Menuntut Jaksa Agung segera mengajukan PK atas vonis bebas Mahkamah Agung terhadap
Romli Atmasasmita. IPW juga menuntut agar Jaksa Agung menolak segala bentuk intervensi dan bersikap profesional serta tidak terlibat konflik kepentingan dalam menangani kasus korupsi Sisminbakum," tegas Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (12/5/2011).

IPW menilai tuntutan tersebut berdasarkan tindakan Kejaksaan Agung yang sudah menyeret sejumlah pihak ke pengadilan terkait kasus ini.

"Antara lain bos PT SRD Yohanes Waworuntu dan mantan Dirjen AHU Romli Atmasasmita. Terakhir Kejagung sedang memeriksa secara intensif Hartono Tanoe dan mantan Menkum HAM Yusril Ihza Mahendra," Jelasnya.

Selain itu IPW juga mengimbau agar masyarakat ikut mengawasasi terhadap kasus korupsi Sisminbakum ini. "IPW mengimbau semua elemen masyarakat mencermati kasus ini dengan serius," pinta Neta.




Dre@ming Post_____________
sumber : detik

Tuesday, May 10, 2011

Akhirnya Angelina Sondakh Buka Mulut

Rabu, 11 Mei 2011 05:29 wib
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Angelina Sondakh, membantah tudingan yang menyebut dirinya
mengatur jatah uang setoran PT Duta Graha Indah (DGI) untuk anggota Panja Pengawasan Sea Games.

"Itu tidak benar. Saya tegaskan sekali lagi, tidak pernah saya minta jatah untuk Komisi X untuk pembangunan wisma atlet," kata Angelina kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/5/2011).

Namun, Angie, sapaan akrab mantan Puteri Indonesia ini menghindar ketika wartawan menanyakan dugaan adanya pertemuan dirinya dengan Mindo Rosaline Manulang, tersangka kasus suap Kemenpora yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tadi kan sudah dijelaskan semua sama pimpinan, tadi profesor sudah menjelaskan," kata Angie yang dikawal ketat staf dan satuan pengamanan dalam (Pamdal) DPR.

Wartawan pun mengulang pertanyaan serupa soal pertemuan dengan Rosa. Lagi-lagi Angie tak menjawab.

"Tadi Prof (Mahyudin/Ketua Panja Sea Games) sudah bilang, sudah tadi makanya dengarkan, dengarkan dengan jelas apa yang dikatakan pimpinan," katanya.

Soal pertemuan ini, Mahyudin yang memberi keterangan pers di Komisi X mengaku tidak tahu menahu. Hanya saja, Mahyudin dan pimpinan komisi lainnya yakin anggotanya Angie dan I Wayan Koster (PDIP) tidak terlibat kasus suap.

"Kami meyakini tidak anggota komisi X terkait dengan masalah itu. Kalau bertemu bisa saja," katanya.

Kemarin, Agus Condro terpidana kasus travel cek bercerita mengenai pengakuan Rosaline Manulang yang jadi tersangka kasus suap Sekretaris Kemenpora. Rosa di Rutan Polda Metro Jaya bercerita kalau duit setoran dari PT Duta Graha Indah (DGI) untuk wisma atlet Sea Games rencananya akan diserahkan ke anggota Komisi X DPR.

Menurut Agus berdasarkan pengakuan Rosa, jatah untuk Komisi X mencapai Rp9 miliar. Uang ini untuk mempercepat persetujuan anggaran tambahan yang masuk ke APBN Perubahan.

"Dia (Rosa) bilang ini untuk apa namanya, untuk dikasih ke gedung sebelah. Istilahnya dia itu untuk memuluskan satu hal. Gedung sebelah di Kemenpora, setelah saya tanya gedung sebelah itu ternyata gedung DPR," kata Agus usai bersidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta kemarin.

Sementara nama Angie muncul dalam pernyataan mantan pengacara Rosa, Kamarudin Simanjuntak. "Di Polda dia selalu membenarkan dua nama itu (Wayan dan Angie) apalagi yang A gencar menagih," katanya.
 
Dre@ming Post_____________ 
sumber : okezone

Saturday, May 7, 2011

Bahasa Resmi ASEAN, Bahasa Indonesia?

Minggu, 08/05/2011 05:09
Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengatakan, Majelis Antarparlemen ASEAN
(/AIPA) kemungkinan akan mencantumkan ketentuan dalam Statuta AIPA yang menyatakan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN. "Itu kita sampaikan di forum dan semuanya langsung menerima dan akan dimasukkan dalam statuta AIPA," kata Marzuki setelah menghadiri pertemuan antara delegasi AIPA dan para pemimpin negara-negara anggota ASEAN di Balai Sidang Jakarta, Sabtu (7/5).

Dalam pertemuan AIPA sebelumnya, imbuh Marzuki, sebagian besar delegasi AIPA menerima usulan Indonesia untuk mencantumkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi atau bahasa kerja di kawasan ASEAN. Menurut dia, para delegasi memahami bahwa bahasa Indonesia tidak hanya dipahami dan digunakan di Indonesia, tapi juga digunakan di sejumlah negara anggota ASEAN. "Begitu kita sampaikan langsung bisa saling mengerti dan memahami," katanya.

Hanya saja, menurut Marzuki, pencantuman bahasa Indonesia di dalam Statuta AIPA masih harus melalui beberapa tahapan, salah satunya adalah proses amendemen statuta. "Perubahan statuta akan dibahas pada bulan September akhir tahun ini di Kamboja," katanya.

Marzuki adalah delegasi parlemen Indonesia yang menyampaikan usul pencantuman bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN. Usul itu disampaikan dalam sesi pleno pertama Sidang Umum ke-31 AIPA di Hanoi, Vietnam, 21 September 2010.

Usul Marzuki ini sebenarnya telah mengemuka sejak awal kedatangan delegasi DPR ke Hanoi, Vietnam, pada pertemuan parlemen ASEAN tahun lalu itu. Sebelumnya, dalam pertemuan Komite Eksekutif AIPA, Indonesia juga telah mengusulkan amendemen statuta AIPA agar bahasa Indonesia masuk dalam bahasa kerja AIPA, selain bahasa Inggris.
sumber : Liputan6

Friday, May 6, 2011

Kurang Memuaskan, Persiapan KTT ASEAN

Sabtu, 07 Mei 2011 05:19 WIB

JAKARTA - Persiapan KTT ASEAN masih kurang memuaskan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi terpaksa harus marah-marah usai mengikuti peninjauan persiapan.

Kemarahan Sudi Silalahi ini bermula setelah Presiden Susilo bambang Yudhoyono mengunjungi ruang Cenderawasih 2 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (6/5). Ruangan ini telah ditata rapi sebagai
salah satu tempat pertemuan dalam rangkaian KTT.

Pesiden yang didampingi oleh sebagaian besar menteri mengecek beberapa fasilitas, seperti sound system, tempat duduk, bahkan meja. Namun ketika mengetuk meja dalam ruang Cenderawasih 2, Presiden merasa kurang puas.

"Apa mejanya tidak ada yang lebih bagus apa? Ini mana Denma-nya?" ujarnya setelah meraba meja yang telah dibalut kain putih dan dipasangi penutup kain berwarna biru di seluruh sisinya.

Presiden sempat membuka kain biru penutup sisi kursi untuk melihat kualitas kayu meja tersebut.

Di sisi Presiden, Sudi Silalahi berupaya memberikan pemahaman kepada presiden. Ia menjelaskan sambil rombongan berlalu untuk mengecek bagian lain.

Sudi memanggil kepala bagian logistik yang bertanggung jawab. Kepala bagian tidak masuk dalam rombongan. Terpaksa beberapa staf panitia turut memanggil.

Hal inilah yang membuat Sudi marah. Usai mengantar Presiden menuju mobil, kemarahannya pun meledak.

"Ini bagaimana, kok kepala bagiannya tidak ikut rombongan. Kalau ada peninjauan harusnya ikut," bentaknya.

Beberapa menteri yang mengikuti peninjauan dan seluruh panitia tidak ada yang menjawab. Sudi pun berlalu dan memasuki ruang yang akan digunakan untuk pembukaan KTT, Sabtu esok.

Mumpung masih ada satu malam, perbaikan masih bisa dilakukan. Jangan sampai Presiden tidak puas dengan penyelenggaraan. Apalagi sebagai tuan rumah, kewibawaan Indonesia dipertaruhkan di negara kawasan.

 sumber : MICOM

Thursday, May 5, 2011

SBY Minta Myanmar Lanjutkan Demokrasi

Jumat, 06 Mei 2011 05:29 WIB

JAKARTA - Presiden Myanmar U Thein Sein menagadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya membicarakan peningkatan kerja sama bilateral di seluruh sektor.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan, pembicaraan berlangsung cukup lama, mulai dari bidang politik dan keamanan, sosial budaya, dan ekonomi. Kunjungan Thein Sein ini merupakan yang pertama sejak dilantik sebagai presiden pada 30 Maret 2011 dan merupakan kunjungan luar negeri pertamanya.

Marty mengatakan, Thein Esein berbagi informasi kepada Presiden SBY mengenai perkembangan dalam negeri Myanmar, khususnya perkembangan road map demokrasi yang telah dilakukan Myanmar dalam beberapa tahun terakhir, terutama penyelenggaraan pemilu dan pembentukan peremintahan baru Myanmar.

�Penjelasan dari Presiden Myanmar sangat rinci menggambarkan berbagai masalah dihadapi negaranya dalam mengupayakan proses transisi ke arah demokrasi,� jelasnya.

Marty menyampaikan, Presiden memberikan dukungan dan apreasiasi atas perkembangan penting di Myanmar dalam beberapa waktu terakhir dan mendorong pemerintah Myanmar melanjutkan proses demokrasi dan upaya-upaya rekonsialisasi yang diketahui bersama diupayakan pemerintahan Myanmar.

sumber : MICOM

Wednesday, May 4, 2011

Osama Mati Syahid Anggap Sekjen FPI

Kamis, 5 Mei 2011 | 04:19 WIB

JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) dalam tahlilan mengenang kematian Osama bin Laden (atau Usamah bin Ladin) di markas syariah Front Pembela Islam, Rabu (4/5/2011), menganggap Osama mati syahid.

"Syaikh Usamah bin Ladin sebagai syahid. Jenazahnya tidak perlu dimandikan atau dishalatkan, tapi cukup dikafankan dengan pakaian yang dikenakannya saat mati syahid dan wajib dikuburkan secara Islam,"
ujar Seketaris Jenderal FPI Ahmad Shobri Lubis, di Jalan Petamburan III, Gang Paksi, Jakarta Pusat.

Dalam acara tersebut, FPI juga menuntut Amerika Serikat untuk segera mengembalikan jenazah Osama kepada pihak keluarga agar bisa dilakukan pemakaman secara Islam. Pasalnya, lanjut Ahmad, hal tersebut sejalan dengan ayat Al Quran.
"Jika benar Syeikh Usamah bin Ladin telah dibunuh tentara Amerika Serikat, DPP FPI menuntut jenazahnya dikembalikan pada keluarga agar diurus pemakamannya secara Islam," imbuhnya.
Pada Senin (2/5/2011), penasihat kontraterorisme dan keamanan dalam negeri Presiden Barack Obama, John Brennan, mengatakan, mayat Osama bin Laden telah ditenggelamkan di laut dari geladak sebuah kapal induk AS karena tidak tersedia alternatif lain untuk menguburkannya dalam waktu 24 jam sesuai hukum Islam.
"Pemakaman Bin Laden tetap dilakukan sesuai ajaran dan paktik-praktik dalam Islam. Itu dilakukan sesuai ketentuan hukum Islam," kata Brennan kepada wartawan dalam sebuah briefing di Gedung Putih.
Menurut Brennan, pihaknya sejak awal telah menyiapkan penguburan seperti itu dan ingin memastikan bahwa hal itu dilakukan secara tepat. Osama tewas dalam sebuah operasi militer oleh tentara Amerika Serikat di Abbottabad, Pakistan.
Meski tak terbukti di muka hukum, ia dianggap berada di balik serangan teroris pada 11 September 2001 terhadap menara kembar World Trade Center. Tercatat, 6.000 orang tewas dalam peristiwa itu. 

  sumber : kompas